Delapan Makanan Penurun Risiko Stroke Menurut Ahli Kesehatan
Sabtu, 25 Juli 2026 16:00 WIBOleh Tim Redaksi
Stroke hingga kini masih menjadi salah satu ancaman kesehatan utama yang berpotensi mengubah kualitas hidup seseorang secara drastis dalam sekejap. Kendati faktor usia dan genetik tidak dapat diubah, risiko serangan stroke sebenarnya dapat ditekan secara signifikan melalui penerapan gaya hidup sehat, terutama dari pola konsumsi harian.
Ahli kardiologi intervensi dari MemorialCare Saddleback Medical Center California, Dr Cheng-Han Chen, MD, menjelaskan bahwa pola makan bergizi seimbang memegang peranan krusial dalam mengontrol tekanan darah, kadar kolesterol, hingga gula darah.
Rekomendasi pola makan yang sering dianjurkan para pakar medis umumnya mengadopsi diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) yang dirancang khusus untuk menurunkan tekanan darah, serta diet Mediterania yang kaya akan asupan nabati dan lemak sehat.
"Diet yang kaya makanan anti-inflamasi dan nutrisi yang menjaga pembuluh darah tetap terbuka dapat meningkatkan fleksibilitas arteri serta mengurangi pembekuan darah," terang pakar nutrisi Scott Keatley, RDN, dari Keatley Medical Nutrition Therapy.
Merangkum dari laman kesehatan Prevention, berikut delapan jenis makanan yang direkomendasikan ahli gizi dan dokter spesialis jantung untuk membantu meminimalkan risiko serangan stroke:
Sayuran Berdaun Hijau
Bayam, kale, dan arugula kaya akan kandungan nitrat alami yang akan diubah tubuh menjadi oksida nitrat. Senyawa ini berfungsi melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lancar dan tekanan darah tetap terkontrol. Sayuran hijau juga kaya akan vitamin K yang membantu mengatur proses koagulasi atau pembekuan darah.
Buah Citrus
Aneka jenis jeruk mengandung vitamin C, folat, dan kalium yang bersifat antioksidan serta anti-inflamasi. Serat larut di dalamnya efektif memangkas kadar kolesterol jahat (LDL). Namun, bagi warga yang sedang menjalani pengobatan medis tertentu, konsumsi jeruk bali sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter guna menghindari interaksi obat.
Kacang Kenari
Kacang kenari kaya akan asam alfa-linolenat (ALA), yakni jenis asam lemak omega-3 nabati. Riset membuktikan bahwa rutin mengonsumsi kenari mampu menekan kadar kolesterol LDL yang sering menjadi pemicu utama penyumbatan pembuluh darah.
Yogurt
Selain menyediakan kalsium dan kalium, yogurt mengandung probiotik yang berkontribusi menjaga keseimbangan kadar lipid darah serta menurunkan tekanan darah. Para ahli menyarankan untuk memilih produk yogurt rendah gula atau varian plain.
Oat
Makanan tinggi serat ini kaya akan magnesium dan vitamin B. Serat larut pada oat membantu menjaga stabilitas kadar gula darah serta mencegah lonjakan insulin yang berpotensi merusak struktur pembuluh darah jika terjadi secara terus-menerus.
Ikan Berlemak
Salmon, sarden, dan makarel kaya akan EPA dan DHA. Kedua jenis asam lemak omega-3 ini berperan membuat sel pembeku darah (trombosit) menjadi tidak mudah menggumpal, sehingga risiko penyumbatan pembuluh darah di otak dapat diminimalkan.
Makanan Kaya Serat Larut
Apel, pir, wortel, dan ubi jalar mengandung serat larut yang membentuk konsistensi menyerupai gel di saluran pencernaan. Proses ini mampu memperlambat penyerapan gula dan mengikat kolesterol jahat sebelum masuk ke dalam aliran darah.
Protein Nabati
Anak jenis kacang-kacangan seperti kacang merah dan kacang hitam merupakan sumber protein murni bebas lemak jenuh. Mengganti sebagian porsi protein hewani dengan protein nabati terbukti menurunkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 19 persen.
Selain delapan makanan utama di atas, para pakar juga menyarankan beberapa asupan pendukung yang kaya antioksidan dan baik untuk kelenturan pembuluh darah jika dikonsumsi secara bijak. Di antaranya seperti kopi, teh hijau, buah bit, alpukat, hingga cokelat hitam (dark chocolate).
Editor: Mulyanto
Publisher: Mohamad Tohir