Penyakit Jantung dan Stroke Serap Anggaran BPJS Hingga Rp23 Triliun, PERKI Dorong Penguatan Deteksi Dini
Kamis, 24 September 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Tingginya angka kasus penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke berpotensi menguras dana pembiayaan kesehatan nasional secara masif. Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) mencatat pengobatan untuk penyakit katastropik tersebut telah menyerap anggaran BPJS Kesehatan hingga puluhan triliun rupiah.
Ketua Pengurus Pusat PERKI, dr. Ade Meidian Ambari, SpJP(K), PhD, membeberkan bahwa dana yang dikeluarkan BPJS Kesehatan untuk penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk stroke, telah mencapai angka fantastis Rp23 triliun.
"Sekarang kita menghabiskan Rp23 triliun uang BPJS Kesehatan hanya untuk penyakit kardiovaskular dan pembuluh darah, termasuk di dalamnya stroke," ungkap dr. Ade dalam konferensi pers Peringatan Hari Jantung Sedunia 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (23/09/2026).
Besarnya serapan anggaran tersebut dipicu oleh tingginya biaya tindakan medis invasif serta operasi. Sebagai gambaran, prosedur pemasangan ring jantung membutuhkan biaya sekitar Rp40–60 juta, operasi bypass menyerap Rp150 juta, sedangkan tindakan penggantian katup jantung bisa menembus angka Rp200 juta.
Melihat beban finansial yang kian membengkak, PERKI mendorong penguatan penanganan di tingkat hulu melalui manajemen faktor risiko dan medical check-up (MCU) berkala sebelum timbul gejala berat.
Masyarakat umum dianjurkan melakukan medical check-up rutin setahun sekali saat memasuki usia 40 tahun. Namun, bagi warga yang memiliki riwayat keluarga penyakit jantung (serangan jantung pada orang tua di bawah usia 55 tahun untuk pria atau di bawah 65 tahun untuk wanita), pemeriksaan dasar disarankan dimulai sejak usia 20 tahun.
Masyarakat diimbau untuk tidak ragu memanfaatkan program pemeriksaan kesehatan gratis maupun mengecek parameter vital secara mandiri, seperti tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol secara berkala guna menekan risiko komplikasi fatal.































