Wabup Nurul Azizah Buka Festival Ledre 2026, Perkenalkan Purwosari Jadi Kampung Ledre
Kamis, 08 Oktober 2026 22:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro- Festival Ledre 2026 resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bojonegoro Hj. Nurul Azizah, Kamis (08/10/2026) malam. Festival yang baru pertama kali digelar ini bertempat di area sekitar lapangan komplek kantor Kecamatan Purwosari, di jalan arah Purwosari - Tambakrejo. Festival ini juga sebagai pembuka pada rangkaian peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349.
Acara pembukaan festival Ledre sekaligus launching Kampung ledre ini dihadiri sejumlah pejabat Forkopimcam Puwosari dan sekitarnya, pejabat dan kepala OPD Pemkab Bojonegoro, ketua dan anggota DPRD dan juga tamu undangan lainnya. Tari tribangga dari pemuda Purwosari turut menyemarakkan pembukaan acara. Video dokumenter tentang ledre Desa Purwosari disusul olahan kopi ledre juga diputar sebelum acara dimulai.
Di hadapan masyarakat pengunjung festival, Wabup Nurul Azizah mengungkapkan kebanggaannya pada ledre sebagai kuliner khas Bojonegoro. Makanan yang telah memperoleh predikat warisan budaya tak benda (WBTB) pada 2023 lalu ini harus jadi kebanggaan bersama dan tidak hanya berhenti pada acara festival.
“Ke depan kita meminta kepala Disbudpar acara ini bisa menjadi acara yang terjadwal,” kata Nurul.
Ledre, kata Nurul, memang sudah lama ada. Di tahun 2005 lalu pada waktu Purwosari ikut lomba tingkat provinsi yang dibawa juga ledre. Saat itu ledre tidak imbang antara pembuatan dan konsumsi. Buatnya lama, kata Nurul, tapi begitu dimakan hancur.
Karena itu Wabup Nurul bangga hari ini melihat perkembangan ledre yang luar biasa. Misalnya ada ledre premium dengan merek Sultan dengan kemasan yang bagus sekali. Juga ada inovasi kopi ledre karya pemuda asal desa setempat
“Kami nanti matur Pak Bupati, kopi ledre ini ketika ada tamu-tamu di Pemkab kopi ledre ini harus jadi suguhan tamu-tamu,” kata Nurul disambut tepik tangan.
Produk minuman inovatif ini, kata Nurul, khas dan tidak ada yang punya. Dia berharap kopi ledre bisa jadi trendnya Bojonegoro. Karena itu dia mendorong agar kopi ledre ini diurus izinnya agar semakin punya kekuatan.
“Menjadi minuman selamat datang,” kata perempuan yang pernah menjadi camat Purwosari ini.
Dalam momen ini, Wabup Nurul Azizah juga meminta para camat yang hadir untuk maju ke panggung. Dia mendorong agar para camat terinspirasi membuat acara serupa sesuai potensi di daerah masing-masing. Ada 28 kecamatan di Bojonegoro sehingga dalam satu bulan bisa dibuat dua kali acara serupa. Dia juga mendorong pentingnya kolaborasi dalam setiap kegiatan.
“Kami bangga ketika beberapa kecamatan sudah membuat inovasi. Siapa tahu para camat mau membuat inovasi amsing-masing,” kata Nurul.
Camat Purwosari Ike Widyaningrum mengatakan acara ini sudah seharusnya tidak hanya seremoni. Festival ini menjadi tonggak awal berkembangnya UMKM di Bojonegoro khusunya Purwosari sebagai kawasan pembuat ledre terbanyak.
Serangkaian sudah dilakukan tanggl 5 mulai dari pelatihan, sarasehan dan lain sebagainya. Puncak acaranya hari ini. Dia berharap ledre tidak hanya dikenal oleh warga Bojonegoro tetapi juga warga di seluruh Indonesia.
Festival Ledre 2026 ini juga menjadi momen peluncuran Desa Purwosari sebagai Kampung Ledre, peluncuran e-book tentang ledre, serta pembuatan ledre secara massal yang melibatkan 59 pengrajin.
Reporter: Mulyanto
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir






























