Meski Gaji UMR dan Rupiah Melemah, Anda Tetap Bisa Punya Rumah
Selasa, 27 Januari 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Meski nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus menunjukkan tren pelemahan di awal tahun 2026, dengan posisi sekitar Rp16.800 hingga Rp16.900 per dolar AS akibat berbagai faktor global seperti ketidakpastian kebijakan The Fed, arus keluar modal asing, dan tekanan geopolitik, memiliki rumah tetap menjadi impian yang bisa diraih bahkan bagi pekerja dengan gaji UMR atau UMP.
Ada beberapa langkah cerdas yang bisa diterapkan untuk mewujudkan kepemilikan rumah tanpa harus menunggu kenaikan gaji yang signifikan. Salah satu strategi utama yang ditekankan adalah memanfaatkan program KPR bersubsidi dari pemerintah.
Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau KPR Sejahtera FLPP menawarkan bunga tetap rendah sekitar 5 persen per tahun, uang muka yang minim mulai dari 1 hingga 5 persen, serta tenor panjang hingga 20 hingga 30 tahun. Program ini sangat cocok bagi pekerja berpenghasilan UMR karena cicilan bulanan bisa ditekan agar tidak melebihi 30 persen dari gaji bulanan, sesuai ketentuan perbankan.
Selain itu, langkah-langkah pendukung lainnya meliputi menabung secara konsisten untuk uang muka. Disarankan menyisihkan minimal 10 hingga 20 persen gaji setiap bulan ke rekening khusus, bahkan memanfaatkan instrumen tabungan berjangka atau reksa dana pasar uang yang relatif aman untuk mengalahkan inflasi.
Pencarian rumah dengan harga terjangkau juga menjadi kunci. Prioritaskan rumah subsidi tipe 36 atau rumah sederhana di pinggiran kota maupun daerah berkembang, di mana harga masih berada di bawah Rp200 juta hingga Rp300 juta, sesuai batas ketentuan KPR FLPP.
Menambah penghasilan sampingan turut membantu memperkuat kemampuan finansial. Bekerja paruh waktu, melakukan pekerjaan freelance, atau menjalankan usaha kecil dapat menambah pemasukan sehingga cicilan terasa lebih ringan.
Terakhir, pengelolaan keuangan yang disiplin sangat penting. Hindari gaya hidup boros, lunasi utang konsumtif terlebih dahulu, dan terapkan prinsip pembagian pengeluaran seperti 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan, serta 20 persen untuk tabungan dan investasi.
Dengan kombinasi langkah-langkah tersebut, memiliki rumah bukan lagi mimpi yang jauh bagi pekerja berpenghasilan UMR, terutama di tengah kondisi rupiah yang melemah dan harga properti yang cenderung naik mengikuti pergerakan kurs.
Pemerintah terus mendorong program perumahan rakyat untuk mendukung masyarakat berpenghasilan rendah. Bagi Anda yang berpenghasilan UMR—yang pada 2026 rata-rata berkisar Rp4 juta hingga Rp5 jutaan tergantung provinsi—mulailah dengan menghitung kemampuan finansial secara realistis, lalu mendatangi bank atau developer yang bekerja sama dengan program subsidi untuk mendapatkan simulasi cicilan yang sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini. (red/toh)




























.md.jpg)


