Mie Instan Saat Buka Puasa, Praktis tapi Perlu Waspada
Selasa, 17 Maret 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Mie instan sering menjadi pilihan praktis untuk buka puasa karena kemudahan dan kecepatannya. Namun, Kepala Instalasi Gizi RSUD H. Moh Ruslan Kota Mataram, Nurafiani, menyarankan agar mie instan tidak dijadikan kebiasaan rutin.
"Mie instan boleh saja menjadi menu alternatif berbuka, tetapi bukan pilihan utama yang dikonsumsi berulang setiap hari," katanya.
Untuk membuatnya lebih sehat, Nurafiani menyarankan beberapa tips:
- Tambahkan sumber protein hewani seperti telur atau ayam, serta protein nabati seperti tahu dan tempe.
- Perbanyak sayuran seperti sawi, wortel, atau bayam untuk meningkatkan asupan serat, vitamin, dan mineral.
- Kurangi penggunaan bumbu instan guna menekan asupan natrium.
- Gunakan kaldu alami dari daging atau ayam serta bumbu segar seperti bawang merah, bawang putih, dan merica sebagai penguat rasa.
- Pilih varian mi dengan kadar serat lebih tinggi dan natrium lebih rendah.
Konsumsi mie instan secara rutin dan berlebihan berpotensi memicu gangguan metabolik, seperti hipertensi, dislipidemia, penyakit jantung, hingga diabetes.
"Mie instan berbahan dasar tepung yang merupakan sumber karbohidrat, sehingga tidak berbahaya bagi sebagian orang jika dikonsumsi sesekali. Namun kandungan gizinya didominasi karbohidrat dan kalori, rendah serat serta protein, sehingga membuat seseorang lebih cepat lapar," jelas Nurafiani.
Dengan memperhatikan tips di atas, mie instan dapat menjadi pilihan yang lebih sehat untuk buka puasa.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir



























.md.jpg)


