Waspadai Tren Gangguan Pendengaran di Usia Muda
Kamis, 23 April 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan organ pendengaran menjadi poin utama dalam dialog interaktif SAPA! Malowopati FM yang berlangsung pada Rabu (22/04/2026) kemarin. Spesialis THT, Dr. Alan Perdana, Sp.THTBKL hadir sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya melindungi telinga sejak dini.
Dalam penjelasannya, dr. Alan memaparkan bahwa mekanisme pendengaran manusia sangat bergantung pada kesehatan sel rambut halus di dalam telinga. Kerusakan pada bagian ini bersifat fatal karena menjadi pemicu utama menurunnya fungsi pendengaran hingga menyebabkan ketulian permanen.
“Kerusakan pada sel rambut halus ini menjadi penyebab utama terjadinya penurunan pendengaran hingga ketulian,” jelasnya.
Dokter Alan mengungkapkan bahwa masalah yang paling sering ditemui di tengah masyarakat adalah ketulian yang disebabkan oleh paparan suara bising serta kebiasaan buruk saat membersihkan telinga. Ia mengingatkan dengan tegas agar warga tidak melakukan pembersihan telinga hingga menyentuh bagian gendang secara langsung.
“Membersihkan telinga cukup di bagian luar saja, sekitar seperempat dari liang telinga. Jika terlalu dalam, justru berisiko menimbulkan luka dan infeksi,” tegas dr. Alan.
Selain kebiasaan mengorek, ia juga menyoroti gaya hidup remaja masa kini yang sering menggunakan alat pendengar suara atau headset dengan volume tinggi dalam durasi lama. Hal ini memicu tren peningkatan gangguan pendengaran pada kelompok usia muda. Untuk meminimalisir risiko, ia menyarankan penerapan aturan volume yang aman.
“Batas aman paparan suara adalah 80 desibel. Namun, penggunaan yang dianjurkan adalah pada volume 60 persen maksimal selama satu jam per hari agar tetap aman,” ujarnya.
Masyarakat juga diminta mengenali tanda-tanda awal gangguan pendengaran, salah satunya adalah munculnya suara berdenging atau tinnitus yang sering terasa saat suasana sedang sunyi. Jika gejala ini muncul secara berulang, hal itu menjadi indikasi adanya masalah pada sel rambut halus.
Sebagai langkah pencegahan, dr. Alan menganjurkan pemeriksaan rutin ke fasilitas kesehatan setiap enam bulan sekali. Layanan ini juga sudah tersedia dan dapat diakses menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Mengingat telinga adalah organ vital yang tidak dapat digantikan, pencegahan melalui kebiasaan yang benar merupakan langkah perlindungan terbaik bagi fungsi pendengaran sepanjang hayat.



























.md.jpg)


