News Ticker
  • Jatim Siapkan Mitigasi Krisis Energi dan Pangan di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah
  • Tekan Angka Diabetes, BPOM Resmi Sahkan Label ‘Nutri-Level’ pada Pangan Olahan
  • Kecelakaan Tabrak Lari di Gayam, Bojonegoro, Seorang Pemotor Meninggal, Seorang Lainnya Luka Berat
  • Penumpang Angkutan Lebaran di Stasiun Bojonegoro Capai 55 Ribu, Meningkat 15 Persen dari Tahun Sebelumnya
  • Diduga Akibat Korsleting Listrik, Bangunan Toko di Bojonegoro Kota Terbakar
  • Djarum Foundation bersama YBSI Gelar Pengobatan Gratis di Sumberrejo, Bojonegoro
  • Tabrak Bak Belakang Truk, 2 Pemotor di Kalitidu, Bojonegoro Meninggal Dunia
  • Terlindas Truk di Kasiman, Bojonegoro, Seorang Pemotor asal Senori, Tuban Meninggal Dunia
  • Tabrakan Toyota Rush dengan Truk di Bawah Flyover Gayam, Bojonegoro, 5 Orang Luka-luka
  • Spekta Bumi Fun Run 2026 Siap Digelar di Bojonegoro 3 Mei 2026
  • Bupati Blora Ingatkan Jajaran OPD Perkuat Tata Kelola Bersih dan Cegah Korupsi
  • Ratusan Guru Raudhatul Athfal Bojonegoro Pererat Silaturahmi Melalui Momentum Halal Bihalal
  • Pemkab Bojonegoro Susun Strategi Edukasi Pengelolaan Sampah Menuju Adipura 2026
  • Ratusan Aparatur Sipil Negara Terima SK Pensiun, Bupati Bojonegoro Tekankan Pengabdian Masyarakat
  • Pentol Legend Depan BRI Bojonegoro, Kuliner Ndaging dan Empuk Tepi Jalan
  • Bupati Blora Ambil Sumpah Ratusan PNS, Tekankan Dedikasi dan Pelayanan Santun kepada Masyarakat
  • Prakiraan Cuaca di Bojonegoro 01 April 2026
  • 01 April dalam Sejarah
  • Pemkab Bojonegoro Terapkan Aturan ASN Berangkat Kerja Naik Sepeda Tiap Senin
  • Diduga Akibat Lilin, Kakek Penderita Sakit Lumpuh di Dander, Bojonegoro Meninggal Terbakar
  • Diduga Serangan Jantung, Petani di Balen, Bojonegoro Meninggal di Sawah
  • Rembesan Air Berbau Gas Muncul di Dalam Rumah Warga Ngasem, Bojonegoro
  • Meriahkan Ulang Tahun ke-30, BPR Bojonegoro Bakal Hadirkan Band Ungu
  • Kamis Malam di Kafe Satu Sisi, Musisi Bojonegoro Berkumpul dalam Harmoni Kolaborasi

Tekan Angka Diabetes, BPOM Resmi Sahkan Label ‘Nutri-Level’ pada Pangan Olahan

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) resmi menyetujui penerapan sistem pelabelan gizi terbaru yang disebut "Nutri-Level" untuk produk pangan olahan di Indonesia. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah dalam menekan angka penyakit tidak menular (PTM), seperti diabetes dan obesitas, yang terus meningkat akibat konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (GGL) yang tidak terkontrol.

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa regulasi ini telah ditandatangani melalui Rancangan Revisi Peraturan BPOM tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan pada Senin (6/4/2026). Sistem ini mengadopsi model serupa "Nutri-Grade" yang telah sukses diterapkan di Singapura, dengan tujuan memudahkan masyarakat dalam memilih asupan yang lebih sehat.

Sesuai dengan bocoran regulasi yang disepakati, label Nutri-Level akan membagi produk pangan ke dalam empat kategori warna dan huruf yang mudah dikenali oleh konsumen:

  • Level A (Hijau Tua): Menandakan produk dengan kandungan GGL yang paling rendah atau lebih sehat.
  • Level B (Hijau Muda): Menandakan kandungan GGL dalam kategori rendah.
  • Level C (Kuning): Menandakan produk yang perlu dikonsumsi secara bijak.
  • Level D (Merah): Menandakan kandungan GGL tinggi yang harus dibatasi konsumsinya sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.

"Pelabelan Nutri-Level diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat. Ini bukan larangan konsumsi, melainkan alat edukasi agar publik lebih bijak memahami apa yang mereka makan," ujar Taruna Ikrar dalam keterangan resminya di Kantor BPOM, Jakarta.

Meskipun bertujuan mulia untuk kesehatan publik, penerapan Nutri-Level ini memicu beragam reaksi di tengah masyarakat. Muncul perdebatan apakah label visual yang mencolok—terutama warna merah pada Level D—akan benar-benar membantu konsumen atau justru menimbulkan rasa was-was (parno) saat berbelanja.

Sebagian pihak menilai transparansi informasi ini sangat membantu, terutama bagi penderita diabetes yang harus memantau asupan gula dengan ketat. Namun, di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa pelabelan ini bisa menciptakan stigma negatif terhadap produk pangan tertentu.

BPOM sendiri berharap pelaku usaha tidak melihat kebijakan ini sebagai hambatan, melainkan peluang bisnis untuk menjadi pionir dalam menciptakan tren konsumsi pangan yang lebih sehat. Saat ini, rancangan peraturan tersebut tengah memasuki tahap harmonisasi sebelum benar-benar diwajibkan di pasar.

Dengan hadirnya Nutri-Level, masyarakat kini ditantang untuk lebih cermat membaca label pada kemasan. Pilihan ada di tangan konsumen: apakah akan tetap setia pada rasa, atau mulai beralih demi investasi kesehatan jangka panjang.

 

Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1775538016.8006 at start, 1775538017.1839 at end, 0.38325786590576 sec elapsed