Pemprov Jatim Salurkan Tali Asih untuk Keluarga Pahlawan Nasional dan Perintis Kemerdekaan
Sabtu, 08 Agustus 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melepas Tim Bakti Negeri Anak Bangsa untuk menyalurkan paket bantuan kepada keluarga Pahlawan Nasional, Perintis Kemerdekaan, serta Janda Perintis Kemerdekaan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya pada Jumat (07/08/2026).
Sebanyak 76 penerima bantuan yang tersebar di 22 kabupaten dan kota se-Jawa Timur menjadi sasaran program ini. Para penerima terdiri dari dua orang Perintis Kemerdekaan, 68 orang Janda Perintis Kemerdekaan, serta enam ahli waris dari keluarga Pahlawan Nasional.
Bantuan yang diserahkan meliputi paket bingkisan, bahan pokok atau sembako, hingga tali asih. Seluruh bantuan tersebut dikirimkan langsung menuju kediaman masing-masing penerima oleh tim gabungan yang terdiri dari Dinas Sosial Jawa Timur, Tagana, TKSK, Karang Taruna, pendamping PKH, pelajar, serta kalangan mahasiswa.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya bagi generasi muda untuk meneruskan cita-cita perjuangan para pendahulu melalui kerja keras dan dedikasi bagi pembangunan daerah maupun bangsa. Ia juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menggelorakan semangat nasionalisme, salah satunya dengan memasang Bendera Merah Putih di pemukiman warga.
"Kita akan terus membangun nasionalisme bersama dari semua sisi," kata Khofifah Indar Parawansa.
Khofifah turut berpesan kepada seluruh personel lapangan yang bertugas agar selalu memperhatikan keselamatan serta mematuhi aturan lalu lintas selama mendistribusikan bantuan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jawa Timur Restu Novi Widiani menjelaskan bahwa pengerahan tim ini memiliki misi untuk memupuk jiwa kepahlawanan, semangat patriotisme, dan rasa kesetiakawanan sosial pada diri para pemuda.
Adapun enam ahli waris Pahlawan Nasional yang menerima bantuan dalam kesempatan tersebut meliputi keluarga dari Bung Tomo, Sukarni Kartodiwirjo, KH Abdul Wahab Chasbullah, KHR As’ad Syamsul Arifin, M. Tabrani, serta KH Abdurrahman Wahid.































