Pemkab Bojonegoro Selesaikan 838 Unit Sanitasi Warga pada 2025
Sabtu, 17 Januari 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berhasil menyelesaikan pembangunan 838 unit sanitasi baru sepanjang tahun 2025. Program ini difokuskan pada warga kurang mampu di wilayah pedesaan, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan akses fasilitas sanitasi yang layak dan aman bagi seluruh masyarakat.
Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Utilitas Umum Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro, Zunaedi, menjelaskan bahwa inisiatif ini tidak sekadar menambah infrastruktur fisik. Lebih dari itu, program tersebut juga berperan sebagai sarana edukasi massal tentang pentingnya sanitasi dalam menjaga kesehatan masyarakat, melestarikan lingkungan, serta mendukung aspek sosial kehidupan bermasyarakat.
"Pembangunan sanitasi ini menjadi komitmen kami untuk mewujudkan sanitasi inklusif. Setiap warga berhak mendapatkan fasilitas yang aman dan memadai," ungkap Zunaedi.
Capaian tahun 2025 ini melanjutkan tren positif sebelumnya, yaitu pada 2023 dibangun 1.523 unit, kemudian melonjak menjadi 2.956 unit di tahun 2024. Untuk tahun 2026, Pemkab Bojonegoro menargetkan pembangunan 876 unit sanitasi baru, menunjukkan konsistensi dalam prioritas sektor ini.
Program tersebut selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bojonegoro 2025-2029, serta mendukung proyek strategis nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, khususnya penyediaan sanitasi aman, berkelanjutan, dan tahan terhadap perubahan iklim berbasis City-Wide Inclusive Sanitation (CWIS).
Proses penyaluran bantuan sanitasi melibatkan partisipasi aktif masyarakat mulai dari tingkat desa. Warga atau kelompok penerima manfaat mengajukan permohonan ke pemerintah desa, yang kemudian diverifikasi melalui Musyawarah Desa (Musdes). Proposal selanjutnya diajukan ke bupati melalui DPKPCK untuk validasi dan alokasi anggaran, serta diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) via Bappeda.
Dengan program ini, diharapkan tidak hanya kebutuhan dasar infrastruktur terpenuhi, tetapi juga terjadi perubahan perilaku menuju hidup bersih dan sehat. Hal tersebut akan berkontribusi mengurangi risiko penyakit, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta membangun fondasi Bojonegoro yang lebih sehat, bersih, dan tangguh menghadapi tantangan masa depan.
Pemkab Bojonegoro mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung dan memanfaatkan program sanitasi ini demi kesejahteraan bersama. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs resmi Pemkab Bojonegoro.(red/toh)




























.md.jpg)


