Datang di Bojonegoro, Mahasiswa Perminyakan ITB Belajar dari Lapangan Banyu Urip
Sabtu, 07 Februari 2026 17:30 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Lapangan Minyak Banyu Urip di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), telah menarik banyak perhatian dunia akademik. Termasuk dari mahasiswa Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Puluhan mahasiswa jurusan Teknik Perminyakan dan Seksi Mahasiswa Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) ITB ini tiba di Lapangan Banyu Urip dan bertemu dengan para insinyur ahli perminyakan EMCL. Kamis (05/02/2026).
Mereka mengikuti diskusi dengan alumni ITB yang sudah menjadi insinyur reservoir di EMCL. Tanya jawab seputar pengelolaan sumur dan produksi diikuti antusias oleh mahasiswa.
“Kami ingin tahu bagaimana ilmu di kampus diterapkan di sini,” ucap ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan ITB, Al Farel Putra Ramadhani kepada wartawan.
Mahasiswa jurusan Teknik Perminyakan ITB, saat berkunjung ke Lapangan Banyu Urip di Kabupaten Bojonegoro. Kamis (05/02/2026).
Farel mengungkapkan, mahasiswa Teknik Perminyakan di kampusnya selalu mengikuti perkembangan Lapangan Banyu Urip. Menurutnya, mahasiswa kagum terhadap bagaimana ExxonMobil mengelola lapangan tersebut agar tetap produksi besar dengan tingkat keselamatan yang tinggi.
Selama diskusi, dua insinyur EMCL menceritakan pengalaman mereka menerapkan ilmu dari perkuliahan di dunia profesional. Pola pikir dan sikap pembelajar menjadi kunci keberhasilan mereka. Karena ketika di lapangan, mereka pun mengaku harus belajar lagi. Terutama ketika dihadapkan pada tantangan lapangan yang dinamis.
Chairman SM IATMI ITB, Michael Derent Anjar Sanyoto mengakui mental pembelajar para seniornya itu. Menurutnya, anggota IATMI ITB harus bisa melatih diri agar punya sikap kritis dalam ilmu dan adaptif dalam menghadapi dinamika industri.
“Di sini kami semakin yakin bahwa ExxonMobil sangat baik dalam memfasilitasi para pekerjanya untuk terus belajar dan berinovasi,” ucap Michael Derent Anjar Sanyoto.
Saat kunjungan lapangan, Derent juga mengakui komitmen EMCL dalam menerapkan keselamatan dan menjaga lingkungan. Para mahasiswa melihat fasilitas produksi dan fasilitas penunjangnya. Menyaksikan pepohonan yang asri dan ekosistem flora fauna yang harmoni di sekitar area operasi.
Mahasiswa jurusan Teknik Perminyakan ITB, saat berkunjung ke Lapangan Banyu Urip di Kabupaten Bojonegoro. Kamis (05/02/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari program EMCL dan SKK Migas untuk dukungan terhadap dunia pendidikan. Setiap tahun, mahasiswa dari universitas lokal, nasional, dan internasional difasilitasi untuk berinteraksi langsung dengan para ahli. Selain bertukar ilmu dan pengalaman, para mahasiswa dan akademisi juga membangun jejaring dalam menciptakan inovasi untuk industri hulu migas Indonesia.
“Ini adalah komitmen kami bagi dunia pendidikan,” ucap perwakilan EMCL, Almaliki Ukay Sukaya Subqy saat menerima para mahasiswa.
Pria yang akrab dipanggil Malik ini mengatakan, EMCL bersama SKK Migas mendukung Pemerintah dalam meningkatkan taraf pendidikan masyarakat. Dukungan ini dilakukan melalui berbagai upaya baik di tingkat pra sekolah, sekolah dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Terutama di sekitar wilayah operasi EMCL.
“Kami yakin, pendidikan adalah fondasi dalam mendukung ketahanan energi,” tutur Malik, pangiilan Almaliki Ukay Sukaya Subqy. (red/imm)
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo