Meningkatkan Risiko Jantung hingga Kanker, Ini Efek Buruk Kol Goreng yang Perlu Diwaspadai
Sabtu, 17 Oktober 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Hidangan kol goreng sudah tak asing lagi bagi pecinta kuliner penyetan maupun sajian kuliner khas Nusantara. Rasa gurih dan renyah dari kol yang digoreng garing memang kerap menambah selera makan. Akan tetapi, pakar kesehatan mengingatkan bahwa kebiasaan mengonsumsi kol yang diolah dengan cara digoreng dapat membawa dampak buruk yang signifikan bagi organ tubuh.
Perubahan struktur nutrisi menjadi alasan utama mengapa kol goreng berbahaya. Sayur kol mentah sejatinya mengandung senyawa antioksidan kompleks, vitamin, dan serat tinggi yang sangat berguna untuk mencegah radikal bebas. Namun, paparan minyak panas dalam waktu lama meluruhkan vitamin yang bersifat larut dalam air serta merusak struktur serat alami di dalamnya.
Penyerapan lemak jenuh dari minyak goreng mengubah kol dari makanan rendah kalori menjadi sumber lemak tinggi. Asupan lemak jenuh berlebih ini memicu kenaikan trigliserida dan kolesterol, yang lambat laun berisiko menyumbat pembuluh darah serta menyebabkan penyakit jantung sistemik.
Bahaya lain yang tidak kalah memprihatinkan adalah munculnya racun akrilamida. Senyawa kimia ini terbentuk saat bahan makanan berkadar karbohidrat diolah pada suhu sangat tinggi hingga garing atau berwarna kehitaman. Dalam studi medis, penumpukan akrilamida berlebih di dalam jaringan tubuh dikaitkan dengan peningkatan risiko mutasi sel pemicu tumor dan kanker.
Bagi penderita gangguan pencernaan, seperti asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), kol goreng juga berpotensi memicu kekambuhan gejala. Gas alami yang terkandung dalam kubis berpadu dengan tingginya kadar minyak goreng akan memperlambat proses pengosongan lambung, sehingga memicu rasa begah, mual, dan nyeri ulu hati.
Melihat berbagai risiko kesehatan tersebut, masyarakat dianjurkan untuk mulai mengalihkan pola konsumsi sayur kol ke metode pengolahan yang lebih aman. Mengonsumsi kol dalam bentuk segar sebagai lalapan, dikukus, atau dijadikan campuran sup dapat menjadi alternatif sehat tanpa mengurangi manfaat nutrisi baiknya.































