News Ticker
  • 30 September dalam Catatan Sejarah Dunia dan Nasional
  • Optimalisasi Tata Kelola Keuangan Desa, Pemkab Bojonegoro Bekali Para Sekdes
  • Cuaca Bojonegoro Rabu 30 September 2026
  • Pemkab Bojonegoro Tanggung Iuran BPJS Ketenagakerjaan Pekerja Rentan, Ahli Waris Satlinmas Pacul Terima Santunan Kematian
  • 28 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 29 September 2026
  • Batik Obor Sewu Khas Bojonegoro, Refleksi Ajaran Luhur Masyarakat Samin
  • Seorang Pria asal Tuban Jadi Korban Pembacokan di Bojonegoro
  • Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim Bojonegoro dan ORADO Gelar Open Tournament Domino 101 Piala Panglima TNI
  • 28 September dalam Catatan Sejarah
  • Cuaca Bojonegoro 28 September 2026
  • Nauval Rasyaad, Siswa Bojonegoro Peraih Medali Perunggu di OSN 2026
  • Pemprov Jatim Raih Terbaik I IHYA 2026, Khofifah Dorong UMKM Jadi Lokomotif Halal Global
  • 27 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 27 September 202
  • Ulasan Film Agensi Rumah Tangga, tentang Privilese dan Pemberdayaan Perempuan
  • Misi Dagang Pemprov Jatim dengan Arab Saudi Catat Potensi Transaksi Rp6,7 Triliun
  • Dinamika Perubahan Iklim Melonjak, BPBD Bojonegoro Dorong Tata Kelola Kebencanaan Responsif dan Kolaboratif
  • Tekan Risiko Kematian Pasien Darurat, Bupati Setyo Wahono Terbitkan SE Donor Darah Bagi ASN dan Pelajar
  • 26 September dalam Catatan Sejarah Dunia dan Nasional
  • Cuaca Bojonegoro 26 September 2026
  • Jangan Lewatkan Keseruan Festival Ledre 2026 di Purwosari Bojonegoro
  • DPRD Bojonegoro Bahas 5 Raperda Strategis, Soroti Aturan Pilkades 2027 Hingga RPIK 2044
  • BPBD Bojonegoro Salurkan 3,1 Juta Liter Air Bersih ke 74 Desa Terdampak Kekeringan
Nauval Rasyaad, Siswa Bojonegoro Peraih Medali Perunggu di OSN 2026

Nauval Rasyaad, Siswa Bojonegoro Peraih Medali Perunggu di OSN 2026

Bojonegoro - Nauval Rasyaad pulang dengan membawa medali perunggu dalam Ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2026 jenjang pendidikan menengah bidang geografi, Sabtu (19/09/2026). Sejumlah pelajar dari berbagai daerah di Indonesia keluar sebagai juara dalam ajang akademik itu. Dari sejumlah pelajar Bojonegoro yang turut di ajang ini, hanya ada satu nama yang meraih medali, yaitu Nauval Rasyaad, siswa kelas 12 SMA Plus Ar-Rahmat.

Nauval Rasyaad sendiri merupakan siswa yang berasal dari Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu, Kecamatan Bojonegoro. Dia menjadi santri di Pondok Modern Ar-Rahmat sejak bangku SMP. 

Ditemui awak media ini di sekolahnya, Senin (21/09/2026) lalu, Nauval mengaku hasil itu membuat dia merasa bahagia. Meski bukan meraih medali emas atau perak, perolehan itu merupakan capaian yang patut disyukuri.

“Saya tidak menyangka bisa meraih ini,” kata Nauval yang baru saja keluar dari acara sambutan apresiasi kepadanya.

Kedatangan Nauval disambut oleh warga sekolah. Di depan teman-temannya dia bercerita tentang pengalamannya selama berkompetisi. Acara sambutan semacam itu memang rutin digelar untuk menyambut siswa yang baru saja meraih prestasi di suatu ajang kompetisi. Harapannya agar para siswa lainnya juga terinspirasi.

Nauval mengaku memiliki ketertarikan pada geografi sudah sejak bangku sekolah dasar. Dia mengaku suka menghafalkan bendera-bendera dunia dan tertarik pada kota-kota di berbagai penjuru. Di bangku SD juga, dia pernah terlibat dalam aktivitas mencari bebetuan purba bersama pemerhati arkeologi di Museum 13 yang lokasinya berada di sekolahnya. Meski mungkin sekadar ikut-ikutan itu adalah salah satu modal bagi Nauval untuk mengembangkan diri di jenjang berikutnya.

