News Ticker
  • Tidur di Kamar Terang Berdampak Buruk bagi Jantung, Studi Temukan Risiko Penebalan Otot Jantung
  • Hadiri Forum Bersama Menko AHY, Gubernur Khofifah Paparkan Inovasi Permata Jatim dan Sikawanku Penanganan Kawasan Kumuh
  • RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Hadirkan Layanan MRI 3 Tesla dan MSCT 256 Slice
  • Bupati Blora Sambangi ID FOOD demi Optimalkan Sektor Pertanian dan Peternakan
  • Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal, Disperinaker Bojonegoro Fasilitasi Pendaftaran Merek Gratis bagi Pelaku IKM
  • Hadiri Rakor Bersama Menko IPK AHY, Bupati Blora Siap Perluas Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu
  • Tingkatkan Resapan Air, DLH Bojonegoro dan EMCL Gelar Kampanye Biopori di Padangan
  • 15 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 15 September 2026
  • Dari Peserta Magang Menjadi Operator, Kisah Anak Bojonegoro di Lapangan Gas JTB
  • Seni Memimpin di Zona Tak Diketahui: Panduan Penting Bagi Pemimpin Perusahaan
  • Mata Kedutan, Ini Penjelasan Dokter Mata Soal Penyebabnya
  • 14 September dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 14 September 2026
  • Karnaval HUT Kemerdekaan RI Desa Wadang, Ngasem, Bojonegoro Tampilkan Keragaman Budaya
  • Wakil Kepala BGN Copot Kepala Dapur dan Suspend Permanen SPPG Sukorejo 2 Blora Buntut Keracunan Siswa,
  • Cegah Pencemaran Sungai, Warga di Kecamatan Gayam, Bojonegoro Gelar Aksi Jaga Bumi Kita
  • Tutup Pelatihan PKA Angkatan III, Wabup Nurul Azizah Minta 30 Pejabat Bojonegoro Jadi Penggerak Perubahan
  • 12 September dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 12 September 2026
  • Buka Pameran Temporer di Museum Rajekwesi, Wabup Nurul Azizah Tekankan Pentingnya Merawat Sejarah dan Kebudayaan Daerah
  • Resmikan Pusat Riset Pesantren, Gubernur Khofifah Salurkan Beasiswa untuk 1.100 Santri Jatim
  • Tingkatkan Tertib Administrasi Digital, DWP Bojonegoro Gelar Bimtek Updating E-Reporting
  • Jurnalis Bojonegoro Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan yang Hilang saat Liputan Bencana Anak Krakatau
Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional Tingkat Provinsi Jatim Digelar di Bojonegoro

Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional Tingkat Provinsi Jatim Digelar di Bojonegoro

Bojonegoro - Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBII) ke II Tahun 2019, yang sedianya jatuh pada tanggal 23 September, untuk tingkat Provinsi Jawa Timur, digelar pada Minggu (29/09/2019) di Alon-alon Kota Bojonegoro, tepatnya di Jalan Mas Tumapel, depan Pendapa Pemkab Bojonegoro.
 
 
Peringatan HBII tahun 2019 tersebut mengambil tema 'Dengan Bahasa Isyarat Semua Terlibat'. Dan kegiatan tersebut diikuti lebih dari 750 peserta dari 15 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan untuk Kesehahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) se Jawa Timur dan komunitas difabel lainnya.
 
 
Acara diawali dengan lomba jalan sehat dan lomba fashion show, selain itu ada lomba mewarnai, yang diikuti siswa-siswi dari SLB, di Bojonegoro. Kemudian lomba pantomim, lomba bahasa isyarat indonesia (bisindo).
Dalam kegiatan tersebut, juga dilaksanakan pencatatan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), untuk flash mob penyandang disabilitas rungu dengan jumlah peserta terbanyak, yaitu 772 orang.
 
 
 
 

Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawanah, bersama Forpimda Bojonegoro, melaksanakan pelepasan balon dan penyiraman kembang. Minggu (29/09/2019)

 
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawanah; Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadlly SIK MH MSi; Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Bambang Hariyanto; Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Imam Sholikin Ketua DPP Gergatin, Bambang Prasetyo; Ketua DPD Gergatin Provinsi Jawa Timur, Maskurun atau biasa dipanggil Yuyun; Perwakilan dari MURI, Wida; Pj Sekda Bojonegoro, Abimanyu Poncoadmojo; Para Asisten Setda Pemkab Bojonegoro, Para Staf Ahli Bupati, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Bojonegoro, Camat se Kabupatten Bojonegoro dan tamu undangan lainnya.
 
 
Selain itu, hadir juga perwakilan dari 15 DPC Gerkatin di Jawa Timur, antara lain: 1). DPC Bojonegoro; 2). DPC Kota Surabaya; 3). DPC Kota Malang; 4). DPC Kabupaten Malang; 5). DPC Kota Kediri; 6). DPC Kabupaten Kediri; 7). DPC Kabupaten Nganjuk; 8). DPC Kabupaten Ngawi; 9). DPC Kabupaten Trengalek; 10). DPC Kota Blitar; 11). DPC Kota Madiun; 12). DPC Kabupaten Madiun; 13). DPC Kabupaten Jember; 14). DPC Kabupaten Tuban; 15). DPC Kabupaten Sumenep; dan 16). Forum Komunikasi Tuna Rungu Indonesia (Fokatri) Surabaya.
 
