News Ticker
  • Perkuat Pelestarian Lingkungan, Pemprov Jatim Luncurkan Rencana Induk Keanekaragaman Hayati 2026–2030
  • Pemkab Bojonegoro Dorong Pembuatan Sumur Resapan Hadapi Kekeringan dan Panas Ekstrem
  • Ketuk Pintu Langit Mohon Turun Hujan, Pemkab dan Umat Islam Bojonegoro Gelar Salat Istisqa
  • 21 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 21 Oktober 2026
  • Perkuat Pengawasan Distribusi BBM, Polres Bojonegoro Gelar Audiensi Bersama Pertamina dan Pengelola SPBU
  • Upacara Peringatan HJB ke-349 Berlangsung Khidmat dan Semarak di Alun-Alun Bojonegoro
  • Kontingen Jatim Sabet Gelar Juara Umum FIKSI Nasional 2026
  • Singgah di Kecamatan Trucuk, Kirab Api Abadi HJB ke-349 Disambut Meriah Warga
  • Skill Saja Tidak Cukup, EMCL Gembleng Etos dan Mental Kerja Pelajar serta Mahasiswa Magang di Bojonegoro
  • 20 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 20 Oktober 2026
  • Edukasi Hukum Pelajar, Kapolres Bojonegoro Sambangi SMAN 1 Lewat Program Polisi Peduli Pendidikan
  • Perkuat Kerukunan Umat, Kapolres Bojonegoro Gelar Minggu Kasih di Gereja Santo Paulus
  • Pemprov Jatim Minta Pusat Kaji Ulang Rencana Pengalihan Gaji ASN ke Koperasi Merah Putih
  • Bahaya Kol Goreng Mengintai, Dokter Gizi Beberkan Alternatif Lalapan Renyah dan Sehat
  • Gutanbo Fest 2026 Resmi Ditutup
  • Dorong Efisiensi Biaya dan Kelestarian Lahan, Pemkab Bojonegoro Kampanyekan Pertanian Ramah Lingkungan di Gutanbo Fest 2026
  • Rumah Anggota DPRD Bojonegoro Terbakar, Kerugian Capai Rp 100 Juta
  • Dorong Regenerasi Petani dan Smart Farming, Pemkab Bojonegoro Ajak Gen Z Garap Ekosistem Pertanian Modern
  • Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026
  • Catatan Sejarah 18 Oktober
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 19 Oktober 2026
  • 2 Rumah di Kapas, Bojonegoro Terbakar, 2 Unit Motor dan Uang Tunai Rp 50 Juta Turut Terbakar
Waspadai Penyakit Gagal Ginjal Akut Misterius

Opini

Waspadai Penyakit Gagal Ginjal Akut Misterius

Pandemi COVID-19 belum berakhir. Beberapa penyakit serius dan ganas yang lain, mengekor dan ikut ‘meramaikan’ situasi yang mencemaskan.
 
Dunia sudah melewati diare dan gangguan pencernaan akut. Hepatitis misterius akut menyusul kemudian, dan cukup menghentakkan warga dunia. Penyakit mulut dan kuku serta rabies dan cacar monyet juga cukup menegangkan.
 
 
Yang cukup mencekam kali ini adalah penyakit yang diakibatkan dari semua penyakit di atas itu. Karena penyakit di atas memerlukan pengobatan, akibat dari obat yang dikonsumsi bisa berdampak menjadi penyakit.
 
Itu adalah salah satu dugaan kuat terjadinya penyakit Gagal Ginjal Akut Misterius yang saat ini banyak merebak di dunia, yang sampai saat ini penyebabnya belum diketahui secara pasti.
 
Kasus penyakit Gagal Ginjal Akut Misterius atau Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) banyak menyerang anak-anak usia 6 bulan sampai 18 tahun.
 
 

Infografis penyakit Gagal Ginjal Akut (Grafis: Kemenkes RI)

 
Data dari Kementerian Kesehatan RI, dalam dua bulan terakhir ini, terjadi peningkatan penemuan penyakit ini di negeri ini. Jumlah kasus yang dilaporkan hingga tanggal 18 Oktober 2022 sebanyak 206 kasus yang tersebar di 20 provinsi dengan angka kematian sebanyak 99 anak, dan paling banyak didominasi usia 1-5 tahun.
 
Dari hasil pemeriksaan, tidak ada bukti hubungan kejadian AKI dengan Vaksin COVID-19 maupun infeksi COVID-19,  karena gangguan AKI pada umumnya menyerang anak usia kurang dari 6 tahun, sementara program vaksinasi belum menyasar anak usia 1-5 tahun
 
Kementerian Kesehatan mengimbau kepada semua orang tua agar tetap tenang dan tidak panik, namun selalu waspada, terutama apabila anak mengalami gejala yang mengarah kepada penyakit Gagal Ginjal Akut Misterius.
 
 
Gejala yang banyak ditemukan :
1. Diare, mual dan muntah;
2. Demam 3-5 hari;
3. Batuk dan pilek;
4. Sering mengantuk;
5. Jumlah urin semakin sedikit sampai tidak bisa BAK.
 
Cuaca saat ini juga kurang kondusif. Oleh karena itu sebaiknya para orang tua harus meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan. Menjaga asupan gizi agar imunitas anak terjaga dengan baik. Dan mengurangi berbagai hal yang dapat menyebabkan sakit.
 
Dalam situasi seperti saat ini, apabila anak mengalami sakit, sebaiknya konsultasi dan periksakan ke dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
 
 

Infografis penyakit Gagal Ginjal Akut (Grafis: Kemenkes RI)

 
Apabila anak sakit, harus diwaspadai :
1. Tercukupi kebutuhan cairan tubuhnya dengan minum air.
2. Perubahan warna pada urine (pekat atau kecoklatan).
3. Volume urine berkurang, bahkan tidak ada urine selama 6-8 jam (saat siang hari).
 
Harus segera periksakan ke dokter, fasilitas pelayanan kesehatan, atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.
 
Dari data yang diperoleh, gejala yang muncul di awal, terutama berkaitan dengan infeksi saluran cerna.
 
 
Oleh karena itu, kita harus :
1. Melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat;
2. Selalu menjaga kebersihan diri dengan cuci tangan tetap;
3. Mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang, tidak jajan sembarangan;
4. Minum air yang cukup;
6. Imunisasi anak rutin sesuai jadwal;
 
Kita akan lebih aman kalau tetap menjaga ProKes dan melaksanakan pola hidup sehat, terutama menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi dan higienis, dan konsultasi dengan dokter keluarga.
 
Semoga kita selalu sehat. (*/red/imm)
 
 
Penulis: dr H Achmad Budi Karyono (Penulis Direktur RS Muhammadiyah Cepu, Blora)
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
 
Story ini telah di-publish di: https://beritabojonegoro.com
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Menghadapi tumpukan materi kuliah, kejaran tenggat tugas, dan jadwal kelas pagi yang tak kompromi sering kali memaksa mahasiswa mencari jalan ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Bojonegoro - Bukan sekadar destinasi wisata anyar, Geosite Kedung Lantung di Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi ...

1792575342.7884 at start, 1792575343.0426 at end, 0.25427412986755 sec elapsed