News Ticker
  • Indonesia Resmi Menjadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026
  • Tenggelam di Waduk, Seorang Anak di Kedungadem, Bojonegoro Meninggal
  • Pemkab Bojonegoro Pastikan Proyek Trotoar dan Drainase Tahun 2025 Sesuai Aturan
  • 5 Rumah Warga Tambakrejo, Bojonegoro Roboh Diterjang Angin, Kerugian Capai Rp 160 Juta
  • Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah Warga di Ngraho, Bojonegoro Alami Kerusakan
  • Pemkab Blora Terus Dorong Perluasan Rute Trans Jateng
  • RSUD Bojonegoro Resmi Jadi Penyedia Layanan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Pemkab Bojonegoro Pasang Stiker Miskin di Rumah KPM Bansos untuk Transparansi
  • Pengalaman Kulineran Bebek THR Surabaya yang Khas dan Unik
  • Tertabrak Kereta Api Argo Bromo Anggrek, Seorang Wartawan di Baureno, Bojonegoro Meninggal
  • Gubernur Khofifah Perkuat Kerja Sama dengan Tiongkok di Bidang SDM dan Perdagangan
  • Pemasangan Stiker Miskin di Rumah KPM Bansos Bojonegoro Hampir Tuntas
  • Gubernur Jatim Tegaskan Kasus Influenza Varian Baru Masih Terkendali
  • Perkuat Sinergi, Rumah Sakit Aisyiyah Lakukan Kunjungan ke BPJS Kesehatan Bojonegoro
  • Hati-Hati! Beredar Akun Facebook Mengaku Bupati Bojonegoro, Mayarakat Diminta Waspada
  • Diduga Akibat Korsleting Listrik, Gudang Penyimpanan Solar di Balen, Bojonegoro Terbakar
  • Pingsan saat Mancing di Bendung Gerak, Warga Trucuk, Bojonegoro Meninggal di Rumah Sakit
  • Sesosok Mayat Perempuan Warga Bojonegoro Ditemukan di Sungai Bengawan Solo Soko, Tuban
  • Kecelakaan Beruntun di Sumberrejo, Bojonegoro, Seorang Pemotor Meninggal Dunia
  • Rayakan Malam Akhir Tahun Anda Lewat Super Music New Year’s Eve 2026 di Alun-Alun Bojonegoro
  • Tertabrak Truk, Pengendara Motor di Balen, Bojonegoro Luka-Luka
  • Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Pertamina EP Cepu Zona 12 bersama Ademos Gelar Pelatihan Destana
  • Usulan UMK Bojonegoro 2026 Naik Rp93 Ribu Kini Menanti Restu Gubernur Jatim
  • Pemprov Jatim Perketat Mitigasi Bencana Hadapi Nataru
‘Uri-Uri’ Budaya, Pemkab Bojonegoro Gelar Edu Champ dan Coaching Clinic Seni Reog dan Jaranan

Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-348

‘Uri-Uri’ Budaya, Pemkab Bojonegoro Gelar Edu Champ dan Coaching Clinic Seni Reog dan Jaranan

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), menggelar Edu Champ di kawasan Objek Wisata Kayangan Api, di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
 
Edu Champ yang digelar selama dua hari, mulai Sabtu (18/10/2025) hingga Minggu (19/10/2025), ini merupakan bagian dari Prosesi Pengambilan dan Penyemayaman Api Abadi, dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-348 tahun 2025.
 
 
Pada Sabtu (18/10/2025) para peserta disuguhi penampilan reog dan jaranan dari komunitas Paguyuban Jaranan dan Reog Bojonegoro (Pajarebo). Edu Champ ini sebagai upaya untuk “nguri-nguri” atau merawat dan melestarikan budaya Jawa kepada anak-anak muda untuk mengetahui terkait dengan wisata di Bojonegoro, khususnya Kayangan Api.
 
Sementara pada Minggu (19/10/2025), para peserta diberikan coaching clinic terkait seni reog dan jaranan, yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada anak-anak muda terkait reog dan jaranan, yang menjadi bagian budaya Bojonegoro.
 
 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Welly Fitrama saat beri keterangan. (Aset: Istimewa)

 
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Welly Fitrama menjelaskan bahwa sejak Sabtu (18/10/2025), telah dilaksanakan Edu Champ dari Saka Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, di kawasan Objek Wisata Kayangan Api, di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.
 
