News Ticker
  • 4 Agustus dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 4 Agustus 2026
  • Kecelakaan Beruntun Tiga Motor di Trucuk Bojonegoro, Satu Pengendara Meninggal Dunia
  • PDM Bojonegoro Terima Hibah Rp5,5 Miliar APBD untuk Pembangunan Kantor Permanen
  • Dukung Swasembada Pangan, Petani Milenial Kedungadem Bikin Brigade Pangan Tunas Berkembang
  • Sering Minum Minuman Manis Sejak Kecil Tingkatkan Risiko Hipertensi Saat Dewasa
  • Kejar Elektrifikasi Seratus Persen, Pemprov Jatim Pasang Instalasi Listrik Gratis di Enam Kabupaten
  • 3 Agustus dalam Catatan Sejarah
  • Rumah Warga di Kepohkidul Kedungadem Hangus Terbakar, Kerugian Puluhan Juta
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 3 Agustus 2026
  • Penerimaan Pajak DJP Jatim I Capai 51 Persen, Industri Rokok Jadi Penyumbang Terbesar
  • Awas Bahaya Kebiasaan Menunduk Saat Main Ponsel Bisa Picu Saraf Kejepit
  • Kunjungi Blora, Menko Zulhas Wajibkan SPPG Borong Bahan Pangan MBG dari Potensi Desa
  • Pemprov Jatim Bebaskan Denda Pajak Kendaraan Selama Agustus 2026
  • Gedung Sekolah Belum Rampung, 30 Siswa Baru SRMA 18 Blora Sementara Dititipkan ke Rembang
  • Sinergi Dinsos Bojonegoro dan IZI Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Balen
  • Pemkab Bojonegoro Gandeng Universitas Brawijaya Dorong Inovasi Peternakan Berkelanjutan
  • 02 Agustus dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 2 Agustus 2026 di Bojonegoro
  • Pemkab Bojonegoro Borong Lima Penghargaan pada Puncak Harganas ke-33 Jawa Timur
  • Jalan Kaki 10 Menit Setelah Makan Efektif Turunkan Gula Darah dan Atasi Kembung
  • Sebelum Nonton Spider-Man Brand New Day, Film-film Ini Perlu Ditonton
  • Optimalkan Kinerja Pemerintahan Digital, Pemkab Bojonegoro Matangkan Data Dukung Evaluasi 2026
  • Pemkab Bojonegoro Optimistis Masuk UNESCO Global Geopark
Profesor Muladno Puji Semangat Perubahan Peternak Bojonegoro

Profesor Muladno Puji Semangat Perubahan Peternak Bojonegoro

Oleh Redaksi

Bojonegoro Kota – Penggagas Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) dari  Institute Pertanian Bogor Profesor Muladno, memuji semangat perubahan SPR Mega Jaya Dusun Ngantru Desa Sekaran Kecamatan Kasiman, saat sambutan di acara penandatanganan kontrak kerjasama SPR Mega Jaya dengan Ikasmada Kediri 1980, Selasa (19/09/2017) siang tadi.

Prof Muladno mengakui bahwa pola pikir para peternak di Kasiman ini mengalami kemajuan yang sangat luar biasa. Mulai dari pengetahuan hingga kemampuan mereka dalam bidang peternakan mengalami peningkatan.

Tak hanya itu, para peternak sekarang ini sudah memiliki pandangan yang jauh ke depan untuk mengembangkan peternakan. Beternak bukan lagi sampingan bagi mereka, melainkan menjadi pekerjaan utama, jadi bisa total.

“Keingintahuan mereka tinggi, mudah menerima arahan dan mau diajak berubah.  Jika beberapa daerah  kecenderungan mereka berpikir konvensional, namun di Bojonegoro ini beda mereka mau dibimbing dan diarahkan  jika salah juga mau untuk dibenarkan. Ini sangat susah lho. Diajak mau berubah  itu bukan perkara  gampang, namun peternak di Bojonegoro mematahkan hal itu mereka mau diarahkan dan dibimbing serta jika salah mau dibenarkan," kata Profesor Muladno.

Muladno menjelaskan, model SPR jauh lebih menguntungkan dibanding beternak konvensional, apalagi jika ada pihak  ketiga yang bermitra. Dari kemitraan yang dilakukan  SPR  Mega Jaya hari ini saja para petani sudah mendapatkan keuntungan.  Dari MoU ini setiap peternak mendapat  biaya pakan Rp5,5 juta untuk  12 bulan. Setelah itu ketika usia 12 bulan  sapi dijual maka keuntungan  setelah dikurangi  biaya pakan  maka keuntungan akan dibagi 70:30  yakni dengan hitungan  70 persen  menjadi hak peternak  sedangkan 30 persen pemilik  modal. Jika dihitung  keuntungan perhari  yang didapat adalah Rp15 ribu perhari selama 12 bulan.  Jika memakai  sistem konvensional  maka berdasarkan perhitungan keuntungan yang didapat peternak  hanya Rp3 ribu  perhari  selama 12 bulan. Belum lagi ketika ada kematian  ternak ditanggung  bersama yakni  peternak  dan pemilik  modal, jika mereka belum diasuransikan. Namun jika sudah maka akan mendapatkan  jaminan dari tanggungan asuransi peternakan.

“Hal utama yang ingin ditanamkan oleh pihak kami  adalah  kemandirian peternak dan peningkatan kemampuan para peternak. Lagi pula kami hanya akan mendampingi dalam kurun waktu 4 tahun saja. Setelah 4 tahun  maka akan dilepas, meskipun ya akan tetap dilakukan pemantauan tentunya,” katanya. 

Prof Mulatno juga menegaskan, bahwa indukan yang terbaik adalah sapi lokal. Sapi luar negeri akan membutuhkan kerja yang ektra keras.

Sementara itu perwakilan  IACBP Roby menuturkan bahwa kebanyakan peternak di Indonesia ini belum akrab dengan dunia perbankan. “Semangat peternak Bojonegoro ini sangatlah luar biasa. Bisa dikatakan dibanding 8 lokasi IACBP di Indonesia yakni Jawa, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Lampung, Bengkulu dan NTB, semangat peternak Bojonegoro yang mau belajar dan gampang untuk diarahkan menjadi salah satu modal yang berharga,” katanya. (red)

Foto penandatanganan kontrak kerjasama antara SPR Mega Jaya dan Ikasmada Kabupaten Kediri. Profesor Muladno (baju putih).

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1785810005.7624 at start, 1785810006.9089 at end, 1.1465210914612 sec elapsed