Bukan Sekadar Distribusi Air Bersih, PMI Bojonegoro Edukasi Warga Hemat Air dan Hidup Bersih
Jumat, 14 Agustus 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Bukan sekadar mengantarkan pasokan air bersih, Palang Merah Indonesia Kabupaten Bojonegoro juga turun langsung menyapa warga dari rumah ke rumah. Aksi tersebut bertujuan mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan serta menghemat penggunaan air di tengah ancaman musim kemarau.
Upaya edukatif tersebut dikemas melalui kegiatan Promosi Kebersihan dari Rumah ke Rumah yang digelar berbarengan dengan agenda penyaluran air bersih pada Rabu (12/08/2026) lalu. Penyaluran bantuan dipusatkan di Desa Kayulemah dan Desa Margoagung, Kecamatan Sumberejo.
Koordinator Distribusi Air Bersih PMI Kabupaten Bojonegoro Wahyu Theo Alfian menjelaskan bahwa pendekatan door to door menjadi bagian krusial dalam aksi kemanusiaan PMI. Menurutnya, pasokan air bersih perlu dibarengi dengan pemahaman mendalam terkait perilaku hidup bersih dan sehat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Edukasi dilakukan secara langsung agar pesan yang disampaikan bisa diterima dan dipahami warga,” jelasnya.
Lewat metode mendatangi kediaman warga satu per satu, personel tim PMI menyajikan ruang diskusi personal dan interaktif. Warga diajak berkonsultasi mengenai dinamika kebersihan serta pencegahan penyakit yang sering muncul usai kondisi lingkungan terdampak banjir maupun kekeringan.
Materi edukasi turut menekankan pentingnya efisiensi pemakaian air harian, tata cara menjaga kebersihan penampungan air, serta imbauan untuk menghindari pemborosan.
Sejalan dengan hal itu, Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro Ninik Susmiati mengungkapkan bahwa pengiriman air bersih dan gerakan promosi kebersihan merupakan dua langkah terpadu yang saling melengkapi.
“Harapannya masyarakat tidak hanya terbantu dengan distribusi air bersih, tetapi juga semakin mengetahui pentingnya menjaga kebersihan dan menghemat air, khususnya di masa kemarau seperti sekarang,” ujarnya.
Ninik menambahkan bahwa keterbatasan pasokan air di musim kemarau membutuhkan kepedulian kolektif, di mana sikap bijak mengolah air menjadi kunci utama menjaga keberlangsungan pasokan harian di tingkat rumah tangga.