Saat di SMA Plus Ar-Rahmat pengetahuannya tentang geografi makin terasah. Kemampuannya dalam bidang ini juga dia uji dalam ajang serupa pada tahun 2024 lalu. Dia sudah tembus tingkat provinsi waktu itu, meskipun tidak lolos menuju nasional.

“Ada masalah teknis saat itu. Itu jadi pelajaran,” kata Nauval yang juga meraih Bronze Medals Olgenas UGM 2024 ini.

Saat itu, dalam tes yang berbasis komputer, Nauval melewatkan banyak soal karena memutuskan mendahulukan soal yang dia rasa lebih mudah dikerjakan dan tidak butuh waktu lama. Namun saat hendak kembali untuk mengerjakan soal yang dia skip sebelumnya, ternyata tidak bisa.

Rangkaian OSN 2026 berlangsung cukup panjang. Diawali pendaftaran dan seleksi sekolah (OSN-S) pada Februari, kompetisi berlanjut ke tingkat kabupaten/kota (OSN-K) berbasis komputer pada bulan Juni, serta tingkat provinsi (OSN-P) pada bulan Juli. Peserta terbaik tingkat Provinsi kemudian berkompetisi pada semifinal daring pada Agustus. Yang lolos semifinal akan berkompetisi di final OSN 2026 pada 14-20 September ini di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Jawa Timur.

“Di final ini bukan hanya tes tulis saja, tapi juga ada observasi atau tes lapangan. Saya tes lapangannya di Hutan Kota Malabar, pasar Oro-Oro Dowo dan Ijen Boulivard,” kata Nauval.

Nauval mengatakan, para pemenang yang berhasil meraih medali emas dan perak di tingkat nasional ini nantinya diproyeksikan mengikuti Pelatihan Nasional (Pelatnas) sebagai calon wakil Indonesia di ajang olimpiade sains tingkat internasional.
Apa yang diraih oleh Nauval bukan capaian yang instan. Dia mengaku sangat berat mengatasi godaan scroling media sosial. Layar ponsel yang menawarkan banyak hal menarik kerap membuatnya terdistraksi.

“Itu yang paling berat bagi saya,” ujar Nauval.

Nauval mengaku, di sekolahnya yang berbasis pesantren modern ini, Nauval ditempa dalam wadah bernama LELEMBUT Olympiad Team. Komunitas ini merupakan wadah yang dibuat untuk menggembleng siswa agar tahan banting dan memiliki daya saing di semua ajang dan jenjang kompetisi. Di LELEMBUT ini siswa dilatih untuk tidak banyak bicara, akan tetapi memiliki kemampuan yang tidak disangka-sangka. LELEMBUT menjadi salah satu ikhtiar pondok pesantren dan sekolah yang berada di Jalan Untung Suropati Bojonegoro ini menjaga tradisi kemenangan dalam berbagai kompetisi. Nauval mengaku LELEMBUT benar-benar mengasah dan meningkatkan kemampuannya.

“Lelembut itu kan diam ya. Maksudnya diam-diam tapi menakutkan,” katanya sembari tersenyum.

Nauval mengaku apa yang diraihnya ini merupakan dukungan dari para ustadz, guru dan juga orang tuanya. Dia mempersembahkan medali ini untuk mereka.

Dalam sambutan acara penutupan OSN 2026 di UMM, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Prof. Dr. Abdul Mu’ti mengatakan bahwa OSN merupakan salah satu upaya Kemendikdasmen mendorong prestasi akademik sekaligus mengembangkan potensi murid di berbagai jenjang pendidikan. Pengalaman berkompetisi diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan menapaki jenjang prestasi berikutnya.

“Kami mendorong agar kemampuan sains yang dikembangkan para peserta tidak berhenti pada pencapaian akademik. Sains perlu dikaitkan dengan potensi yang dimiliki Indonesia, mulai dari kekayaan alam, hayati, nabati, hingga sosial budaya. Dengan pendekatan tersebut, ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan mampu menghasilkan nilai tambah serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Menteri Abdul Mu’ti.

 

Reporter: Mohamad Tohir
Editor: Mulyanto
Publisher: Mulyanto

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

PERNAH nggak sih kamu sedang mengusap layar ponsel, lalu menemukan video tentang tanda-tanda suatu kondisi kesehatan yang terasa, Loh, ini ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1790738962.652 at start, 1790738962.8945 at end, 0.24255895614624 sec elapsed