 
 

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elisabet SP, saat beri sambutan dalam Peringatan HBII tingkat Provinsi Jawa Timur di Bojonegoro,  Minggu (29/09/2019)

 
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elisabet SP, yang juga selaku ketua panitian penyelengara, mengawali sambutannya menuturkan bahwa merupakan satu pengalaman yang luar biasa dapat menggelar kegiatan tersebut, karena dalam persiapan kegiatan tersebut, untuk bisa berkomunikasi, memberikan informasi, menanyakan berbagai hal, dengan cara yang tidak biasa, tetapi bisa terkomunikasikan denggan baik.
 
"Sungguh luar biasa kami dibantu oleh semua pihak, dapat menyelenggarakan acara ini," tutur Helmy.
 
Helmy menuturkan bahwa pihaknya bersama teman tuli se Jawa Timur, ingin menunjukkan prestasi mereka dalam berbagai hal.
 
"Dan pada hari ini mereka akan kita dukung bersama, untuk bisa menyebar luaskan bahasa isyarat Indonesia dalam bentuk flash mob, yang akan diikuti oleh teman tuli se Jawa Timur," tutur Helmy.
 
 
 
 

Ketua DPD Gerkatin Provinsi Jawa Timur, Maskurun saat beri sambutan dalam Peringatan HBII tingkat Provinsi Jawa Timur di Bojonegoro,  Minggu (29/09/2019)

 
Sementara itu Ketua DPD Gerkatin Provinsi Jawa Timur, Maskurun atau biasa dipanggil Yuyun, mengawali sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Bojonegoro yang telah menyelenggarakan acara tersebut.
 
"Saya benar-benar mengucapkan terima kasih untuk Bupati Bojonegoro. Saya melihat luar biasa acara ini, saya salut. Ini baru pertama kali yang saya lihat seperti ini. tuturnya dalam bahasa isyarat, yang diterjemahkan oleh pemandu bahasa.
 
 
Menurut Yuyun, selama 6 tahun penyelenggaraan Hari Tuli Internasional, dirinya mengaku baru pertama kali ini mendapatkan pengalaman yang luar biasa di Bojonegoro.
 
"Selama lima tahun kemarin, saya belum melihat yang seluar biasa sekarang ini. Ini baru yang pertama dan betul-betul luar biasa di Bojonegoro ini." tuturnya mengimbuhkan
 
Yuyun juga berharap pada Pemkab Bojonegoro agar pelayanan terhadap teman tuli di Bojonegoro bisa semakin lebih baik, karena tuli itu setara denga orang-orang dengar.
 
"Saya bahagia. Mudah mudahan semua tuli yang datang ke sini bisa merasakan kebahagiaan juga seperti yang saya rasakan hari ini," tuturnya.
 
 
 

Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawanah, bersama Forpimda Bojonegoro, melaksanakan pelepasan balon dan penyiraman kembang. Minggu (29/09/2019)

 
Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawanah mengawali sambutnya sangat mengapresiasi acara tersebut. Menurut Bupati, difabel merupakan difabel adalah mausia yang mempunyai keistimewaan dan kelebihan.
 
"Yang sempurna belum tentu mengasah kelebihannya, tetapi yang difabel mempunyai keistimewaan." kata Bupati.
 
Bupati juga mengungkapkan bahwa di Bojonegoro ada sekitar 4 ribu penyandang difabel. Pada kesempatan terebut, Bupati mengungkapkan bahwa dirinya dan Pemkab Bojonegoro, menaruh harapan yang besar terhadap anak-anak difabel.
 
"Saya kok jadi semangat belajar bahasa isyarat. Mudah-mudahan tahun depan saya sudah bisa mengerti bahasa isyarat," tutur Bupati berharap.
 
Bupati menyampaikan bahwa dengan bahasa isyarat, semua orang bisa mengerti. Bahasa isyarat juga sekaligus menyamakan intonasi kalimat dan meiliki banyak kelebihan lainnya.
 
"Mulai sekarang mari sama belajar bahasa isyarat, sehigga itu bagian untuk mendorong masyarakat menggunakan bahasa isyarat." kata Bupati.
 
 
Di akhir sambutannya, Bupati berharap mudah-mudahan usaha yang telah dilaksanakan dalam mensupport putra-putri dan anak-anak difabel, tercatat denggan tinta emas.
 
"Biarkan Allah yang membalas semuanya. Dengan keikhlasan ini, mudah-mudahan kita tetap diberikan rasa syukur, denga apa yang tidak mereka (penyandang difabel) miliki," kata Bupati di akhir sambutannya.
 
Sebelumnya, Bupati bersama Forpimda Bojonegoro, melaksanakan pelepasan balon dan penyiraman kembang, sebagai isyarat bahwa teman tuli dapat berkembang dengan baik. Dan setelah sambutan-sambutan, dilakukan penyerahan Cendra Mata dari Gergatin Pusat dan anak Gergatin Bojonegoro pada Bupati Bojonegoro.  (dan/imm)
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Peserta Magang Menjadi Operator, Kisah Anak Bojonegoro di Lapangan Gas JTB

Dari Peserta Magang Menjadi Operator, Kisah Anak Bojonegoro di Lapangan Gas JTB

Bojonegoro - Delapan tahun lalu, sebanyak 108 putra-putri terbaik Bojonegoro memulai langkah kecil sebagai peserta Program Apprentice SKK Migas bersama ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1789474924.3036 at start, 1789474924.9705 at end, 0.66690707206726 sec elapsed