Waspadai Dampak Telat Makan, Dokter Gizi Ingatkan Batas Toleransi dan Risiko Asam Lambung
Minggu, 30 Agustus 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jadwal makan yang tidak teratur sering kali dialami oleh individu dengan mobilitas tinggi. Keterlambatan waktu makan siang maupun malam yang kerap tergeser akibat kesibukan dapat berdampak buruk bagi kesehatan organ pencernaan. Spesialis gizi klinik, dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, mengingatkan pentingnya menjaga ritme jam makan karena lambung memproduksi asam secara alami berdasarkan kebiasaan harian.
Menurut dr Yaze, ketika seseorang terbiasa makan pada jam tertentu namun menundanya, asam lambung akan tetap diproduksi dan berisiko mengikis dinding lambung karena tidak ada makanan yang dicerna. Kondisi inilah yang memicu rasa nyeri perih, terutama bagi penderita gastritis maupun Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
"Asam lambung itu memang punya jam-jamnya kapan harus keluar atau harus banyak. Ketika kita terbiasa makan jam 12, tiba-tiba terlambat jadi jam 3, di jam 12 itu asam lambung memang sudah muncul. Ketika harusnya makan tapi enggak ada makanan, akhirnya yang dia olah itu dinding lambungnya, makanya jadi nyeri," jelas dr Yaze.
Mengenai toleransi keterlambatan waktu makan, dr Yaze membagikan tiga batasan penting:
- Toleransi Ideal (30 Menit): Keterlambatan hingga 30 menit masih tergolong aman dan minim dampak ketidaknyamanan pada perut.
- Batas Maksimal (1 Jam): Keterlambatan hingga satu jam masih dapat ditoleransi, meski tubuh biasanya mulai menunjukkan gejala sulit berkonsentrasi dan perut terasa perih.
- Lebih dari 1 Jam (Berbahaya): Keterlambatan melebihi satu jam membuat produksi asam lambung terlalu tinggi. Saat makanan baru masuk, perut justru berisiko semakin perih, kembung, dan tidak nyaman.
Guna menyiasati jadwal yang padat, dr Yaze menyarankan untuk selalu menyiapkan camilan sehat sebagai penanganan awal sebelum masuk ke waktu makan besar.
"Biasanya saya menyarankan pasien tetap bekal, misalnya pisang atau jeruk. Jadi harus ada yang dikunyah sebelum sampai ke tempat makan, supaya asam lambungnya tidak menyerang dinding lambung kita," tuturnya.
Menerapkan pola makan tepat waktu serta menyediakan kudapan bernutrisi di tengah kesibukan menjadi kunci penting untuk mencegah timbulnya gangguan pencernaan jangka panjang.
Editor: Mohamad Tohir































