News Ticker
  • Awas Salah Pilih Warna! Dokter Gigi Imbau Perawatan Pemutihan Gigi Disesuaikan Warna Kulit
  • Pemkab Bojonegoro Rehabilitasi Alun-Alun Kota, Tahap I Pembangunan Menyasar Sisi Utara
  • Tekan Risiko Karhutla dan Kekeringan, Pemprov Jatim Tebar 3,2 Ton NaCl Melalui Operasi Modifikasi Cuaca
  • Pertumbuhan Ekonomi Nonmigas Bojonegoro Triwulan II 2026 Tunjukkan Kinerja Positif
  • Peringati HUT IJTI Pantura Raya, Insan Pers dan Pemda Tekankan Akselerasi Transformasi Digital
  • Mengenal Sejarah Geologi dan Minyak Bumi di Pusat Informasi Geopark Bojonegoro
  • 08 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 08 September 2026
  • Kemenhan Alokasikan Rp426 M untuk Operasional dan Gaji Personel Satuan TNI Baru di Bojonegoro
  • Bulog Bojonegoro Intensifkan Pemantauan Pasar dan Penyaluran Beras SPHP di Tiga Kabupaten
  • Karhutla Hanguskan 3.800 Hektare Lahan di Jatim, Pemprov Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca dan Penyaluran Air Bersih
  • Alternatif Olahraga Ringan Sambil Rebahan untuk Mengecilkan Perut Buncit
  • Sesosok Mayat Perempuan Warga Parengan, Tuban Ditemukan di Hutan Malo, Bojonegoro
  • 07 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 07 September 2026
  • Pesawat Latih Jatuh dan Terbakar di Blora, Pilot dan Co-pilot Selamat
  • Dukung Swasembada Gula Nasional, Pemkab Bojonegoro Kejar Perluasan Lahan Tanam Tebu 2.597 Hektare
  • Sinergi Pemkab dan Ulama, Wabup Nurul Azizah Tekankan Pentingnya Peran MUI Kecamatan di Tengah Tantangan Daerah
  • Dorong Digitalisasi Pendidikan, PGRI Bojonegoro Luncurkan Program PGRI POWER dan Gerakan Guru Mahir Koding-AI
  • 06 September dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 6 September 2026
  • Sesosok Mayat Laki-Laki Ditemukan di Kalitidu, Bojonegoro
  • Kejar Integrasi Data Bansos, Pemcam Purwosari Bojonegoro Jemput Bola Pendaftaran IKD ke Desa-Desa
  • Pemprov Jatim Susun Raperda Transportasi Terintegrasi, Layanan Trans Jatim Bakal Terhubung ke Stasiun Hingga Pelabuhan
Tim dari GGN Association Bakal Dampingi Geopark Bojonegoro Menuju UNESCO Global Geopark

Menuju UNESCO Global Geopark

Tim dari GGN Association Bakal Dampingi Geopark Bojonegoro Menuju UNESCO Global Geopark

Bojonegoro - Tim dari Global Geoparks Network (GGN) Association, selaku assessor UNESCO Global Geoparks (UGGp), laksanakan kunjungan atau verifikasi lapangan di sejumlah geosite di Kabupaten Bojonegoro.
 
Kunjungan bakal dilaksanakan selama empat hari, mulai Sabtu (17/01/2026) hingga Selasa (20/01/2026).
 
 
Menurut Vice President Global Geoparks Network (GGN) Association, Profesor Emeritus Dato' Dr Ibrahim Komoo, kunjungannya ke Bojonegoro Nasional Geopark kali ini adalah untuk memberikan beberapa pandangan tentang apa saja persiapan yang harus dilakukan, untuk ditetapkan menjadi UNESCO Global Geopark (UGGp).
 
“Tujuan saya buat kunjungan ke Bojonegoro Nasional Geopark ialah untuk melihat persediaan (persiapan) untuk diangkat menjadi UNESCO Global Geopark (UGGp).” tutur Prof Ibrahim Komoo. Sabtu malam (17/01/2026).
 
 

Vice President GGN Association, Prof Dr Ibrahim Komoo bersama tim, saat laksanakan kunjungan di Kayangan Api di Kecamatan Ngasem, Bojonegoro. Sabtu malam (17/11/2026) (Aset: imam/beritabojonegoro)

 
Menurutnya, dirinya bersama tim akan melakukan kunjungan di Bojonegoro selama empat hari, termasuk satu hari untuk melaksanakan seminar.
 
