News Ticker
  • Memahami Diri Sendiri Lebih dari Sekadar Apa yang Terlihat
  • Tersengat Listrik, Seorang Pekerja Peternakan Ayam di Sumberrejo, Bojonegoro Meninggal Dunia
  • Pemkab Bojonegoro Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Selama Dua Hari Pemberangkatan Haji
  • Insiden di Bekasi Timur Ganggu Perjalanan KA, Daop 8 Surabaya Lakukan Penyesuaian Operasi
  • Gubernur Khofifah Targetkan Jawa Timur Jadi Pusat Substitusi Impor Infus Nasional
  • Dispusip Bojonegoro Gelar Bimtek Kearsipan, Upaya Menuju Standar Nasional
  • Petani Bojonegoro Peringkat Kedua Nasional Serap Pupuk Organik di Tengah Krisis Regenerasi
  • Integritas Aparatur Menjadi Kunci Perbaikan Sistem Pengendalian Korupsi di Bojonegoro
  • Angkutan Pelajar Gratis di Bojoneogro Mulai Aktif Kembali
  • Pemprov Jatim Borong Penghargaan Nasional di Peringatan Hari Otonomi Daerah
  • Perkuat Ketahanan Pangan, Program KOLEGA Bojonegoro Sasar 335 Keluarga Penerima Manfaat Tahun 2026
  • Optimalkan Pencegahan Korupsi, BPKP Pusat Jadikan Bojonegoro Percontohan Nasional
  • Perkuat Tata Kelola, 430 Pengurus Koperasi Desa Merah Putih Ikuti Bimtek Laporan Keuangan
  • Minimal 46 Persen Penduduk Bojonegoro Harus Ikuti CKG Tahun 2026
  • Wabup Nurul Azizah Ajak Masyarakat Bojonegoro Beli Telur Hasil Program Gayatri
  • Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, KAI Sampaikan Permohonan Maaf
  • Kaitan Antara Konsumsi Tempe dan Risiko Asam Urat
  • Arief Januwarso Nahkodai ICMI Bojonegoro Periode 2026-2031
  • MWCNU Kapas Gelar Lailatul Ijtima di Desa Bogo, Wadah Konsolidasi Anggota
  • TNI Koramil Sukosewu Santuni Nenek Korban Penipuan Modus Haji di Desa Klepek
  • Nggon Sahdu, Inovasi Agrowisata Satu Rumah Satu Pohon Durian di Kecamatan Gondang
  • Pemkab Bojonegoro Perkuat Kapasitas Aparatur Desa Melalui Mitigasi Kekeringan dan Akurasi Data Sosial
  • Kena Tipu Berangkat Haji, Lansia di Sukosewu Rugi Puluhan Gram Emas
  • Lapas Bojonegoro dan BNNK Tuban Perkuat Sinergi Berantas Narkoba Serta Penggunaan Ponsel Ilegal
Gelar Salat Idulfitri di 87 Lokasi, Muhammadiyah Bojonegoro Tekankan Toleransi

Gelar Salat Idulfitri di 87 Lokasi, Muhammadiyah Bojonegoro Tekankan Toleransi

Bojonegoro - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro telah menetapkan sebanyak 87 lokasi sebagai tempat penyelenggaraan Salat Idulfitri 1447 Hijriah yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten. Langkah ini diambil sebagai bagian dari kesiapan organisasi dalam menyambut hari raya, sekaligus mengantisipasi potensi adanya perbedaan penetapan 1 Syawal di tengah masyarakat.

Wakil Ketua PDM Bojonegoro, Sholikin Jamik, menyampaikan bahwa puluhan titik tersebut disiapkan untuk memfasilitasi warga Muhammadiyah dalam menjalankan ibadah secara tertib dan merata di tiap kecamatan. Penentuan lokasi ini juga bertujuan agar jamaah dapat menjangkau tempat ibadah terdekat dengan lebih mudah.

"Ada 87 titik di seluruh Kabupaten Bojonegoro," ujar Sholikin Jamik saat memberikan keterangan pada Kamis (19/03/2026).

Untuk wilayah perkotaan, pelaksanaan ibadah salat akan dipusatkan di Masjid At-Taqwa yang berada di Jalan Teuku Umar. Lokasi tersebut diproyeksikan menjadi titik utama bagi para jamaah yang berdomisili di kawasan kota dan sekitarnya.

Selain aspek persiapan teknis lapangan, Muhammadiyah memberikan perhatian khusus terhadap adanya potensi perbedaan dalam penetapan awal 1 Syawal 1447 Hijriah. PDM Bojonegoro berharap perbedaan tersebut tidak menjadi pemicu keretakan hubungan sosial, melainkan disikapi dengan kedewasaan dan sikap saling menghormati antarumat Islam.

Dalam imbauannya, organisasi ini menegaskan bahwa persatuan umat tidak harus selalu diwujudkan melalui keseragaman waktu pelaksanaan ibadah. Perbedaan metode dalam penentuan hari raya dipandang sebagai bagian dari dinamika yang wajar dan semestinya tidak mengurangi nilai ukhuwah islamiyah.

Sholikin Jamik menekankan bahwa esensi kebersamaan terletak pada kesamaan niat dalam beribadah kepada Allah SWT. Menurutnya, yang paling utama adalah ketaatan setiap individu pada dasar hukum yang diyakini dalam beribadah tanpa mengesampingkan kasih sayang sesama muslim.

"Yang terpenting adalah memiliki dasar yang jelas dalam beribadah dan tetap menjaga kasih sayang antar sesama muslim," katanya menjelaskan esensi toleransi tersebut.

Lebih lanjut, masyarakat diajak untuk menghayati makna Idulfitri sebagai momentum untuk kembali fitrah dengan meningkatkan ketaatan setelah menjalani ibadah Ramadan. PDM Bojonegoro berharap seluruh rangkaian ibadah tahun ini dapat berlangsung khidmat serta memperkuat harmoni di tengah keberagaman yang ada di Bojonegoro.(red/toh)

 

Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Memahami Diri Sendiri Lebih dari Sekadar Apa yang Terlihat

Memahami Diri Sendiri Lebih dari Sekadar Apa yang Terlihat

Di tengah kehidupan yang berjalan semakin cepat dan penuh tuntutan, tidak sedikit orang yang diam-diam merasa tertinggal, seolah-olah dirinya belum ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1777886019.4999 at start, 1777886020.1328 at end, 0.63288593292236 sec elapsed