News Ticker
  • RS Aisyiyah Bojonegoro Buka Layanan CT-Scan dan Foto Panoramic bagi Peserta JKN
  • Menteri Sosial Kunjungi SRMA 36 Bojonegoro, Dengar Kisah Haru Siswa
  • Warga Blora yang Dilaporkan Tenggelam di Sungai Bengawan Solo Ditemukan Meninggal
  • Pemerintah Bakal Gunakan DTSEN Sebagai Syarat untuk Penyaluran Bansos
  • Berkunjung ke Bojonegoro, Menteri Sosial Ajak Semua Pihak Dukung Sekolah Rakyat
  • Harga Emas Antam Rp 2.772.000 per Gram, Kembali Capai Harga Tertinggi
  • Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro
  • Tantangan Bojonegoro Nasional Geopark Menuju UNESCO Global Geoparks
  • Bupati Setyo Wahono Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro
  • Pemkab Bojonegoro Gelar Sarasehan Geopark, Matangkan Strategi Menuju Penilaian UNESCO
  • Anak Wajib Punya KIA, Begini Cara Mengurusnya
  • KAI Daop 8 Lakukan Rekayasa Perjalanan Jarak Jauh Imbas Normalisasi Pascabanjir
  • Fasilitasi Gaya Hidup Sehat Warga, Pemkab Bojonegoro Miliki 8 Gedung Olahraga
  • Hendak Buang Air di Sungai Bengawan Solo, Warga Kradenan, Blora Dilaporkan Tenggelam
  • Desa Kauman-Bojonegoro Raih Juara Lomba Desa Digital Tingkat Nasional
  • Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Rp 2.703.000 Per Gram, Kembali Pecahkan Rekor Baru
  • Waspada Oknum Petugas Gadungan, PLN Bojonegoro Tegaskan Prosedur Layanan Hanya Melalui Kanal Resmi
  • Global Geoparks Network Association Kunjungi Sejumlah Geosite di Bojonegoro
  • Tim dari GGN Association Bakal Dampingi Geopark Bojonegoro Menuju UNESCO Global Geopark
  • Global Geoparks Network Association Lakukan Kunjungan di Sejumlah Geosite di Bojonegoro
  • Tersengat Listrik Saat Memancing, Seorang Anak di Kalitidu, Bojonegoro Meninggal Dunia
  • Bus Tabrak Motor di Sumberrejo, Bojonegoro, Seorang Pemotor Meninggal
  • Jalan Raya Bojonegoro-Dander Dipenuhi Lumpur Proyek, Mengganggu Pengguna Jalan hingga Banyak yang Jatuh
  • Pemkab Bojonegoro Selesaikan 838 Unit Sanitasi Warga pada 2025
RS Aisyiyah Bojonegoro Buka Layanan CT-Scan dan Foto Panoramic bagi Peserta JKN

RS Aisyiyah Bojonegoro Buka Layanan CT-Scan dan Foto Panoramic bagi Peserta JKN

Bojonegoro - Rumah Sakit Aisyiyah (RSA) Bojonegoro bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Bojonegoro, secara resmi mengumumkan dimulainya pelayanan CT-Scan dan Foto Panoramic bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kamis (22/01/2026).
 
 
Peluncuran layanan yang digelar di Gedung Ji'ronah Lantai 4 RSA Bojonegoro ini menjadi tonggak penting dalam penguatan akses layanan diagnostik lanjutan bagi masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya.
 
Hal tersebut sekaligus menegaskan komitmen RSA Bojonegoro dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang modern, akurat, dan inklusif dalam ekosistem JKN. Sekaligus untuk memperluas akses diagnostik dalam menjaga keberlanjutan manfaat JKN di Kabupaten Bojonegoro
 
 

Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Dr Wahyu Giyanto, saat beri sambutan dalam peluncuran layanan CT-Scan dan Foto Panoramic bagi peserta JKN di Kabupaten Bojonegoro. Kamis (22/01/2026). (Aset: Istimewa)

 
Direktur RSA Bojonegoro, dr Tomy Oeky Prasiska MARS, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPJS Kesehatan atas sinergi dan kepercayaan yang terus dibangun.
 
Menurutnya, pembukaan pelayanan CT-Scan dan Foto Panoramic bagi peserta JKN ini merupakan wujud komitmen RSA Bojonegoro dalam menghadirkan layanan diagnostik berteknologi modern yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
 
"Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPJS Kesehatan atas kesempatan dan kolaborasi strategis ini.” tutur dr Tomy Oeky Prasiska.
 
