News Ticker
  • Bukan Hanya Kurangi Limbah Pakaian, RE3 FOR-E PNM Turut Alirkan Manfaat bagi Usaha Nasabah Laundry
  • PLN Nusantara Power Tanjung Awar-Awar Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan Lewat Program Perluasan UMKM Permata
  • Cara Cerdas Petani Bojonegoro Menguatkan Ekonomi Keluarga
  • Ungu Sajikan 12 Lagu, Mulai Hatiku Hampa hingga Seperti Mati Lampu
  • Band Lokal Hangatkan Panggung Harmony 3 Dekade BPR Bojonegoro Sebelum Ungu Naik Panggung
  • Tabrakan Vario Vs Smash di Jalan PUK Sugihwaras – Balen, Bojonegoro, Satu Orang Meninggal
  • PNM Siapkan Mental Wirausaha 2.700 Siswa SMK Se-Indonesia Lewat PNM Mengajar
  • Industri Migas Berdampingan dengan Pertanian, Bojonegoro Kokohkan Posisi Lumbung Pangan Terbesar Kedua di Jatim
  • Band Ungu Bakal Tampil di Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro, Sabtu 23 Mei 2026
  • 22 Mei dalam Sejarah
  • Avanza Tabrak Isuzu Elf dan Motor di Dander, Bojonegoro, 4 Orang Luka-Luka
  • Sinergi PLN dan Dinsos Jatim Hadirkan Layanan Omah Terapi-KU untuk Kelompok Rentan
  • Disperinaker Bojonegoro Gelar Kelas Karir Gratis untuk Sarjana Muda, Hadirkan Coach Priyo Lelaki
  • Pemkab Bojonegoro Kembali Salurkan Rp 13 M BLT Cukai Tembakau 2026 Bagi Belasan Ribu Buruh Rokok
  • Ditinggal Sopir Makan, Truk Parkir di Kalitidu, Bojonegoro Jalan Sendiri Tabrak 2 Motor dan Satu Mobil
  • Truk Boks vs Isuzu Panther di Dander, Bojonegoro, 4 Orang Luka-Luka
  • Tabrakan Supra vs Tiger di Kedungadem, Bojonegoro, Pengendara Supra Meninggal Dunia
  • Belum Teridentifikasi, Mayat Perempuan yang Ditemukan di Hutan Ngasem, Bojonegoro Dimakamkan
  • Tinggal Sendirian, Warga Padangan, Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi
  • Rumah Warga Kanor, Bojonegoro Terbakar, Kerugian Capai Rp 50 Juta
  • Hendak Mendahului, Truk Boks di Bubulan, Bojonegoro Oleng dan Masuk ke Hutan
  • Tabrak Truk Parkir, Seorang Pemotor di Ngraho, Bojonegoro Meninggal Dunia
  • Diduga Sopir Mengantuk, Sebuah Truk di Temayang, Bojonegoro ‘Nyemplung’ ke Jurang
  • Sesosok Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pinggir Hutan Ngasem, Bojonegoro
Sejumlah Sopir Truk Diduga Dimintai Uang saat Melintas di Portal Jembatan TBB, Ngraho, Bojonegoro

Sejumlah Sopir Truk Diduga Dimintai Uang saat Melintas di Portal Jembatan TBB, Ngraho, Bojonegoro

Bojonegoro - Rekaman video yang memperlihatkan sejumlah sopir truk diduga dimintai uang saat melintas di portal Jembatan Terusan Bojonegoro–Blora (TBB) di Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, viral di media sosial.
 
 
Dalam video yang beredar tersebut, tampak beberapa warga mengenakan rompi oranye berjaga di sekitar portal dan mengatur kendaraan truk yang hendak melintas.
 
Dan setelah truk berhasil melintas, tampak warga mengenakan rompi oranye tersebut menunggu atau menerima sesuatu, yang duduga uang, dari sopir truk yang hendak melintas tersebut.
 
Aksi tersebut memicu beragam reaksi dari warganet yang menduga adanya praktik pungutan liar (pungli).
 
