24 Daerah di Jawa Timur Darurat Kekeringan
Kamis, 24 September 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Sebanyak 24 kabupaten/kota di Jawa Timur secara resmi telah menetapkan status darurat kekeringan akibat kemarau panjang. Wilayah Pulau Madura menjadi kawasan dengan dampak paling parah, sementara belasan ribu warga di Kabupaten Bojonegoro juga mulai merasakan krisis air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, menjelaskan bahwa dari puluhan daerah terdampak, Kabupaten Sampang mencatatkan jumlah warga terdampak terbanyak mencapai 67.203 jiwa, disusul Pamekasan sebanyak 18.631 jiwa (5.994 KK), serta Bangkalan sebanyak 17.623 jiwa.
"Wilayah Madura masih menjadi daerah dengan dampak terparah. Selain itu, dampak kekeringan juga meluas ke Kabupaten Pasuruan dengan 14.752 jiwa terdampak, Trenggalek 11.625 jiwa, Bojonegoro 11.400 jiwa, Bondowoso 9.960 jiwa, serta kawasan Pacitan dan Tuban," ungkap Gatot, Rabu (23/09/2026).
Secara akumulatif di tingkat provinsi, total warga terdampak kekeringan di Jawa Timur saat ini telah menyentuh angka 153.971 jiwa atau sebanyak 37.585 kepala keluarga.
Guna menangani krisis air bersih tersebut, BPBD Jatim bersama pemerintah daerah setempat, CSR BUMD, pihak swasta, hingga PMI telah menggelontorkan bantuan pasokan air bersih secara berkala. Sebanyak 18.548.700 liter air bersih tercatat telah didistribusikan ke 23 kabupaten/kota.
Gatot memastikan stok logistik penanganan bencana kemarau di Jawa Timur masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah-daerah yang krisis.
"Kami masih menyiagakan 13.835 ritase pasokan air bersih, di mana masing-masing ritase berisi 5.000 liter. Selain itu, kami juga menyiapkan bantuan sarana pendukung berupa 1.400 tandon air, 5.000 jeriken, 500 tandon lipat, serta 17.500 terpal," pungkasnya.































