News Ticker
  • Pemprov Jatim Kaji Pajak Kendaraan Listrik untuk Dukung Ekonomi Hijau dan Hindari Disparitas
  • Diduga Sopir Mengantuk, Truk Profit Tabrak Truk Trailer Parkir di Jalan Untung Suropati Bojonegoro
  • Waspadai Tren Gangguan Pendengaran di Usia Muda
  • Optimasi Data Desa Pemkab Blora Libatkan Belasan Ribu ASN untuk Tekan Angka Kemiskinan
  • Pemkab Bojonegoro Gelar Bimtek PPID Tingkat Desa, Mitigasi Kemarau Jadi Perhatian Penting
  • Edukasi Geopark Sejak Dini, Siswa SMPN 1 Purwosari Jelajahi Kekayaan Alam Bojonegoro
  • Polres Blora Gagalkan Penyelundupan Ratusan Tabung LPG Bersubsidi Asal Tuban
  • Pemkab Blora Gelar Pelatihan Konten Kreator di Loco Tour Cepu
  • Transformasi Pertanian Bojonegoro Lewat Teknologi Drone Sprayer di Desa Sumodikaran
  • Kementerian Agama Bantah Isu Pengambilalihan Kas Masjid oleh Pemerintah
  • Bazar UMKM Perempuan Warnai Peringatan Hari Kartini di Bojonegoro
  • Sinergi Aparatur dan Semangat Emansipasi Warnai Upacara Gabungan di Bojonegoro
  • Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Kejaksaan Negeri Bojonegoro Hadirkan Gedung Kantor Pelayanan
  • Jatuh dan Tercebur ke Parit, Pemotor asal Rengel, Tuban Meninggal di Kedungadem, Bojonegoro
  • Tabrakan di Balen, Bojonegoro, Seorang Pemotor Luka-luka
  • Gelar Festival Alam Lestari, RPS Tanam Pohon dan Tebar Puluhan Ribu Benih Ikan di Tuban
  • Kedapatan Curi Tembaga di Kanor, Bojonegoro, 2 Warga Tuban Ditangkap, Satu Lainnya Buron
  • Tabrakan Truk vs Innova di Kapas, Bojonegoro, Pengemudi Innova Luka-Luka
  • Ribuan Calon Jemaah Haji Bojonegoro Dipastikan Aman saat Berangkat di Tengah Konflik Timur Tengah
  • Objektivitas Pendataan DTSEN Menjadi Fondasi Utama Ketepatan Sasaran Program Pemerintah Bojonegoro
  • Uji Kepribadian dan Rekam Jejak Media Sosial Jadi Penentu Seleksi Calon Paskibraka Bojonegoro 2026
  • Muhammad Alpandy, Pramuka Pejalanan Kaki Keliling Nusantara dengan Misi Literasi Budaya
  • Integritas Kepemimpinan Harus Jadi Kunci Utama Pencegahan Korupsi di Lingkungan Pemkab Bojonegoro
  • Kapolres Bojonegoro Santuni Ainur Riza, Remaja Penyandang Disabilitas di Trucuk
Waspadai Tren Gangguan Pendengaran di Usia Muda

Waspadai Tren Gangguan Pendengaran di Usia Muda

Kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan organ pendengaran menjadi poin utama dalam dialog interaktif SAPA! Malowopati FM yang berlangsung pada Rabu (22/04/2026) kemarin. Spesialis THT, Dr. Alan Perdana, Sp.THTBKL hadir sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya melindungi telinga sejak dini.

Dalam penjelasannya, dr. Alan memaparkan bahwa mekanisme pendengaran manusia sangat bergantung pada kesehatan sel rambut halus di dalam telinga. Kerusakan pada bagian ini bersifat fatal karena menjadi pemicu utama menurunnya fungsi pendengaran hingga menyebabkan ketulian permanen.

“Kerusakan pada sel rambut halus ini menjadi penyebab utama terjadinya penurunan pendengaran hingga ketulian,” jelasnya.

Dokter Alan mengungkapkan bahwa masalah yang paling sering ditemui di tengah masyarakat adalah ketulian yang disebabkan oleh paparan suara bising serta kebiasaan buruk saat membersihkan telinga. Ia mengingatkan dengan tegas agar warga tidak melakukan pembersihan telinga hingga menyentuh bagian gendang secara langsung.

“Membersihkan telinga cukup di bagian luar saja, sekitar seperempat dari liang telinga. Jika terlalu dalam, justru berisiko menimbulkan luka dan infeksi,” tegas dr. Alan.

Selain kebiasaan mengorek, ia juga menyoroti gaya hidup remaja masa kini yang sering menggunakan alat pendengar suara atau headset dengan volume tinggi dalam durasi lama. Hal ini memicu tren peningkatan gangguan pendengaran pada kelompok usia muda. Untuk meminimalisir risiko, ia menyarankan penerapan aturan volume yang aman.

“Batas aman paparan suara adalah 80 desibel. Namun, penggunaan yang dianjurkan adalah pada volume 60 persen maksimal selama satu jam per hari agar tetap aman,” ujarnya.

Masyarakat juga diminta mengenali tanda-tanda awal gangguan pendengaran, salah satunya adalah munculnya suara berdenging atau tinnitus yang sering terasa saat suasana sedang sunyi. Jika gejala ini muncul secara berulang, hal itu menjadi indikasi adanya masalah pada sel rambut halus.

Sebagai langkah pencegahan, dr. Alan menganjurkan pemeriksaan rutin ke fasilitas kesehatan setiap enam bulan sekali. Layanan ini juga sudah tersedia dan dapat diakses menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Mengingat telinga adalah organ vital yang tidak dapat digantikan, pencegahan melalui kebiasaan yang benar merupakan langkah perlindungan terbaik bagi fungsi pendengaran sepanjang hayat.

 

Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir
 
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1776920090.2536 at start, 1776920094.247 at end, 3.9934270381927 sec elapsed