Waspada Penularan Campak pada Anak, Tenaga Medis Ingatkan Risiko Komplikasi Hingga Peradangan Otak
Kamis, 09 April 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Penyakit campak kembali menjadi sorotan serius di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2026. Meskipun bukan merupakan penyakit baru, tren penyebarannya yang masih ditemukan menunjukkan bahwa virus ini belum sepenuhnya terkendali dan memerlukan kewaspadaan ekstra dari para orang tua.
Dokter spesialis anak dari RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, dr. Khairiyah Amalia, Sp.A. menekankan bahwa campak yang disebabkan oleh virus measles tidak boleh dipandang sebelah mata karena potensi risikonya yang fatal. Penyakit ini tidak hanya memicu masalah pada kulit, tetapi juga mampu menyerang sistem pernapasan dan memicu ensefalitis atau peradangan otak yang berisiko menyebabkan kejang pada penderitanya.
"Campak itu kelihatan ringan, tapi tidak bisa disepelekan. Apalagi jika sudah menimbulkan komplikasi hingga ke otak," ujar dr. Khairiyah Amalia, Kamis (09/04/2026).
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa sepanjang Februari 2026 hingga saat ini, tercatat telah ditemukan lima kasus campak pada anak di wilayah Bojonegoro. Meski sebagian besar pasien mengalami gejala ringan dan menjalani perawatan selama tiga hingga lima hari, potensi penularannya sangat tinggi. Dokter Khairiyah menyebutkan bahwa satu anak yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada 10 hingga 15 anak lainnya melalui droplet saat batuk atau bersin.
Menurut dr. Khairiyah, tingginya perhatian terhadap penyakit ini dipicu oleh belum lengkapnya cakupan imunisasi pada anak, salah satunya akibat dampak penundaan selama pandemi COVID-19 lalu. Selain itu, beredarnya informasi hoaks mengenai vaksin membuat sebagian orang tua merasa khawatir terhadap efek samping imunisasi, sehingga menghambat proteksi maksimal bagi kelompok balita yang memiliki daya tahan tubuh paling rentan.
Gejala awal campak biasanya ditandai dengan demam tinggi yang bisa mencapai 40 derajat Celsius, diikuti batuk, pilek, serta munculnya bercak khas di dalam mulut yang menyerupai sariawan sebelum ruam menyebar ke seluruh tubuh. Dokter Khairiyah menjelaskan bahwa perbedaan mencolok campak dengan penyakit kulit lainnya adalah ruam muncul justru saat suhu tubuh masih sangat tinggi.
"Saat gejala mulai muncul, penularan sudah bisa terjadi, bahkan sebelum terdeteksi. Satu anak bisa menularkan ke 10 sampai 15 anak lainnya melalui batuk atau bersin," jelas dr. Khairiyah Amalia.
Sebagai langkah pencegahan utama, masyarakat diimbau untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi lengkap dan tidak mudah termakan informasi yang tidak akurat. Edukasi langsung dari tenaga kesehatan diharapkan dapat menjadi kunci untuk melindungi generasi muda di Bojonegoro dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi tersebut.(red/toh)


























.md.jpg)


