News Ticker
  • Inilah Cara Warga Bojonegoro Menabung Air untuk Musim Kemarau
  • Film Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki, Kisah Horror Berbalut Investigasi Jurnalistik yang Mencekam
  • Rutin Minum Teh Tekan Risiko Penyakit Jantung 11 Persen, Ini 4 Aturan Penyeduhan yang Tepat
  • Pemprov Jatim Gelar Deklarasi dan Edukasi Serentak Pelindungan Anak di Ruang Digital
  • Satpol PP Bojonegoro Imbau Warga Hindari Perhiasan Mencolok di Car Free Night
  • Rekayasa Lalu Lintas Car FRee Night, Ruas Jalan Alun-Alun Ditutup dan Tersedia Kantong Parkir Gratis
  • 24 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro24 Oktober 2026
  • Semarakkan HJB ke-349, Pemkab Bojonegoro Gelar Bojonegoro Youth Festival 2026 dan Bagikan 600 Voucher Gratis
  • Rumah Warga Kapas, Bojonegoro Terbakar, Kerugian Capai Rp 100 Juta
  • Bojonegoro Ikuti Verlap Penyelenggaraan PUG, Buktikan Program Berbasis Kesetaraan Gender
  • Kunjungi Ponpes Al-Fatimah, Kapolres Bojonegoro Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja
  • Kasus Stunting pada Bayi di Blora Jadi Perhatian, Wabup Sri Setyorini Tekankan Pencegahan Sejak Dini
  • Kukuhkan Pengurus IPSM Blora 2026–2031, Bupati Arief Rohman Minta Persoalan Sosial Cepat Teratasi
  • Boleh Dikonsumsi Harian, Ini Aturan BPOM dan Dokter Gizi Soal Penggunaan Susu Kental Manis
  • Cegah Risiko Cyberbullying Hingga Eksploitasi, Pemkab Bojonegoro Sosialisasi PP Tunas dan Program Perisai Anak
  • 23 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 23 Oktober 2026
  • Upacara Peringatan HSN 2026 Pemkab Bojonegoro Digelar di Alun-Alun, Bupati Wahono Bacakan Amanat Menag
  • Mitos Cabut Gigi Atas Bikin Buta: Penjelasan Medis dan Anatomi Organ
  • 10 Ribu KUpon Kuliner Gratis untuk Warga Disediakan di Bojonegoro Bahagia Car Free Night
  • 22 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Kecelakaan di Kapas, Bojonegoro, Seorang Pengendara Motor Meninggal Dunia
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 22 Oktober 2026
Donor Darah Sebagai Uji Insan Sehat

Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Dunia

Donor Darah Sebagai Uji Insan Sehat

Oleh Dr Achmad Budi Karyono

TANGGAL 8 Mei hari ini diperingati sebagai Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Dunia. Tanggal itu merupakan kelahiran Henry Dunant, seorang pengusaha dan aktivis sosial yang lebih sering dikenal sebagai Bapak Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Di seluruh dunia dan di Indonesia, khususnya PM dan BSM bergerak di bidang sosial kemanusiaan, antara lain membantu sesama saat terjadi bencana.

Kemanusiaan adalah ekspresi motivasinya. Kesamaan mengarahkan cara melayani masyarakat yang sangat membutuhkan, dengan menjaga kenetralan dan kemandirian setiap waktu. Gerakan dibentuk atas dasar kesukarelaan. Kesatuan dan kesemestaan menjadi jangkar aksi lokal dalam solidaritas global. Hal tersebut merupakan prinsip-prinsip dasar yang menjadi identitas Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.

Namun gerakan yang lebih familier di telinga kita sehari-hari, sebagai pelaksana donor darah sampai distribusi darah. Selain sebagai kemanusiaan, donor darah merupakan salah satu uji diri seseorang sehat. Karena bila seseorang mendonorkan darah dan diterima serta ditransfusikan pada yang membutuhkan, berarti pedonornya sehat dan terbukti bebas penyakit menular, antara lain HIV/AIDS.

