Bekatul Tak Lagi Terbuang, Kreasi Crepe Roll Cake Jadi Inovasi Pangan Lokal Bernilai Gizi dan Ekonomi
Jumat, 30 Januari 2026 19:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Selama ini bekatul kerap dipandang sebelah mata dan lebih banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Namun di tangan Sherly Rahayu Retnoningtyas, bahan sisa hasil penggilingan padi tersebut justru diolah menjadi produk pangan modern bernilai gizi dan ekonomi tinggi berupa Crepe Roll Cake yang gurih dan alami.
Sherly, mahasiswi asal Desa Semenpinggir, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, berhasil membuktikan bahwa bahan pangan lokal yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi camilan sehat yang menarik bagi berbagai kalangan. Inovasi ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi generasi muda dalam mendukung ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Bekatul sendiri diketahui memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap, seperti serat pangan, protein, vitamin B kompleks, serta senyawa antioksidan. Sayangnya, minimnya pemahaman masyarakat membuat bekatul jarang dimanfaatkan sebagai bahan pangan manusia. Melalui kreasinya, Sherly berupaya mengubah stigma tersebut.
Dalam proses pengolahannya, bekatul terlebih dahulu melalui tahapan sterilisasi dan penyangraian untuk memastikan keamanan dan kualitas bahan. Setelah itu, bekatul diolah menjadi tepung halus yang kemudian dicampurkan ke dalam adonan crepe bersama telur, susu, gula, dan mentega. Adonan tersebut dipanggang tipis hingga menghasilkan lembaran crepe yang lembut dan lentur.
Crepe kemudian digulung dengan isian whipped cream dan potongan buah stroberi segar, menghasilkan Crepe Roll Cake dengan cita rasa gurih alami, tekstur lembut, serta tampilan yang menarik. Perpaduan rasa ini diharapkan mampu menarik minat konsumen, terutama generasi muda yang gemar mencoba camilan kekinian namun tetap bernutrisi.
Sherly mengungkapkan, tantangan utama yang dihadapi bukan hanya pada proses pengolahan, tetapi juga mengubah persepsi masyarakat terhadap bekatul. Banyak yang masih menganggap bekatul tidak layak dikonsumsi sebagai makanan manusia. Padahal, dengan pengolahan yang tepat, bekatul justru memiliki potensi besar sebagai sumber pangan alternatif.
“Inovasi ini diharapkan bisa membuka wawasan bahwa bahan sisa pangan lokal sebenarnya memiliki nilai gizi dan nilai jual yang tinggi jika diolah secara kreatif,” ujarnya.
Kreasi Crepe Roll Cake berbahan dasar bekatul ini juga mendapat perhatian dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro sebagai salah satu contoh inovasi pangan lokal berkelanjutan. Pemanfaatan bahan pangan lokal dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mengurangi limbah pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Inovasi ini membuat Sherly meraih meraih juara 2 Lomba Inovasi Olahan Sisa Pangan yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro
Selain aspek kesehatan, inovasi ini juga memiliki potensi ekonomi. Produk olahan bekatul dapat dikembangkan sebagai usaha mikro berbasis pangan lokal yang mampu membuka peluang usaha baru, khususnya bagi masyarakat pedesaan. Dengan biaya bahan baku yang relatif terjangkau, produk ini dinilai memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan.
Ke depan, Sherly berencana untuk terus menyempurnakan produknya, baik dari sisi rasa, tampilan, maupun variasi isian. Ia juga berharap inovasi ini dapat diproduksi secara lebih luas dan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih kreatif memanfaatkan bahan pangan lokal di sekitar mereka.
Melalui inovasi sederhana namun bermakna ini, bekatul tak lagi sekadar limbah, melainkan bertransformasi menjadi pangan sehat yang bernilai dan berdaya saing, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan perekonomian lokal di Kabupaten Bojonegoro.(red/toh)
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir



























.md.jpg)


