News Ticker
  • Karnaval HUT Kemerdekaan RI Desa Wadang, Ngasem, Bojonegoro Tampilkan Keragaman Budaya
  • Wakil Kepala BGN Copot Kepala Dapur dan Suspend Permanen SPPG Sukorejo 2 Blora Buntut Keracunan Siswa,
  • Cegah Pencemaran Sungai, Warga di Kecamatan Gayam, Bojonegoro Gelar Aksi Jaga Bumi Kita
  • Tutup Pelatihan PKA Angkatan III, Wabup Nurul Azizah Minta 30 Pejabat Bojonegoro Jadi Penggerak Perubahan
  • 12 September dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 12 September 2026
  • Buka Pameran Temporer di Museum Rajekwesi, Wabup Nurul Azizah Tekankan Pentingnya Merawat Sejarah dan Kebudayaan Daerah
  • Resmikan Pusat Riset Pesantren, Gubernur Khofifah Salurkan Beasiswa untuk 1.100 Santri Jatim
  • Tingkatkan Tertib Administrasi Digital, DWP Bojonegoro Gelar Bimtek Updating E-Reporting
  • Jurnalis Bojonegoro Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan yang Hilang saat Liputan Bencana Anak Krakatau
  • Tekan Angka Kecelakaan Hingga Hemat Biaya Orang Tua, Pemkab Bojonegoro Optimalkan Layanan Angkutan Pelajar Gratis
  • 11 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 11 September 2026
  • Diduga Akibat Bediang, Dapur dan Kandang Sapi Milik Warga Malo, Bojonegoro Terbakar
  • Kekeringan Meluas ke 60 Desa, Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Salurkan Bantuan Air Bersih di Sumberrejo
  • Dorong Pemuda Mandiri Berkarya, Pemkab Bojonegoro Tutup Bootcamp Ekonomi dan Fasilitasi Legalitas Usaha
  • Kekeringan Meluas di 72 Desa, Wabup Nurul Azizah Minta BPBD Bojonegoro Cepat Tanggap dan Jangan Terpaku Administrasi
  • Rehab Fasad Hingga Pembangunan Menara 42 Meter, Pemkab Bojonegoro Perbuat Wajah Masjid Agung Darussalam
  • Misi Dagang Jatim-Kaltara Tembus Rp2 Triliun, Pemprov Jatim Perkuat Antarpulau dan Ketahanan Pangan
  • Tersengat Listrik Jebakan Tikus di Sawah, 2 Perempuan di Kasiman, Bojonegoro Meninggal
  • Daftar Negara dengan Sistem Kesehatan Terbaik Dunia 2026 versi CEOWorld Index
  • 10 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 10 September 2026
  • Waspadai Bahaya Radiasi Layar Gawai, Jaga Mata Yuk!

Mengenal Hara Hachi Bu di Jepang, Rahasia Umur Panjang Lewat Kebiasaan Berhenti Makan Sebelum Kenyang

Budaya masyarakat Jepang dalam menjaga kesehatan dan umur panjang kembali menjadi sorotan melalui sebuah prinsip makan tradisional yang sederhana namun efektif. Teknik yang dikenal dengan sebutan hara hachi bu ini mengajarkan seseorang untuk berhenti makan ketika perut sudah terasa sekitar 80 persen kenyang. Konsep yang berakar dari ajaran Konfusianisme ini telah lama dipraktikkan di berbagai wilayah Jepang yang memiliki tingkat harapan hidup tertinggi di dunia.

Sebagaimana dikutip dari Scitech Daily, penerapan hara hachi bu bukanlah sebuah bentuk pembatasan asupan nutrisi secara ekstrem atau diet ketat yang menyiksa. Sebaliknya, metode ini lebih menekankan pada aspek kesadaran diri saat mengonsumsi makanan. Seseorang diajak untuk lebih peka dalam mengenali sinyal lapar dan kenyang yang dikirimkan oleh tubuh, sehingga mereka mampu berhenti secara sukarela sebelum benar-benar merasa kekenyangan.

Meskipun penelitian spesifik mengenai aturan 80 persen kenyang ini masih terbatas, pengamatan pada populasi yang menerapkannya menunjukkan hasil positif. Mereka cenderung memiliki total asupan kalori harian yang lebih rendah, indeks massa tubuh yang lebih ideal, serta kenaikan berat badan yang jauh lebih lambat seiring bertambahnya usia. Pada pria, kebiasaan ini bahkan berkorelasi dengan pemilihan jenis makanan yang lebih sehat, seperti peningkatan konsumsi sayuran.

Secara filosofis, hara hachi bu memiliki kemiripan dengan konsep mindful eating yang populer di dunia barat. Keduanya mendorong individu untuk memberikan perhatian penuh pada proses makan, menikmati setiap suapan, dan tidak terburu-buru. Hal ini dianggap sangat relevan dengan tantangan zaman modern, di mana sekitar 70 persen orang dewasa dan anak-anak terbiasa makan sambil menggunakan perangkat digital, yang justru memicu asupan kalori berlebih karena hilangnya fokus pada rasa kenyang.

Di zaman ini, pola hubungan manusia modern dengan makanan saat ini telah bergeser dari esensi utamanya. Kita menempatkan makanan di atas pedestal, terobsesi dengannya, membicarakannya, memposting tentangnya. Tetapi seringkali, kita sebenarnya tidak menikmatinya.

Melalui hara hachi bu, masyarakat diajak untuk kembali membangun hubungan yang sehat dengan makanan. Dengan melatih kesadaran diri dan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk berhenti, seseorang tidak hanya membantu sistem pencernaan bekerja lebih ringan, tetapi juga menciptakan perubahan gaya hidup sehat yang berkelanjutan. Pada akhirnya, rahasia kesehatan jangka panjang bukan terletak pada seberapa sedikit jumlah makanan yang dikonsumsi, melainkan pada kemampuan untuk memahami dan menghormati kebutuhan tubuh sendiri.

Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1789237836.0798 at start, 1789237836.9953 at end, 0.915531873703 sec elapsed