Kenalkan Nilai Integritas Sejak Dini, 320 Siswa Baru SMPN 1 Baureno Ikuti Edukasi Anti Korupsi Saat MPLS
Kamis, 23 Juli 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Banyak cara edukatif dilakukan dalam rangka pencegahan tindak pidana korupsi. Salah satunya lewat pengenalan edukasi anti korupsi pada rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 1 Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (22/07/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 320 peserta didik baru.
Penyuluhan disampaikan oleh Master Choyr Sudarmono, salah satu Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI) Kabupaten Bojonegoro, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Dalam kesempatan tersebut, para peserta didik diberikan pemahaman mengenai bahaya korupsi, pentingnya membangun budaya antikorupsi, serta bagaimana menerapkan nilai-nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaiannya, Choyr Sudarmono menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi harus dimulai sejak usia sekolah. Menurutnya, korupsi tidak selalu identik dengan penyalahgunaan uang, tetapi juga dapat berawal dari kebiasaan-kebiasaan kecil seperti menyontek, berbohong, tidak disiplin, dan mengabaikan tanggung jawab.
Integritas merupakan modal utama dalam membentuk generasi yang berkarakter. Melalui pendidikan antikorupsi sejak dini, peserta didik diharapkan terbiasa bersikap jujur, bertanggung jawab, disiplin, peduli, sederhana, dan berani menyampaikan kebenaran, ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta didik tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan penyampaian contoh-contoh nyata yang dekat dengan kehidupan mereka. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman bahwa pencegahan korupsi dimulai dari perilaku sehari-hari di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Kepala SMP Negeri 1 Baureno M Riono menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dalam MPLS. Sekolah berharap nilai-nilai antikorupsi yang telah diberikan dapat diterapkan oleh seluruh peserta didik selama menjalani proses pendidikan, sehingga mampu menciptakan budaya sekolah yang jujur, disiplin, dan berintegritas.
Melalui sinergi antara Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI) Kabupaten Bojonegoro, Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, dan pihak sekolah, diharapkan lahir generasi muda yang memiliki karakter kuat, menjunjung tinggi kejujuran, serta menjadi pelopor budaya antikorupsi demi mewujudkan Indonesia yang bersih dan bebas dari korupsi.
Editor Mulyanto































