News Ticker
  • Seorang Warga Cirebon Ditemukan Meninggal di Kamar Tidur Tempat Kerjanya di Baureno, Bojonegoro
  • Cari Ikan di Sungai Bengawan Solo, Warga Ngraho, Bojonegoro Dilaporkan Tenggelam
  • Remaja yang Dilaporkan Tenggelam di Sungai Bengawan Solo Kasiman, Bojonegoro Ditemukan Meninggal
  • Kemenkes Dukung Peluncuran Komisi Jurnal Lancet Pertama Garapan Ilmuwan Tanah Air
  • Hendak Menyeberang Sungai Bengawan Solo, Seorang Remaja di Kasiman, Bojonegoro Tenggelam
  • Bojonegoro Bersiap Menuju Panggung Dunia di UNESCO Global Geopark
  • Gubernur Khofifah Dorong Media Siber Ciptakan Jurnalisme Bekualitas
  • Review Infinix Hot 40 Pro, Ponsel Gaming 900 Ribuan dengan Layar 90 FPS yang Gacor
  • Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Perempatan Lisman, Bojonegoro
  • Dilaporkan Hilang, Seorang Nenek di Purwosari, Bojonegoro Ditemukan Meninggal
  • Momentum Hari Krida Pertanian, Pemkab Bojonegoro Perkuat Sinergi Jaga Kemandirian Pangan
  • Mobil Xenia Masuk Jurang di Jalur Gondang Bojonegoro, 3 Orang Terluka
  • Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup
  • Pengayuh Sepeda Tewas Ditabrak Pengendara Motor Tak Dikenal di Baureno, Bojonegoro
  • Kantor Bea Cukai Bojonegoro Musnahkan 10,35 Juta Batang Rokok Ilegal
  • Tips Percantik Visual Foto Produk UMKM dengan Memanfaatkan AI
  • Dudy Oris Ajak Nostalgia Penggemar Bojonegoro dengan Lagu Kasih Putih hingga Engkau Masih Anak Sekolah
  • Mayat Laki-laki Asal Cirebon Ditemukan di Tepi Rel Kereta Api Jetak Bojonegoro
  • Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin Buka Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026
  • Pertunjukan Reog hingga Tari Warnai Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Sebelum Resmi Dibuka
  • EMCL dan PDPM Bojonegoro Bekali Guru dan Siswa Menjadi Pionir Literasi Digital
  • Hendak Menyalip, Truk Kontainer Tabrak Truk Trailer di Margomulyo, Bojonegoro
  • Diduga Akibat Korsleting Listrik, Rumah Warga Bojonegoro Kota Terbakar
  • Anggaran Jalan Randublatung-Cepu Ditambah Jadi Rp 30 Miliar dan Diusulkan Jadi Jalan Nasional
Gelar Salat Idulfitri di 87 Lokasi, Muhammadiyah Bojonegoro Tekankan Toleransi

Gelar Salat Idulfitri di 87 Lokasi, Muhammadiyah Bojonegoro Tekankan Toleransi

Bojonegoro - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro telah menetapkan sebanyak 87 lokasi sebagai tempat penyelenggaraan Salat Idulfitri 1447 Hijriah yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten. Langkah ini diambil sebagai bagian dari kesiapan organisasi dalam menyambut hari raya, sekaligus mengantisipasi potensi adanya perbedaan penetapan 1 Syawal di tengah masyarakat.

Wakil Ketua PDM Bojonegoro, Sholikin Jamik, menyampaikan bahwa puluhan titik tersebut disiapkan untuk memfasilitasi warga Muhammadiyah dalam menjalankan ibadah secara tertib dan merata di tiap kecamatan. Penentuan lokasi ini juga bertujuan agar jamaah dapat menjangkau tempat ibadah terdekat dengan lebih mudah.

"Ada 87 titik di seluruh Kabupaten Bojonegoro," ujar Sholikin Jamik saat memberikan keterangan pada Kamis (19/03/2026).

Untuk wilayah perkotaan, pelaksanaan ibadah salat akan dipusatkan di Masjid At-Taqwa yang berada di Jalan Teuku Umar. Lokasi tersebut diproyeksikan menjadi titik utama bagi para jamaah yang berdomisili di kawasan kota dan sekitarnya.

Selain aspek persiapan teknis lapangan, Muhammadiyah memberikan perhatian khusus terhadap adanya potensi perbedaan dalam penetapan awal 1 Syawal 1447 Hijriah. PDM Bojonegoro berharap perbedaan tersebut tidak menjadi pemicu keretakan hubungan sosial, melainkan disikapi dengan kedewasaan dan sikap saling menghormati antarumat Islam.

Dalam imbauannya, organisasi ini menegaskan bahwa persatuan umat tidak harus selalu diwujudkan melalui keseragaman waktu pelaksanaan ibadah. Perbedaan metode dalam penentuan hari raya dipandang sebagai bagian dari dinamika yang wajar dan semestinya tidak mengurangi nilai ukhuwah islamiyah.

Sholikin Jamik menekankan bahwa esensi kebersamaan terletak pada kesamaan niat dalam beribadah kepada Allah SWT. Menurutnya, yang paling utama adalah ketaatan setiap individu pada dasar hukum yang diyakini dalam beribadah tanpa mengesampingkan kasih sayang sesama muslim.

"Yang terpenting adalah memiliki dasar yang jelas dalam beribadah dan tetap menjaga kasih sayang antar sesama muslim," katanya menjelaskan esensi toleransi tersebut.

Lebih lanjut, masyarakat diajak untuk menghayati makna Idulfitri sebagai momentum untuk kembali fitrah dengan meningkatkan ketaatan setelah menjalani ibadah Ramadan. PDM Bojonegoro berharap seluruh rangkaian ibadah tahun ini dapat berlangsung khidmat serta memperkuat harmoni di tengah keberagaman yang ada di Bojonegoro.(red/toh)

 

Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1782325699.2171 at start, 1782325699.813 at end, 0.59596705436707 sec elapsed