Mata Kedutan, Ini Penjelasan Dokter Mata Soal Penyebabnya
Senin, 14 September 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Mitos populer di tengah masyarakat kerap mengaitkan fenomena mata kedutan sebagai pertanda bahwa seseorang sedang menjadi bahan pembicaraan orang lain di belakang. Namun dari sudut pandang medis, keyakinan tersebut dipastikan tidak benar.
Dokter Spesialis Mata dari Mayapada Eye Center (MEC), dr. Rini Sulastiwaty Situmorang, Sp.M(K), menjelaskan bahwa dalam dunia medis kedutan dikenal dengan istilah tic, yakni kondisi kontraksi atau gerakan otot tertentu yang terjadi secara tidak terkontrol.
dr. Rini memaparkan bahwa pemicu utama timbulnya tic atau kedutan pada mata umumnya berkaitan erat dengan kondisi fisik dan pola hidup harian seseorang, seperti faktor kelelahan akibat aktivitas tinggi maupun kurang tidur.
"Kedutan itu bisa muncul karena, satu orangnya kelelahan. Kurang tidur, atau activity yang tinggi," terang dr. Rini.
Selain faktor kelelahan, kemungkinan penyebab lainnya adalah dehidrasi atau kekurangan asupan cairan tubuh. Saat seseorang berada dalam kondisi sibuk, mereka kerap lupa mengonsumsi air minum sehingga menyebabkan keseimbangan komposisi mineral dan elektrolit dalam tubuh terganggu. Perubahan ini lantas memengaruhi sistem persarafan otot, termasuk otot-otot di sekitar area mata.
Untuk mengatasi keluhan tersebut, langkah penanganan yang disarankan meliputi pemenuhan waktu istirahat yang cukup, rehidrasi cairan tubuh, serta konsumsi tambahan vitamin dan mineral jika diperlukan.
Meskipun secara umum fenomena mata kedutan ini bersifat tidak berbahaya dan dapat reda dengan sendirinya, dr. Rini mengingatkan agar masyarakat tetap waspada jika gejala tersebut berlangsung secara terus-menerus. Kedutan yang tak kunjung hilang berpotensi mengindikasikan adanya gangguan atau kelainan neuromuskular yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dari dokter spesialis.






