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari Prosesi Pengambilan dan Penyemayaman Api Abadi, dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-348 tahun 2025.
 
“Edu Champ ini untuk “nguri-nguri” budaya Jawa, di mana ada pembinaan kepada anak-anak muda yang memang punya passion kepada pariwisata di Bojonegoro ini, untuk mengetahui terkait dengan wisata di Bojonegoro, khususnya Kayangan Api.
 
 
Welly Fitrama mengungkapkan bahwa pada Sabtu malam (18/10/2025), digelar penampilan reog dan jaranan dari komunitas Paguyuban Jaranan dan Reog Bojonegoro (Pajarebo).
 
“Penampilan ini untuk memberikan hiburan kepada peserta Edu Champ, sehingga mereka juga bisa mengenal budaya Reog dan Jaranan, yang ada versi Bojonegoro.” kata Welly Fitrama
 
 
Kemudian pada Minggu pagi (19/10/2025), ada kegiatan “coaching clinic” dari Paguyuban Jaranan dan Reog Bojonegoro (Pajarebo) kepada anak-anak SMA Negeri 1 Dander sebanyak 80 anak, dan 50 anak dari SMP Negeri 1 Ngasem.
 
Menurut Welly, para peserta diberikan suatu edukasi, pengertian dan pemahaman, terkait reog dan jaranan, mulai dari kegiatan menari dan apa arti di dalamnya, juga alat musik yang mengiringinya, untuk supaya mereka mengetahui reog dan jaranan ini menjadi bagian budaya di Bojonegoro.
 
“Tentunya ini juga bagian untuk meramaikan Prosesi Pengambilan Api Abadi di kawasan Objek Wisata Kayangan Api ini, yang dilanjutkan dengan Penyemayaman Api Abadi di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro,” kata Welly Fitrama.
 
 

Salah satu kelompok Jaranan yang memberikan coaching clinic kepada peserta Edu Champ di Kayangan Api, di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Minggu (19/10/2025) (Aset: Istimewa)

 
Sementara itu, Pimpinan Jaranan Abunawas Saputro, dari Desa Megale, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, H Suraji, mengungkapkan bahwa Komunitas Pajarebo di Bojonegoro saat ini memiliki hampir 60 grup atau kelompok sini reog dan Jaranan.
 
“Kalau sekarang hampir 60-an kelompok. Yang aktif sekitar 56 kelompok.” tutur H Suraji, yang saat ini juga selaku Kepala Desa (Kades) Megale, Kecamatan Kedungadem.
 
H Suraji mengaku saat ini perkembangan seni jaranan di Kabupaten Bojonegoro cukup menggembirakan. Hal ini terbukti dengan adanya masyarakat yang masih mendatangkan atau nanggap Jaranan.
 
“Ini malah berkembang. Jadi hiburan sekarang itu yang paling aman itu tinggal jaranan. Jaranan itu mulai anak kecil sampai orang tua senang semua.” tutur H Suraji.
 
 
Pada kesempatan tersebut H Suraji juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bojonegoro, yang sangat peduli terhadap pegiat seni dan budaya, khususnya reog dan jaranan, dengan memberikan bantuan hibah, termasuk kepada kelompok jaranan yang ia pimpin.
 
“Harapan kami dari para pelaku seni reog dan jaranan ke depan mungkin kami dapat diberikan bantuan lagi untuk pengadaan alat-alat,” kata H Suraji. (red/imm)
 
 
Reporeter: Tim Redaksi
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Ibu yang Bahagia Lahirkan Anak yang Sehat

Ibu yang Bahagia Lahirkan Anak yang Sehat

Oleh dr. George David BANYAK mitos seputar kehamilan yang masih dipercaya masyarakat hingga saat ini. Di antaranya larangan bagi ibu ...

Infotorial

Wujudkan Komitmen Berkelanjutan, PEPC JTB Hijaukan Bojonegoro Melalui Aksi Nyata Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia

Wujudkan Komitmen Berkelanjutan, PEPC JTB Hijaukan Bojonegoro Melalui Aksi Nyata Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia

Bojonegoro Memperingati hari menanam pohon indonesia 2025, PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB) menegaskan komitmennya dalam menjaga ...

Wisata

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Hari Jadi Bojonegoro Ke-348

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, telah mengagendakan sejumlah acara untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-348 yang jatuh ...

1768190339.0718 at start, 1768190340.0449 at end, 0.97312808036804 sec elapsed