“Yang lainnya ialah membuat lawatan-lawatan (kunjungan) ke tapak (situs) geopark Bojonegorto, dan juga perbincangan-perbincangan yang spesifik menganai isu yang perlu diatasi sebelum penilai dari pada UNESCO datang membuat penilaian.” kata Prof Ibrahim Komoo.
 
 
Sementara kegiatan seminar bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai persiapan-persiapan yang patut dilakukan untuk mengangkat Geopark Bojonegoro sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp).
 
“Seminar dan lawatan (kunjungan) kepada geosite atau situs-situs warisan geologi dan juga budaya ini yang mungkin akan dijadikan dasar untuk mengangkat Geopark Bojonegoro sebagai UNESCO Global Geopark, tutur Prof Ibrahim Komoo.
 
 

Vice President GGN Association, Prof Dr Ibrahim Komoo, saat beri sambutan di Kayangan Api di Kecamatan Ngasem, Bojonegoro. Sabtu malam (17/11/2026) (Aset: imam/beritabojonegoro)

 
Saat ditanya terkait peluang Bojonegoro Nasional Geopark dapat meraih UNESCO Global Geopark (UGGp), Prof Ibrahim Komoo belum berani memastikan sebelum melakukan kunjungan ke situs-situs Bojonegoro Nasional Geopark.
 
“Ini persoalan yang sukar untuk dijawab, tapi memang dapat saya lihat ada kemajuan di dalam persediaan, baik terkait kriteria maupun pendekatan wilayahnya juga sudah semakin teratur.” tuturnya.
 
Prof Ibrahim Komoo mengungkapkan bahwa nantinya, tim dari UNESCO Global Geopark (UGGp) yang datang melakukan penilaian akan betul-betul melihat, apakah Bojonegoro Nasional Geopar bisa dianggap sebagai gepark yang sudah berjalan, atau apakah bagian manajemennya sudah mantab, dan apakah perkara-perkara yang penting di dalam sebuah geopark, umpamanya pemeliharaan warisan dan geo wisatanya sudah tersedia.
 
 
Menurutnya, ini adalah perkara-perkara yang nantinya mereka lihat dan yang akan menetukan apakah sesuai untuk ditetapkan menjadi UNESCO Global Geopark (UGGp) atau tidak.
 
“Saya tidak dapat memberikan gambaran pada saat ini. Mungkin selepas lawatan saya boleh memberikan beberapa pandangan tentang apa lagi yang patut dilakukan sebagai persediaan-persediaan ke arah UNESCO Global Geopark (UGGp).” tutur Prof Ibrahim Komoo.
 
 
 
 

Situs Geopark Kayangan Api di Kecamatan Ngasem, Bojonegoro. (Aset: imam/beritabojonegoro)

 
Diberitakan sebelumnya, tim dari Global Geoparks Network (GGN) Association, selaku assessor UNESCO Global Geoparks (UGGp), laksanakan kunjungan atau verifikasi lapangan di sejumlah geosite di Kabupaten Bojonegoro.
 
Kunjungan yang bakal dilaksanakan selama empat hari, mulai Sabtu (17/01/2026) hingga Selasa (20/01/2026) ini dilakukan sebagai bagian dari proses penilaian kelayakan Geopark Bojonegoro, untuk diajukan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp).
 
Selain itu, kunjungan ini juga bertujuan untuk memberikan gambaran langsung terkait potensi geologi, pengelolaan kawasan, pemberdayaan masyarakat, serta keberlanjutan konservasi.
 
 
 
Kunjungan dipimpin oleh Vice President Global Geoparks Network (GGN) Association, Profesor Emeritus Dato' Dr Ibrahim Komoo, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Bojonegoro Drs Kusnandaka Tjatur Prasetijo MSI, yang sekaligus merupakan General Manager (GM) Geopark Bojonegoro; Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Achmad Gunawan Ferdiansyah SSTP; Kepala Dinas Pendidikan Drs Ec M Anwar Mukhtadlo MSi;  Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Welly Fitrama SSTP MM, yang diwakili oleh Sekretaris Disbudpar Lukiswati SPd; dan sejumlah pemangku kepentingan geopark. (ed/imm)
 
 
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Imam Nurcahyo
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1788870716.1862 at start, 1788870716.5668 at end, 0.38058710098267 sec elapsed