News Ticker
  • DPRD dan Pemprov Jatim Resmi Sepakati KUA-PPAS APBD 2027, Fokus Perkuat Fondasi Pembangunan Daerah
  • Dorong Budaya Riset untuk Percepat Pembangunan Bojonegoro Bersama INSPIRA RISBO
  • Petani Tembakau Bojonegoro Sumringah, Pemkab Gelontorkan Bantuan Ribuan Kilogram Pupuk NPK
  • Berhenti Saat Ada Perbaikan Jalan, Mobil yang Ditumpangi KH Anwar Zaid Ditubruk Truk di Padangan, Bojonegoro
  • 11 Agustus dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 11 Agustus 2026
  • Peluang Kembali Normal, Kenali Serba-Serbi Prediabetes dan Cara Pencegahannya
  • 10 Agustus dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 10 Agustus 2026
  • Jumlah Penumpang Stasiun Bojonegoro Naik 8 Persen, Puluhan Ribu Orang Gunakan Layanan KA Selama Juli 2026
  • Ribuan Warga Meriahkan Malam Festival Ayam Panggang Ledok Kulon
  • Studi Terbaru Ungkap Kaitan Pola Makan Tinggi Lemak dengan Risiko Kanker Usus
  • Komunitas Arisan Sampah Mapak di Bojonegoro Gelar Kampanye Pilah Sampah dan Kreasi Daur Ulang Botol
  • Jelang Pembukaan Kembali, Perhutani dan Pemdes Deling Matangkan Persiapan Wisata Negeri Atas Angin
  • Pemkab Bojonegoro dan DPRD Sepakati Struktur Anggaran Perubahan 2026 Senilai Triliunan Rupiah
  • Pastikan Keselamatan Perjalanan, KAI Daop 8 Surabaya Turun Langsung Cek Jalur dan Fasilitas Stasiun Bojonegoro
  • 09 Agustus dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 09 Agustus 2026
  • Kementerian Agama Raih Popular Government Institutions Award 2026 dari The Iconomics
  • Panduan Aman Mengonsumsi Psyllium Husk untuk Bantu Lancarkan Pencernaan
  • Pemprov Jatim Salurkan Tali Asih untuk Keluarga Pahlawan Nasional dan Perintis Kemerdekaan
  • Dukung Produktivitas Petani, Pemkab Bojonegoro Salurkan 526 Ton Pupuk NPK Tembakau
  • 8 Agustus dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 8 Agustus 2026
Peringatan Dini Bencana Perlu Manfaatkan IT

Peringatan Dini Bencana Perlu Manfaatkan IT

Oleh Heriyanto

Bojonegoro - Komandan Kodim 0813 Kabupaten Bojonegoro, Letkol Inf Herry Subagyo, mengatakan, penerapan informasi dan teknologi (IT) mesti diaplikasikan dalam manajemen sistem peringatan dini (early warning) Penanggulangan Keadaan Darurat dan Bencana (PKDB) di daerah ini. Sebab, penerapan IT dipastikan mampu menekan kemungkinan timbulnya kerugian fisik dan korban jiwa.

Hal itu dikatakan Letkol Herry saat evaluasi simulasi PKDB Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB PPEJ) di Lapangan Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (23/11/2016) siang.

"Peringatan dini perlu disiapkan dengan menerapkan IT di dalamnya," ingatnya. Hal itu penting dilakukan, tambahnya, agar proses evakuasi dan penyelamatan warga dan barang- barang milik warga mampu dilaksanakan secara maksimal, efektif, dan efisien dari sisi waktu saat terjadi bencana dan atau keadaan bahaya akibat kegagalan teknologi maupun bencana alam.

"Dalam konteks ini, kita bisa bekerja sama dengan pihak Kepolisian. Teknologi Polri sudah masuk ke situ," ujarnya.

