Baru Akan Resmi Dibuka Malam, Lokasi Festival Ledre Ramai Pengunjung
Kamis, 08 Oktober 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Festival Ledre Bojonegoro 2026 digelar hari ini, Kamis (08/09/2026). Rencananya dibuka oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono pada malam nanti sekira pukul 19.00 WIB. Suasana di lokasi festival terasa menyengat. Matahari pukul 13.00 WIB sedang ganas-ganasnya. Tapi tawa dan celoteh warga di sepanjang tenda UMKM sekitar lokasi festival meramaikan suasana. Sekitar lima puluh tenda UMKM berderet rapi di kanan kiri jalan hingga panggung acara. Ada yang olah tubuh. Ada yang merias diri dan memastikan semua perangkat pertunjukan berfungsi semestinya.
Di panggung sendiri, kelompok reog Singo Rejo dari Desa Sonorejo Kecamatan Padangan tengah bersiap-siap untuk tampil.
Kopi Ledre Delleuda juga baru datang dan masih siap-siap. Anang Ma’ruf, si pemilik menyapa awak media ini.
“Nanti ngopi di tempat kami, Mas!” katanya sembari siap-siap.

Suasana lokasi Festival Ledre Bojonegoro 2026 yang digelar di sekitar lapangan Kecamatan Purwosari, Kamis (08/10/2026) nampak mulai ramai dikunjungi warga. Festival baru akan dibuka secara resmi malam nanti oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono. Aset: Berita Bojonegoro/ Tohir
Camat Purwosari Ike Widyaningrum mengatakan, festival ini untuk mengenalkan ledre sebagai kuliner khas Bojonegoro sekaligus mendorong masyarakat melihatnya sebagai peluang usaha.
Menurutnya, regenerasi penting untuk menjaga keberlangsungan ledre, karena keberadaan kuliner tradisional tersebut membutuhkan generasi penerus yang tidak hanya mampu membuat, tetapi juga mengembangkan produknya.
Sejumlah inovasi produk ledre kini mulai bermunculan. Selain varian original berbahan pisang raja, pengrajin mengembangkan rasa matcha, taro, stroberi, cokelat, dan lainnya. Bahkan, pemuda di Kecamatan Purwosari turut berinovasi dengan mengembangkan sajian kopi ledre.
“Yang ingin kami bangun bukan hanya bagaimana ledre tetap ada, tetapi bagaimana ledre bisa berkembang, dikenal lebih luas, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, inovasi dan regenerasi pengrajin harus berjalan bersama,” jelas Ike.
Rangkaian Festival Ledre 2026 akan berlanjut pada 8 Oktober 2026 sebagai puncak kegiatan, dengan agenda peluncuran Kampung Ledre, peluncuran e-book tentang ledre, serta pembuatan ledre secara massal yang melibatkan 59 pengrajin. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat regenerasi pengrajin, menumbuhkan wirausaha baru, sekaligus mendorong ledre semakin berkembang sebagai produk
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir































