Pemkab Bojonegoro Pastikan Proyek Trotoar dan Drainase Tahun 2025 Sesuai Aturan
Jumat, 09 Januari 2026 17:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh proyek infrastruktur tahun anggaran 2025 dengan tata kelola yang benar, transparan, dan sesuai aturan. Fokus utama saat ini adalah proyek rehabilitasi trotoar dan saluran drainase di wilayah perkotaan, yang semula ditargetkan rampung akhir Desember 2025 namun mengalami keterlambatan di beberapa titik.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menjelaskan bahwa Pemkab telah melakukan koordinasi intensif dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna menjamin aspek legalitas dan transparansi proyek tersebut.
"Pembayaran dilakukan berdasarkan kondisi fisik riil saat itu. Hal ini merupakan strategi tepat agar di kemudian hari tidak muncul permasalahan hukum atau 'tabungan masalah'," ujar Nurul Azizah, Jumat (09/01/2025).
Untuk proyek yang belum tuntas per 31 Desember 2025, diberikan perpanjangan waktu pengerjaan selama 50 hari kalender. Jika dalam masa perpanjangan tersebut pekerjaan tetap belum selesai, pembayaran akan ditunda dan anggaran akan dialokasikan kembali pada Perubahan APBD (P-APBD) berikutnya.
"Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar pembangunan ini segera tuntas dan memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh warga Bojonegoro," tambahnya.
Proyek rehabilitasi trotoar dan drainase ini mencakup tujuh ruas jalan utama di wilayah perkotaan, yaitu Jalan WR Supratman Timur, Jalan KH. Mansyur, Jalan WR Supratman Barat, Jalan AKBP M. Soeroko, Jalan Sawunggaling, Jalan Agung Suprapto, Jalan Pattimura,, Jalan Panglima Polim.
Menurut Zunaidi, Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Utilitas Umum Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro, progres pengerjaan menunjukkan tren positif. Dua ruas jalan, yaitu Jalan WR Supratman Timur dan Jalan KH. Mansyur, telah selesai 100%. Sementara ruas lainnya rata-rata sudah mencapai di atas 80%.
Tujuan utama proyek ini adalah menata wajah kota Bojonegoro agar lebih tertib, nyaman bagi pejalan kaki, serta mengatasi masalah genangan air saat musim hujan melalui perbaikan drainase. Pemkab juga melakukan evaluasi internal untuk meningkatkan ketepatan waktu dan efisiensi tata kelola proyek di masa mendatang.
Dengan berbagai upaya ini, Pemkab Bojonegoro optimis proyek dapat segera diselesaikan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, sekaligus menjaga prinsip good governance dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur daerah.(red/toh)




























.md.jpg)