 
Dokter Tomy juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat di RSA Bojonegoro akan segera bergabung dokter spesialis bedah jantung dan pembuluh darah (Sp BTKV), dan beberapa dokter spesialis lainnya.
 
“Ini untuk memperkuat pelayanan terbaik kepada peserta JKN dan masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya," tutur dr Tomy Oeky Prasiska.
 
Dokter Tomy menuturkan bahwa hingga 31 Desember 2025 secara nasional jumlah peserta program JKN telah mencapai 282.739.458 peserta, sebagaimana tercantum dalam Laporan Pengelolaan Program Jaminan Sosial Kesehatan.
 
Angka ini menegaskan bahwa JKN merupakan salah satu sistem jaminan kesehatan terbesar di dunia dan menjadi tulang punggung perlindungan kesehatan masyarakat Indonesia.
 
Sementara di tingkat Kabupaten Bojonegoro telah mencapai status Universal Health Coverage (UHC).  Namun meski demikian, masih terdapat sebagian peserta BPJS Kesehatan, khususnya segmen mandiri, yang mengalami tunggakan iuran sehingga berisiko terhadap keberlanjutan manfaat JKN, memalui progran Corporate Social Responsibility (CSR).
 
 
Menurutnya, penyaluran CSR pada tahap ini merupakan pilot program yang akan dievaluasi secara berkala sebagai dasar pengembangan program CSR kesehatan RSA Bojonegoro ke depan, baik dari sisi cakupan wilayah, sasaran penerima manfaat, maupun bentuk intervensi sosial kesehatan.
 
Melalui program CSR tahap awal ini, RSA Bojonegoro berikhtiar mengambil peran sosial untuk membantu menjaga kesinambungan kepesertaan dan memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap layanan kesehatan.
 
"Bagi kami, rumah sakit tidak hanya hadir sebagai institusi pelayanan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem sosial masyarakat. Program CSR ini adalah ikhtiar nyata RSA Bojonegoro untuk ikut menjaga kesinambungan manfaat JKN dan memperkuat solidaritas kesehatan di lingkungan sekitar rumah sakit,” kata dr Tomy Oeky Prasiska.
 
 
 
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Dr Wahyu Giyanto, mengawali sambutannya sangat mengapresiasi RS Aisyiyah yang telah menghadirkan pelayanan kesehatan yang modern, akurat, dan inklusif terhadap peserta JKN. Dan ini merupakan komitmen RS Aisyiyah dalam perluasann layana kepada peserta JKN.
 
Dr Wahyu Giyanto juga mengapresiasi RS Aisyiyah Bojonegoro karena melalui telah membayar angsuran peserta BPJS Kesehatan, khususnya segmen mandiri, yang mengalami tunggakan iuran, sehingga mampu mengaktifkan peserta yang mengalami tunggakan.
 
“RS Aisyiyah Bojonegoro itu sebagai pelopor bagaimana masyarakat bisa menikmati layanan JKN. RS Aisyiyah juga membayarkan angsuran keluarga tidak mampu untuk mengangsur atau membayar iuran,” tutur Dr Wahyu Giyanto.
 
 
Di akhir keterangannya Dr Wahyu Giyanto mengungkapkan bahwa penduduk Kabupaten Bojonegoro 100 persen telah terdaftar sebagai peserta JKN, namun keaktifannya baru mencapai 81 persen.
 
“Harapannya nanti masyarakat Bojonegoro keaktifannya bisa mencapai 100 persen.” tutur Dr Wahyu Giyanto.” tutur Dr Wahyu Giyanto. (red/imm)
 
  
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Ibu yang Bahagia Lahirkan Anak yang Sehat

Ibu yang Bahagia Lahirkan Anak yang Sehat

Oleh dr. George David BANYAK mitos seputar kehamilan yang masih dipercaya masyarakat hingga saat ini. Di antaranya larangan bagi ibu ...

Infotorial

Wujudkan Komitmen Berkelanjutan, PEPC JTB Hijaukan Bojonegoro Melalui Aksi Nyata Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia

Wujudkan Komitmen Berkelanjutan, PEPC JTB Hijaukan Bojonegoro Melalui Aksi Nyata Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia

Bojonegoro Memperingati hari menanam pohon indonesia 2025, PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB) menegaskan komitmennya dalam menjaga ...

Wisata

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Hari Jadi Bojonegoro Ke-348

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, telah mengagendakan sejumlah acara untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-348 yang jatuh ...

1769081085.1858 at start, 1769081085.6084 at end, 0.42250299453735 sec elapsed