“Waduh ini konsepnya gimana ya?” tulis Soleh, salah satu warga dalam kolom komentar.
 
 
Komentar serupa juga disampaikan akun Pranatabeni. “Gunanya portal itu untuk apa? Apa memang digunakan seperti itu,” tulisnya.
 
Warganet lain bahkan menyebut dugaan tersebut sebagai bentuk premanisme dan meminta agar segera dilaporkan kepada pihak berwenang.
 
Perbincangan mengenai dugaan pungutan di portal itu ramai diperbincangkan di berbagai platform, mulai dari grup WhatsApp, Facebook, Instagram hingga TikTok.
 
 

Tangkapan layar video yang memperlihatkan sopir truk diduga dimintai uang saat melintas di portal Jembatan TBB di Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro. (Aset: Istimewa)

 
 
Kepala Desa (Kades) Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Muntohar, dikonfirmasi awak media ini Minggu (22/02/2026) membenarkan adanya warga yang berjaga di lokasi portal tersebut.
 
Namun ia menegaskan bahwa keberadaan mereka bukan atas instruksi pemerintah desa dan tidak melakukan pungutan liar.
 
“Itu di portal kalau tidak ada yang mengatur lalu lintas malah repot, karena masuknya sempit,” ujar Muntohar.
 
 
Menurutnya, warga yang berjaga hanya membantu mengatur arus kendaraan, termasuk mengingatkan sopir terkait batas ketinggian maksimal truk yang diperbolehkan melintas, yakni 3,5 meter.
 
“Tidak ada pungutan liar, karena itu relawan, warga hanya membantu sopir karena di sebelah portal itu juga ada lubang. Tidak dikasih juga tidak apa-apa,” tuturnya.
 
Sementara itu, Kapolsek Ngraho IPTU Sutaryanto belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi terkait dugaan pungutan di portal Jembatan TBB tersebut.
 
 

Tangkapan layar video yang memperlihatkan sopir truk diduga dimintai uang saat melintas di portal Jembatan TBB di Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro. (Aset: Istimewa)

 
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro, Welly Fitrama, menjelaskan bahwa pemasangan portal di akses Jembatan TBB bukan kebijakan sepihak, melainkan hasil kesepakatan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kabupaten Bojonegoro.
 
Menurutnya, kebijakan tersebut telah mengacu pada regulasi yang berlaku, di antaranya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 82 Tahun 2018 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pengguna Jalan, serta Peraturan Menteri PUPR Nomor 13 Tahun 2024 tentang Kelas Jalan.
 
“Pemasangan portal di akses Jembatan TBB merupakan hasil rapat Forum LLAJ dan sudah sesuai dengan ketentuan peraturan,” tutur Welly.
 
 
Ia menambahkan, portal dipasang sebagai alat pengendali untuk membatasi lebar dan tinggi kendaraan agar sesuai dengan kelas jalan yang ditetapkan, sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan dan kelayakan infrastruktur.
 
Portal pembatas tersebut dipasang di ruas jalan Kabupaten Ngraho–Luwihaji, sekitar ±200 meter sebelum akses menuju Jembatan Terusan Bojonegoro–Blora yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Blora. Spesifikasi portal disesuaikan dengan kelas jalan III.
 
 
Selain portal, pemerintah juga akan memasang rambu petunjuk dan papan imbauan dari arah Bojonegoro maupun Blora guna memberikan informasi pembatasan dimensi kendaraan kepada pengguna jalan.
 
Pemasangan portal dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro dan dimulai sejak 2 Februari 2026.
 
Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya angkutan barang dan penumpang, untuk mematuhi ketentuan kelas jalan serta menyesuaikan dimensi dan muatan kendaraan demi keselamatan bersama dan keberlanjutan infrastruktur yang dibangun melalui APBD. (red/imm)
 
 
 
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1779720676.6931 at start, 1779720680.8117 at end, 4.1186261177063 sec elapsed