Donor Darah merupakan kegiatan medis mengeluarkan darah dalam jumlah tertentu, minimal 250 mili liter yang bertujuan untuk membantu sesama yang membutuhkan. Darah ditampung dalam plastic bag steril khusus, kemudian disimpan di dalam blood bank, almari pendingin, dengan suhu sekitar 4 derajat celcius. Penyimpanan ini dimaksudkan untuk meminimalisir metabolisme darah tersebut agar tidak terjadi kerusakan sel darah merah serta unsur lain dalam darah tersebut.

Kalau kita simak sekilas, donor darah insya Allah dibenarkan oleh syariah karena sesuai dengan firman Allah QS Al Maidah 2, yang artinya,“...Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran....”

Darah merupakan salah satu organ tubuh yang keberadaannya sangat diperlukan kestabilannya. Salah satu fungsinya adalah sebagai media transportasi oksigen dan nutrisi ke seluruh bagian tubuh, serta mengangkut hasil metabolisme yang membahayakan tubuh untuk dibuang antara lain melalui ginjal. Banyak penyakit yang berhubungan dengan darah, namun pembahasan kali ini kita fokuskan pada donor darah.

Darah diambil dengan azas sukarela, dan penyumbangnya berharap agar diberikan dan bermanfaat bagi orang lain. Sebelum darah diambil, donor diperiksa kesehatannya yang antara lain kadar Hb-nya, apakah memenuhi syarat untuk donor darah. Selain itu identifikasi golongan darah juga mutlak diperlukan. Darah di dalam kantong masih belum aman diberikan kepada yang membutuhkan.

Kewajiban petugas Transfusi Darah untuk mengamankan dengan cara memeriksa darah dari beberapa penyakit yang ditularkan lewat darah, antara lain Malaria, Sifilis, Hepatitis B, HIV/AIDS dan Hepatitis C. Jadi semua darah yang siap diberikan kepada penderita yang membutuhkan, insya Allah sudah bebas dari penyakit Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah di atas.

Darah yang aman disimpan dalam pendingin khusus dengan batas simpan maksimal sekitar 30 hari, bila telah lewat, dikategorikan kadaluwarsa dan akan dimusnahkan. Namun sampai saat ini belum pernah ada darah kadaluwarsa, karena permintaan darah dari rumah sakit yang ada di Bojonegoro sering kurang tercukupi. Sehingga harus mendatangkan darah dari jejaring kami untuk memenuhi kebutuhan darah.

Permintaan darah harus disertai contoh darah dari penderita yang membutuhkan. Sebelum memberikan darah sesuai permintaan, darah donor dan darah penderita harus cocok, oleh karena itu dilakukan cross match. Sesama golongan darah B misalnya, apabila ditransfusikan belum tentu cocok. Tes uji cocok serasi ini diperlukan untuk menghindari reaksi transfusi yang sangat membahayakan bagi yang menerima darah. Bermacam macam unsur terkandung dalam darah, sehingga sangat dimungkinkan setiap individu mempunyai karakter berbeda.

Dari alur itulah muncul ‘harga’ darah yang sebenarnya diberikan secara cuma-cuma. Darah memang misi kemanusiaan, tetapi proses pengelolaan darah memerlukan biaya. Harga kantong darah, reagen tes bebas penyakit, reagen tes cocok serasi, penyimpanan darah dan para petugas, belum lagi kalau yang diperlukan komponen darah khusus, yang prosesnya lebih panjang lagi dan tentu mengeluarkan biaya yang lebih banyak lagi.

Yang perlu digarisbawahi dari hikmah sebagai donor darah, dirinya sehat, karena terbukti bebas dari penyakit menular yang menakutkan seperti AIDS. Oleh karena itu berbanggalah bila telah menjadi donor, dan bagi yang belum, buktikan bahwa kita sehat dengan cara menjadi donor. Karena selain sehat juga membantu kemanusiaan. Semoga kita selalu sehat. (*/tap)

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Menghadapi tumpukan materi kuliah, kejaran tenggat tugas, dan jadwal kelas pagi yang tak kompromi sering kali memaksa mahasiswa mencari jalan ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Bojonegoro - Bukan sekadar destinasi wisata anyar, Geosite Kedung Lantung di Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi ...

1792850267.627 at start, 1792850268.1794 at end, 0.55239295959473 sec elapsed