News Ticker
  • Pemkab Bojonegoro Gelar Media Gathering, Ajak Jurnalis Kenalkan Potensi Daerah
  • Kenalkan Nilai Integritas Sejak Dini, 320 Siswa Baru SMPN 1 Baureno Ikuti Edukasi Anti Korupsi Saat MPLS
  • Polres Blora Tangkap Pengoplos Elpiji Bersubsidi di Kunduran
  • Dinsos Bojonegoro Gandeng Kemenag dan LAZ Perkuat Jaring Pengaman Sosial
  • Proyeksi APBD Bojonegoro 2027 Mencapai Rp 5,1 T, Pemkab Fokus Optimalisasi Kemandirian Fiskal
  • 23 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 23 Juli 2026
  • Olahraga Makin Kalcer Pakai On Headband Original dari Blibli
  • Bupati Bojonegoro Salurkan Bantuan Saprotan ke 99 Kelompok Tani
  • Penyebab Mengapa Warga RI Tak Banyak yang Berumur Panjang
  • Disnakkan Bojonegoro Gelar Bimtek GAYATRI Serentak untuk 242 KPM di Tiga Lokasi
  • Gelar Peralatan Kebencanaan Jatim 2026 Dipusatkan di Pantai Pancer Door Pacitan
  • Penerimaan DBH SDA Bojonegoro Tahap III Tahun 2026 Tembus Rp 377,16 Miliar
  • Dorong IKM Tembus Pasar Global, Dekranasda Bojonegoro Gelar Pembinaan dan Gandeng FEB UMM
  • 22 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca di Bojonegoro 22 Juli 2026
  • Masyarakat Desa Sudu, Gayam, Bojonegoro Targetkan Bisa Kelola Sampah Se-Kecamatan
  • Tingkatkan Skill Wirausaha Muda, Dinpora Bojonegoro Gelar Workshop Video Promosi Berbasis Ponsel
  • Permintaan Batik Bojonegoro Meningkat
  • Slow Jogging vs Jogging Biasa, Mana Lebih Bermanfaat?
  • 21 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca di Bojonegoro 21 Juli 2026
  • Peringati World Diabetes Day 2026, IDI Bojonegoro dan PERSADIA Edukasi Masyarakat Kendalikan Diabetes
  • 20 Juli dalam Sejarah
Sakit di Penghujung Ramadan yang Jadi Isyarat Rahmat dan Penggugur Dosa

Sakit di Penghujung Ramadan yang Jadi Isyarat Rahmat dan Penggugur Dosa

Di fase akhir bulan suci Ramadhan, tidak sedikit umat Muslim yang justru diuji dengan kondisi kesehatan yang menurun. Di tengah semangat mengejar keutamaan malam Lailatul Qadar, rasa lelah dan sakit kerap datang melanda. Namun, dalam sudut pandang spiritual Islam, sakit di penghujung Ramadhan bukan sekadar gangguan fisik, melainkan tanda kasih sayang dan rahmat dari Allah SWT.

Bagi sebagian orang, jatuh sakit saat mendekati Idul Fitri mungkin terasa mengecewakan karena menghambat ibadah iktikaf atau persiapan lebaran. Namun, terdapat makna mendalam di balik kondisi tersebut.

Sakit merupakan salah satu cara Allah SWT untuk menyucikan hambanya. Sebagaimana disebutkan dalam berbagai literatur keagamaan, rasa sakit yang dialami seorang mukmin—bahkan hanya sekadar tertusuk duri—dapat menjadi penggugur dosa-dosa kecil yang pernah dilakukan. Ketika sakit terjadi di bulan Ramadhan, terutama di sepuluh malam terakhir, hal ini bisa dimaknai sebagai kesempatan emas untuk membersihkan diri sebelum meraih fitrah di hari kemenangan. Kesabaran dalam menghadapi rasa sakit di waktu mulia ini diyakini akan dilipatgandakan pahalanya.

Sakit juga menjadi "alarm" alami bagi manusia untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk duniawi dan kembali fokus berzikir serta berserah diri. Dalam kondisi lemah, seorang hamba cenderung lebih sering mengingat Allah dan merasa butuh akan pertolongan-Nya. Inilah yang disebut sebagai bentuk rahmat; Allah sedang menarik hambanya untuk lebih dekat melalui jalur sabbarun syakur (sabar dan syukur).

Meskipun tidak bisa beribadah secara fisik seaktif biasanya, mereka yang sedang sakit tetap bisa meraih keberkahan malam-malam terakhir Ramadhan dengan beberapa cara:Zikir dan Selawat: Lisan dan hati tetap bisa terjaga dengan asma Allah meskipun tubuh terbaring lemas.

Mendengarkan Al-Qur'an: Menyimak lantunan ayat suci tetap mendatangkan ketenangan dan pahala yang besar.

Niat yang Tulus: Dalam Islam, niat seorang mukmin lebih baik dari amalnya. Jika sebelumnya ia terbiasa beribadah namun terhenti karena sakit, Allah tetap mencatat pahalanya seolah ia melakukannya saat sehat.

Bersedekah: Memberi kepada yang membutuhkan dapat dilakukan secara daring melalui berbagai platform resmi.

Pada akhirnya, kesehatan adalah amanah, dan sakit adalah pengingat akan keterbatasan manusia. Dengan hati yang rida, sakit di akhir Ramadhan justru bisa menjadi jembatan untuk mencapai derajat takwa yang lebih tinggi.

 

Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir

 

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1784847971.3078 at start, 1784847972.8037 at end, 1.4958889484406 sec elapsed