Sering Minum Minuman Manis Sejak Kecil Tingkatkan Risiko Hipertensi Saat Dewasa
Senin, 03 Agustus 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Kebiasaan mengonsumsi minuman manis sejak usia dini ternyata membawa dampak serius bagi kesehatan jangka panjang. Sebuah studi berdurasi 25 tahun yang dipimpin para peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health dan Universitas Toronto menemukan bahwa kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi saat dewasa secara drastis.
Penelitian skala besar yang dipublikasikan di jurnal Circulation milik American Heart Association ini melacak data kesehatan serta pola makan lebih dari 25.000 partisipan dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Tingginya konsumsi jus buah kemasan, minuman bersoda, hingga minuman olahraga terbukti berkorelasi langsung dengan lonjakan risiko hipertensi.
Partisipan yang mengonsumsi dua porsi atau lebih minuman berpemanis per hari tercatat memiliki risiko 52 persen lebih tinggi terkena hipertensi dibanding mereka yang minum kurang dari tiga porsi seminggu. Secara spesifik, setiap porsi harian minuman olahraga meningkatkan risiko hingga 36 persen, sementara soda menaikkan risiko sebesar 23 persen.
Konsumsi jus buah kemasan secara rutin juga terbukti meningkatkan risiko hipertensi sebesar 35 persen untuk konsumsi 1,5 porsi atau lebih per hari, dengan jus jeruk kemasan menyumbang kenaikan risiko 20 persen per porsi harian. Bahaya ini bekerja secara independen, sehingga risiko tetap tinggi meskipun seseorang memiliki kualitas diet yang baik atau rutin berolahraga.
Penulis utama studi tersebut, Prof Vasanti Malik menegaskan bahwa pola makan di awal kehidupan berpengaruh besar terhadap kondisi tubuh di masa depan.
"Pola makan di awal kehidupan memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang. Tekanan darah tinggi kini juga makin banyak ditemukan pada usia yang lebih muda, termasuk anak-anak dan remaja," kata Prof Vasanti Malik.
Banyak orang menganggap jus buah olahan merupakan opsi minuman yang sepenuhnya sehat, padahal proses pengolahannya membuat serat alami buah utuh hilang dan kerap ditambah gula terselubung. Pakar kardiologi preventif dari UT Southwestern Medical Center, Dr Amit Khera menerangkan adanya kekeliruan persepsi masyarakat mengenai sumber gula fruktosa.
"Studi ini membuktikan bahwa kandungan gula dalam minuman manis dan jus buah olahan meningkatkan risiko penyakit, sedangkan fruktosa yang terkandung dalam buah utuh sama sekali tidak meningkatkan risiko hipertensi," kata Dr Amit Khera.































