Kick Off Program Cek Kesehatan Gratis 2026, Pemkab Bojonegoro Kampanyekan Cegah Stunting
Sabtu, 24 Januari 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memperkuat langkah dalam mencetak generasi unggul melalui "Kampanye Cegah Stunting: Wujudkan Generasi Sehat dan Berkualitas". Acara yang digelar di Puskesmas Malo, Kamis (22/1/2026), ini sekaligus menjadi penanda dimulainya (kick off) program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahun 2026.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, dalam sambutannya menekankan bahwa penanganan stunting adalah prioritas utama untuk menyongsong Indonesia Emas. Ia menggarisbawahi bahwa kunci keberhasilan pencegahan stunting terletak pada intervensi selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Dalam edukasinya, Pemkab Bojonegoro mengingatkan bahwa kesehatan anak tidak hanya bergantung pada asupan gizi semata, tetapi juga faktor lingkungan. "Pencegahan stunting bukan hanya tugas ibu, tapi juga peran ayah. Salah satunya adalah dengan menciptakan lingkungan rumah yang sehat dan bebas asap rokok. Jika ayah merokok, sebaiknya menyingkir jauh agar tidak berdampak pada kesehatan istri yang sedang hamil maupun balita," ujar Bupati Setyo Wahono.
Sebagai bentuk aksi nyata, Pemkab Bojonegoro secara simbolis menyerahkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada sejumlah ibu hamil dan balita di wilayah Malo. Bantuan PMT ini dipastikan akan didistribusikan ke seluruh Puskesmas di Kabupaten Bojonegoro untuk memastikan kecukupan gizi kelompok rentan.
Selain fokus pada stunting, Pemkab Bojonegoro juga resmi memulai program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk tahun anggaran 2026. Program ini bertujuan untuk deteksi dini penyakit tidak menular maupun penyakit kronis lainnya di tengah masyarakat. Pemerintah daerah mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari perangkat desa hingga warga umum, untuk rutin memeriksakan kesehatan.
"Kami berharap para Kepala Desa bisa menjadi teladan bagi warganya untuk rutin cek kesehatan. Target kita adalah 100 persen masyarakat Bojonegoro mendapatkan layanan deteksi dini ini sepanjang tahun 2026," tambahnya.
Melalui integrasi antara kampanye pencegahan stunting dan layanan kesehatan gratis, Pemkab Bojonegoro optimistis dapat menurunkan angka prevalensi stunting secara signifikan sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan.(red/toh)
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir




























.md.jpg)


