Dukung Infrastruktur Pertanian, Pemkab Bojonegoro Siap Bangun 163 Titik JUT Tahun 2026
Rabu, 28 Januari 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Guna memastikan infrastruktur jalan bagi petani lebih mudah, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) akan membangun 163 titik Jalan Usaha Tani (JUT) di tahun 2026. Anggaran yang telah disiapkan untuk program ini mencapai Rp31,143 miliar. Dengan adanya JUT, diharapkan petani lebih mudah dalam membawa hasil pertanian mereka.
Kepala Bidang Sarana, Prasarana, dan Perlindungan Tanaman DKPP Bojonegoro, Yuni Arba'atun, menjelaskan bahwa pembangunan JUT tahun ini difokuskan pada jalur-jalur yang memang sudah sering dilalui petani atau lahan existing dengan syarat lebar jalan minimal 2,5 meter.
“Kami ingin memastikan bahwa jalan yang dibangun bukan sekadar pajangan, tapi benar-benar bisa dilewati kendaraan pengangkut," ungkap Yuni Arba’atun, Rabu (28/01/2026).
Jalan Usaha Tani merupakan salah satu program unggulan Pemkab Bojonegoro dalam cakupan Petruk Tani atau Pembangunan Infrastruktur Pertanian. Yuni Arba'atun menambahkan bahwa DKPP berharap dengan adanya JUT, petani bisa terbantu karena ongkos angkut hasil panen menjadi lebih murah dan tenaga mereka tidak terkuras habis di jalan.
"Pemkab Bojonegoro memberikan prioritas bagi kelompok tani yang belum mendapatkan bantuan hibah pada tahun sebelumnya. Program ini dirancang agar manfaat pembangunan dirasakan secara merata dan menjangkau mereka yang selama ini mungkin merasa terpinggirkan," kata Yuni.
Bagi para pengurus Kelompok Tani atau Gabungan Kelompok Tani yang ingin mengajukan perbaikan jalan di wilayahnya, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat tersebut meliputi pengajuan proposal atas nama kelompok, menunjukkan lokasi jalan yang selama ini digunakan atau lokasi existing, serta memastikan kelompok tersebut belum menerima hibah pada tahun lalu.
Pembangunan 163 titik JUT ini diharapkan menjadi urat nadi ekonomi yang membuat wajah pertanian Bojonegoro lebih cerah dan sejahtera. Kehadiran infrastruktur ini menjadi upaya nyata pemerintah untuk mendengarkan keluh kesah petani yang selama ini kesulitan membawa pulang hasil jerih payahnya.(red/toh)




























.md.jpg)