Hal lain yang ditekankan orang pertama di Kodim Bojonegoro adalah, antarlembaga yang terlibat dalam manajemen PKDB diberi payung memorandum of understanding (MoU) terkait implementasi penanganan bencana, baik bencana alam maupun bencana kegagalan teknologi.

"Sehingga, begitu benar-benar terjadi bencana, langsung bisa bekerja maksimal, aspek koordinasi dan komunikasi antarinstansi yang terlibat di dalamnya tak menemui kendala," ingatnya.

Simulasi PKDB JOB PPEJ melibatkan sekitar 750 petugas dari Kodim, Polres, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, PMI, Dinas Perhubungan, PMK, Dinas Kominfo, Kecamatan Kapas, Kades dan warga Desa Ngampel, Desa Campurejo, dan Desa Sambiroto. Simulasi PKDB juga melibatkan sekitar 450 warga dari tiga desa yang berada di kawasan ring I operasi JOB PPEJ: Desa Ngampel, Desa Campurejo, dan Desa Sambiroto.

Field Admin Superintendent (FAS) JOB PPEJ, Akbar Pradima, mengatakan, simulasi PKDB ini merupakan program aksi korporasi dalam menerapkan prinsip kehati-hatian yang dijalankan manajemen JOB PPEJ dalam operasi industri hulu migas.

"Kami sadar bahwa industri hulu migas padat teknologi dan modal. Resikonya juga tak kecil. Makanya, simulasi tanggap darurat ini penting kami lakukan di semua lapangan operasi JOB PPEJ di Bojonegoro dan Tuban," kata Akbar.

Dengan simulasi PKDB ini, ingatnya, jika di kemudian hari terjadi bencana akibat kegagalan teknologi operasi industri hulu migas, warga yang berada di ring I dan sekitarnya serta stakeholder terkait siap melakukan evakuasi dan menyelamatkan harta benda miliknya.

"Bencana akibat kegagalan teknologi sangat tidak kita harapkan terjadi. Namun demikian, kami dan warga sekitar wilayah operasi mesti membekali diri dan paham kondisi tanggap darurat," tambahnya.

Secara faktual, pada simulasi kemarin, digambarkan terjadi kegagalan teknologi dari  operasial JOB PPEJ di PAD B. Ketika terdapat peringatan dini terkait adanya bencana itu, ratusan warga kemudian bergegas keluar dari rumahnya dan berkumpul di titik-titk aman yang telah ditentukan.

Ratuasan warga yang tinggal di sekitar lokasi bencana tersebut kemudian dievakuasi dengan mengggunakan sejumlah kendaraan truk ke titik aman yang jauh dari lokasi terjadinya bencana untuk menghindari jatuhnya korban jiwa. Titik evakuasi antara lain di Balai Desa Ngampel, Balai Desa Campurejo, dan lainnya.

Sebelum itu, petugas Infokom menginformasikan dengan pengeras suara kepada warga atas kejadian bencana akibat kegagalan teknologi di lapangan operasi JOB PPEJ.

Selain evakuasi warga, dalam kegiatan PKDB itu juga digambarkan tentang kesiapan petugas dalam menangani para korban serta situasi yang terjadi di sekitar lokasi bencana.

Dalam kesempatan itu, selain adanya kegagalan teknologi industri, juga disimulasikan terjadi ledakan yang mengakibatkan kebakaran satu bangunan. Kebakaran di bangunan tak berselang lama dipadamkan PMK Bojonegoro.

Koordinasi yang baik antarlembaga tersebut membuat bencana dengan cepat bisa teratasi dan keadaan wilayah tersebut kembali normal. "Di Bojonegoro ini ada potensi bencana alam dan bencana akibat kegagalan teknologi. Karena itu, early warning system dengan menerapkan IT mesti harus dipikirkan dan diterapkan," ingat Dandim Bojonegoro, Letkol Herry Subagyo. (her/moha)

 

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1786427288.3826 at start, 1786427289.2534 at end, 0.87081599235535 sec elapsed