News Ticker
  • 13 Agustus 2026
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 13 Agustus 2026
  • Penyebab Makanan Sering Terselip di Sela Gigi dan Cara Aman Mengatasinya
  • Misi Dagang Jatim-Kalbar Tembus Rp2,5 Triliun, Gubernur Khofifah Dorong Perluasan Investasi Daerah
  • Kunker ke Semenkidul, TP PKK Bojonegoro Dorong Kemandirian Keluarga Lewat GAYATRI dan Kelola Sampah
  • Gandeng ISI Surakarta, Dekranasda Bojonegoro Susun Kajian Akademis dan Motif Pakem Batik Daerah
  • Ringankan Beban Kekeringan Warga Sumberrejo, PMI dan BPBD Bojonegoro Pasok Air Bersih
  • Mendorong Kemandirian Pemuda, Pemkab Bojonegoro Kembali Buka Bootcamp Ekonomi 2026
  • 12 Agustus dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 12 Agustus 2026
  • Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro Kunjungi Pos Komunitas ‘Mapak’ di Desa Semenkidul
  • Menjaga Rantai Pasok Industri Hulu Migas, Pengusaha Lokal Bojonegoro Didorong Naik Kelas
  • Gaungkan Pertanian Organik di Muktamar Petani Nahdliyin, Bupati Blora Dorong Setiap Desa Sediakan 1 Hektar Lahan
  • Workshop dan News Presenter Competition Warnai HUT ke-28 IJTI di Lamongan
  • Sering Kentut Apakah Sehat? Kenali Batas Wajar dan Tandanya untuk Pencernaan
  • DPRD dan Pemprov Jatim Resmi Sepakati KUA-PPAS APBD 2027, Fokus Perkuat Fondasi Pembangunan Daerah
  • Dorong Budaya Riset untuk Percepat Pembangunan Bojonegoro Bersama INSPIRA RISBO
  • Petani Tembakau Bojonegoro Sumringah, Pemkab Gelontorkan Bantuan Ribuan Kilogram Pupuk NPK
  • Berhenti Saat Ada Perbaikan Jalan, Mobil yang Ditumpangi KH Anwar Zaid Ditubruk Truk di Padangan, Bojonegoro
  • 11 Agustus dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 11 Agustus 2026
  • Peluang Kembali Normal, Kenali Serba-Serbi Prediabetes dan Cara Pencegahannya
  • 10 Agustus dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 10 Agustus 2026
Bupati Resmikan Dimulainya Program SDGs di Bojonegoro

Bupati Resmikan Dimulainya Program SDGs di Bojonegoro

Oleh Mulyanto

Kota - Bupati Bojonegoro Drs H Suyoto MSi meresmikan dimulainya program Sustainable Development Goals (SDGs) di Kabupaten Bojonegoro, Selasa (22/03) kemarin. Peresmian ditandai dengan pemukulan gong di Ruang Andrawina, Hotel Aston Bojonegoro. Tampak mendampingi bupati, perwakilan dari World Bank Edgardo, Wakil Bupati Bojonegoro Drs H Setyo Hartono, Wakil Bupati Trenggalek Moh Arifin, dan petugas SDGs Indonesia Zumrotin K Susilo.

Bupati Suyoto dalam paparannya menyampaikan, sebenarnya tidak ada daerah miskin, yang ada adalah daerah yang salah urus. Dia menjelaskan, potensi yang dimiliki Bojonegoro meliputi beberapa sektor, antara lain 44 persen wilayah hutan, sumber daya air 717.877.000 meter kubik, lahan produktif mencapai 78.000 hektare dengan tingkat produktivitas 1,5 juta ton padi, serta populasi ternak sapi 169.639 ekor.

"Selain itu, potensi lain dari Bojonegoro adalah merupakan penghasil minyak dan gas nasional yang mencapai 650 juta barrel dan gas 6 TCF. Hasil migas ini merupakan 20 persen dari cadangan nasional," tutur Bupati.

Lebih lanjut, dikatakan, solusi yang diupayakan Pemkab dalam mengatasi semua problem di tengah masyarakat adalah melalui 6 pilar pembangunan berkelanjutan dan elemen transformasi.  Elemen itu meliputi visi, strategi, pengaturan, manajemen operasional, budaya dan spiritual niat.  

Bupati berharap, melalui RAAP-Id World Bank ini bakal meningkatkan pelayanan kesehatan ibu hamil dan bersalin untuk menekan angka kematian ibu, perbaikan mutu pendidikan guna meningkatkan angka partisipasi sekolah SMA sederajat, serta perbaikan pelaksanaan perizinan.

Peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Bojonegoro diwujudkan melalui Gerakan Desa Sehat dan Cerdas, Gerakan Ayo Sekolah, dan Sagasih. Apresiasi anak, yakni melalui DAK pendidikan untuk siswa SMA sederajat yakni senilai Rp 500.000 di tahun 2015 dan Rp 2 juta per siswa di tahun 2016.

"Hal ini dalam upaya menekan angka drop out dan meningkatkan mutu belajar mengajar. Hal lain adalah dengan dikeluarkannya Perbup No. 15 Tahun 2015 tentang Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal," terang Suyoto.

Pada kesempatan yang sama, Edgardo, wakil dari World Bank, mengungkapkan, Indonesia adalah negara yang sedang tumbuh, namun tantangan dalam penyediaan layanan publik masih banyak. Di antaranya 55 juta penduduk Indonesia tidak memiliki akses listrik, 90 juta penduduk tidak memiliki akses air bersih, dan 13 juta anak masih kurang gizi.

Belum lagi Angka Kematian Ibu yang masih 190 per 100.000 kelahiran hidup. Dalam masalah ini, Indonesia merupakan yang tertinggi di antara negara berpendapatan menengah di Asia. "Untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan Sustainable Development Goals dapat dilakukan melalui pendekatan reformasi berbasis masalah spesifik atau reformasi secara menyeluruh," ujarnya.

Dia menjelaskan, RAAP-Id merupakan diagnostik implementasi kebijakan, program, dan prosedur administratif terkait dengan gap pembangunan di wilayah tertentu. Rencana aksi nanti merupakan rencana yang berisikan tindakan dengan urutan tertentu untuk melaksanakan reformasi dan dengan memperhitungkan konteks ekonomi politik dari pemerintahan daerah tersebut.

Pada akhir sambutannya, Edgardo menyampaikan pelajaran yang bisa dipetik dari RAAP-Id di Bojonegoro adalah perbaikan layanan publik. Layanan publik ini merupakan masalah kompleks yang membutuhkan keterlibatan multi sektor dan pemerintah berbagai tingkat.

"Pada sisi supply, pemerintah daerah perlu memastikan bahwa semua mata rantai dalam produksi layanan publik berjalan baik dan kualitasnya baik pula. Pendekatan seperti RAAP-Id dapat membantu mereview apakah mata rantai layanan berjalan baik dan bangunan program sejalan dengan praktek terbaik berbasis data dan bukti," tandasnya. (mol/tap)

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1786587970.9274 at start, 1786587971.3069 at end, 0.37957286834717 sec elapsed