RS Aisyiyah Bojonegoro Buka Layanan CT-Scan dan Foto Panoramic bagi Peserta JKN
Kamis, 22 Januari 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Rumah Sakit Aisyiyah (RSA) Bojonegoro bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Bojonegoro, secara resmi mengumumkan dimulainya pelayanan CT-Scan dan Foto Panoramic bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kamis (22/01/2026).
Peluncuran layanan yang digelar di Gedung Ji'ronah Lantai 4 RSA Bojonegoro ini menjadi tonggak penting dalam penguatan akses layanan diagnostik lanjutan bagi masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya.
Hal tersebut sekaligus menegaskan komitmen RSA Bojonegoro dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang modern, akurat, dan inklusif dalam ekosistem JKN. Sekaligus untuk memperluas akses diagnostik dalam menjaga keberlanjutan manfaat JKN di Kabupaten Bojonegoro
Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Dr Wahyu Giyanto, saat beri sambutan dalam peluncuran layanan CT-Scan dan Foto Panoramic bagi peserta JKN di Kabupaten Bojonegoro. Kamis (22/01/2026). (Aset: Istimewa)
Direktur RSA Bojonegoro, dr Tomy Oeky Prasiska MARS, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPJS Kesehatan atas sinergi dan kepercayaan yang terus dibangun.
Menurutnya, pembukaan pelayanan CT-Scan dan Foto Panoramic bagi peserta JKN ini merupakan wujud komitmen RSA Bojonegoro dalam menghadirkan layanan diagnostik berteknologi modern yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPJS Kesehatan atas kesempatan dan kolaborasi strategis ini.” tutur dr Tomy Oeky Prasiska.
Dokter Tomy juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat di RSA Bojonegoro akan segera bergabung dokter spesialis bedah jantung dan pembuluh darah (Sp BTKV), dan beberapa dokter spesialis lainnya.
“Ini untuk memperkuat pelayanan terbaik kepada peserta JKN dan masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya," tutur dr Tomy Oeky Prasiska.
Dokter Tomy menuturkan bahwa hingga 31 Desember 2025 secara nasional jumlah peserta program JKN telah mencapai 282.739.458 peserta, sebagaimana tercantum dalam Laporan Pengelolaan Program Jaminan Sosial Kesehatan.
Angka ini menegaskan bahwa JKN merupakan salah satu sistem jaminan kesehatan terbesar di dunia dan menjadi tulang punggung perlindungan kesehatan masyarakat Indonesia.
Sementara di tingkat Kabupaten Bojonegoro telah mencapai status Universal Health Coverage (UHC). Namun meski demikian, masih terdapat sebagian peserta BPJS Kesehatan, khususnya segmen mandiri, yang mengalami tunggakan iuran sehingga berisiko terhadap keberlanjutan manfaat JKN, memalui progran Corporate Social Responsibility (CSR).
Menurutnya, penyaluran CSR pada tahap ini merupakan pilot program yang akan dievaluasi secara berkala sebagai dasar pengembangan program CSR kesehatan RSA Bojonegoro ke depan, baik dari sisi cakupan wilayah, sasaran penerima manfaat, maupun bentuk intervensi sosial kesehatan.
Melalui program CSR tahap awal ini, RSA Bojonegoro berikhtiar mengambil peran sosial untuk membantu menjaga kesinambungan kepesertaan dan memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap layanan kesehatan.
"Bagi kami, rumah sakit tidak hanya hadir sebagai institusi pelayanan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem sosial masyarakat. Program CSR ini adalah ikhtiar nyata RSA Bojonegoro untuk ikut menjaga kesinambungan manfaat JKN dan memperkuat solidaritas kesehatan di lingkungan sekitar rumah sakit,” kata dr Tomy Oeky Prasiska.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Dr Wahyu Giyanto, mengawali sambutannya sangat mengapresiasi RS Aisyiyah yang telah menghadirkan pelayanan kesehatan yang modern, akurat, dan inklusif terhadap peserta JKN. Dan ini merupakan komitmen RS Aisyiyah dalam perluasann layana kepada peserta JKN.
Dr Wahyu Giyanto juga mengapresiasi RS Aisyiyah Bojonegoro karena melalui telah membayar angsuran peserta BPJS Kesehatan, khususnya segmen mandiri, yang mengalami tunggakan iuran, sehingga mampu mengaktifkan peserta yang mengalami tunggakan.
“RS Aisyiyah Bojonegoro itu sebagai pelopor bagaimana masyarakat bisa menikmati layanan JKN. RS Aisyiyah juga membayarkan angsuran keluarga tidak mampu untuk mengangsur atau membayar iuran,” tutur Dr Wahyu Giyanto.
Di akhir keterangannya Dr Wahyu Giyanto mengungkapkan bahwa penduduk Kabupaten Bojonegoro 100 persen telah terdaftar sebagai peserta JKN, namun keaktifannya baru mencapai 81 persen.
“Harapannya nanti masyarakat Bojonegoro keaktifannya bisa mencapai 100 persen.” tutur Dr Wahyu Giyanto.” tutur Dr Wahyu Giyanto. (red/imm)
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo