News Ticker
  • Inilah Cara Warga Bojonegoro Menabung Air untuk Musim Kemarau
  • Film Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki, Kisah Horror Berbalut Investigasi Jurnalistik yang Mencekam
  • Rutin Minum Teh Tekan Risiko Penyakit Jantung 11 Persen, Ini 4 Aturan Penyeduhan yang Tepat
  • Pemprov Jatim Gelar Deklarasi dan Edukasi Serentak Pelindungan Anak di Ruang Digital
  • Satpol PP Bojonegoro Imbau Warga Hindari Perhiasan Mencolok di Car Free Night
  • Rekayasa Lalu Lintas Car FRee Night, Ruas Jalan Alun-Alun Ditutup dan Tersedia Kantong Parkir Gratis
  • 24 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro24 Oktober 2026
  • Semarakkan HJB ke-349, Pemkab Bojonegoro Gelar Bojonegoro Youth Festival 2026 dan Bagikan 600 Voucher Gratis
  • Rumah Warga Kapas, Bojonegoro Terbakar, Kerugian Capai Rp 100 Juta
  • Bojonegoro Ikuti Verlap Penyelenggaraan PUG, Buktikan Program Berbasis Kesetaraan Gender
  • Kunjungi Ponpes Al-Fatimah, Kapolres Bojonegoro Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja
  • Kasus Stunting pada Bayi di Blora Jadi Perhatian, Wabup Sri Setyorini Tekankan Pencegahan Sejak Dini
  • Kukuhkan Pengurus IPSM Blora 2026–2031, Bupati Arief Rohman Minta Persoalan Sosial Cepat Teratasi
  • Boleh Dikonsumsi Harian, Ini Aturan BPOM dan Dokter Gizi Soal Penggunaan Susu Kental Manis
  • Cegah Risiko Cyberbullying Hingga Eksploitasi, Pemkab Bojonegoro Sosialisasi PP Tunas dan Program Perisai Anak
  • 23 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 23 Oktober 2026
  • Upacara Peringatan HSN 2026 Pemkab Bojonegoro Digelar di Alun-Alun, Bupati Wahono Bacakan Amanat Menag
  • Mitos Cabut Gigi Atas Bikin Buta: Penjelasan Medis dan Anatomi Organ
  • 10 Ribu KUpon Kuliner Gratis untuk Warga Disediakan di Bojonegoro Bahagia Car Free Night
  • 22 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Kecelakaan di Kapas, Bojonegoro, Seorang Pengendara Motor Meninggal Dunia
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 22 Oktober 2026
Selamat Jalan Sang Indonesianis, Ben Anderson

Selamat Jalan Sang Indonesianis, Ben Anderson

*Oleh Muhammad Roqib

 Pemikir dan peneliti Indonesia terkemuka, Benedict Richard O’Gorman Anderson atau lebih dikenal dengan sapaan Ben Anderson meninggal dunia dalam usia 79 tahun di Batu, Malang, Jawa Timur, kemarin.

Ben Anderson adalah profesor emeritus dalam bidang studi internasional di Universitas Cornell, Amerika Serikat. Ia dikenal luas lewat bukunya yang berjudul Imagined Communities (Komunitas terbayang). Buku itu hingga kini masih menjadi rujukan penting mengenai gagasan awal terbentuknya sebuah bangsa.

Selama hidupnya Ben Anderson dikenal sebagai Indonesianis yang banyak mendedikasikan ilmu dan karyanya untuk menulis tentang Indonesia. Salah satunya adalah Language and Power: Exploring Political Cultures in Indonesia yang merupakan kumpulan esainya sejak tahun 1966 – 1985.

Jasa Ben Anderson bagi Indonesia salah satunya adalah mendedikasikan penelitian selama 40 tahun untuk menemukan identitas penulis asli buku “Tjamboek Berdoeri Indonesia Dalem Api dan Bara”.

Buku lainnya tentang Indonesia yang cukup terkenal adalah Revolusi Pemuda yang menyoroti tentang Pendudukan Jepang dan Perlawanan di Jawa 1944 – 1946. Sedangkan, salah satu buku terbarunya yang diterbitkan di Indonesia adalah Dibawah Tiga Bendera; Anarkisme Global dan Imajinasi Antikolonial pada Agustus 2015.

Di antara karya Ben Anderson yang paling terkenal adalah Imagined Communities : Reflections on the Origin and Spread of Nationalism. Buku itu dianggap sebuah karya klasik dalam ilmu sosial dan ilmu politik.

Ben Anderson dalam buku itu menjelaskan secara sistematis dengan menggunakan pendekatan materialis historis bahwa faktor-faktor utama yang menyebabkan munculnya nasionalisme di dunia selama tiga abad terakhir.

Ben Anderson berpendapat bahwa lahirnya suatu bangsa pada abad 20 dimulai dari terbentuknya komunitas terbayang (imagined communities). Tumbuhnya kesadaran dari komunitas terbayang itu untuk berdaulat. Salah satu yang menjadi pemicu munculnya kesadaran membangun komunitas terbayang atau cikal bakal sebuah bangsa itu disebabkan munculnya mesin cetak atau Ben Anderson menyebutnya kapitalisme cetak.

Pendapat Ben Anderson tentang lahirnya nasionalisme ini juga terjadi di Indonesia pada masa kekuasaan Kolonial Belanda. Munculnya mesin cetak dan surat kabar yang memakai bahasa Melayu memunculkan kesadaran pada pribumi terutama kalangan pribumi terpelajar. Bahasa melayu pasar menjadi pengikat suku dan bangsa-bangsa yang tersebar di Nusantara saat itu.

Kemudian, lahirnya Budi Utomo dan Sumpah Pemuda yang menyatakan berbangsa satu, bertanah air satu, dan berbahasa satu, menjadi cikal bakal lahirnya bangsa Indonesia. Selamat jalan Sang Indonesianis, karyamu akan selalu abadi.

ilustrasi www.sindonews.com

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Menghadapi tumpukan materi kuliah, kejaran tenggat tugas, dan jadwal kelas pagi yang tak kompromi sering kali memaksa mahasiswa mencari jalan ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Bojonegoro - Bukan sekadar destinasi wisata anyar, Geosite Kedung Lantung di Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi ...

1792867462.1779 at start, 1792867463.1036 at end, 0.92564511299133 sec elapsed