Bulog Jatim Serap 978 Ribu Ton Beras, Lampaui Target hingga 110,68 Persen
Selasa, 13 Oktober 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Surabaya - Provinsi Jawa Timur memperkuat perannya sebagai lumbung pangan nasional setelah Perum Bulog Kanwil Jatim menyerap 978.284 ton gabah dan beras setara beras hingga 8 Oktober 2026. Capaian tersebut mencapai 110,68 persen dari target perusahaan dan menyumbang hampir 25 persen dari total pengadaan beras Bulog secara nasional.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Jatim Langgeng Wisnu menjelaskan bahwa angka tersebut tidak hanya mendongkrak capaian nasional, tetapi juga telah melampaui target perusahaan dengan realisasi menembus angka 110,68%.
"Angka ini setara dengan 110,68% dari target yang ditetapkan oleh perusahaan, sekaligus menyumbang hampir 25% dari total pengadaan beras nasional," ujar Langgeng, Senin (12/10/2026).
Capaian impresif tersebut kian mempertegas posisi strategis Jawa Timur sebagai lumbung pangan utama nasional. Penyerapan gabah dan beras petani yang masif membuktikan potensi pertanian Jatim menjadi tulang punggung dalam menyokong ketersediaan serta stabilitas pasokan beras di seluruh Indonesia.
Secara nasional, realisasi pengadaan public service obligation (PSO) Perum Bulog secara keseluruhan telah mencapai 4.115.014 ton setara beras, atau 102,88% dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton.
Catatan tersebut merupakan realisasi pengadaan tertinggi sejak Bulog berdiri, melampaui capaian tahun 2025 sebesar 3.191.969 ton setara beras, sekaligus memecahkan rekor tertinggi sebelumnya pada 2012 yang tercatat sebesar 3,65 juta ton.
Rekor pengadaan gabah ini memperkuat posisi Bulog dalam menjalankan tiga pilar ketahanan pangan nasional, yakni menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen, dan mengelola cadangan pangan pemerintah.
Dengan capaian 110,68% dari target 2026, Langgeng menyatakan Perum Bulog Kanwil Jatim senantiasa berkomitmen untuk terus menjaga momentum penyerapan hingga akhir tahun.
"Melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan operasional dari hulu hingga hilir, Bulog siap mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan demi kekuatan pangan Indonesia," tutur Langgeng.































