Gedung Sekolah Belum Rampung, 30 Siswa Baru SRMA 18 Blora Sementara Dititipkan ke Rembang
Minggu, 02 Agustus 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Blora - Puluhan siswa baru angkatan kedua Sekolah Rakyat Menengah Atas 18 Blora yang akan memulai tahun ajaran 2026/2027 dipastikan belum bisa menempati gedung sekolah sendiri di Kecamatan Cepu. Pembangunan sarana prasarana yang belum selesai membuat 30 anak dari keluarga kurang mampu tersebut harus dititipkan sementara waktu di Sekolah Rakyat Kabupaten Rembang.
Keberangkatan puluhan siswa asal Kabupaten Blora tersebut dilepas secara resmi oleh Bupati Blora Arief Rohman dari halaman Kantor Bupati setempat pada Jumat (31/07/2026) lalu. Para pelajar ini akan menempati gedung Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang.
Bupati Blora Arief Rohman menjelaskan bahwa langkah penitipan sementara ini diambil agar proses belajar mengajar tetap berjalan sesuai jadwal. Ia berjanji seluruh siswa akan langsung dipindahkan kembali ke Cepu setelah proyek pembangunan gedung baru rampung dikerjakan.
"Ya hari ini kita berangkatkan ada 30 siswa baru baik putra maupun putri yang akan menjadi siswa SRMA 18 Blora. Hanya saja karena pembangunan gedung sekolahnya belum selesai, sehingga sementara akan menempati gedung di SR Rembang. Nanti jika pembangunan sudah selesai, akan kembali kita pindahkan ke Blora, yang ada di Kecamatan Cepu," ucap Arief Rohman.
Dalam kesempatan itu, Bupati memberikan motivasi kepada para peserta didik agar tetap semangat menuntut ilmu meski harus tinggal di asrama dan jauh dari keluarga. Ia menekankan bahwa seluruh fasilitas pendidikan maupun kebutuhan hidup siswa di asrama ditanggung penuh oleh negara.
"Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anak bangsa untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Program ini membawa harapan baru agar setiap anak Indonesia memiliki kesempatan untuk berkembang, meraih cita-cita, serta menjadi generasi yang unggul dan berkarakter," kata Arief Rohman.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Blora Luluk Kusuma Agung Ariyadi menegaskan bahwa penempatan di Rembang ini hanya berlaku bagi angkatan kedua. Sementara untuk siswa angkatan pertama yang kini duduk di kelas XI tetap menjalankan aktivitas belajar di gedung lama wilayah Cepu.
"Yang dititipkan hanya siswa baru angkatan tahun ini. Yang angkatan tahun lalu, sekarang sudah kelas XI masih menempati gedung lama di Cepu. Nah nanti kalau gedung barunya selesai, angkatan kedua akan ditarik dari Rembang dijadikan satu di Cepu sana," ujar Luluk Kusuma Agung Ariyadi.
Rasa syukur dan haru juga terpancar dari para siswa penerima manfaat, salah satunya Qoti Tohili Kadu, lulusan SMP Negeri 2 Doplang yang berhasil lolos seleksi penerimaan murid baru.
"Perasaannya ya senang diterima. Bisa sekolah gratis dibiayai negara. Terimakasih Pak Bupati, dan Pak Presiden, saya bisa lanjut sekolah," tutur Qoti Tohili Kadu.
Pemberangkatan 30 siswa menuju Sulang Rembang tersebut dikawal menggunakan dua unit bus dengan didampingi langsung oleh jajaran Dinas Sosial P3A Blora beserta pihak keluarga masing-masing.































