Wujudkan SDM Cerdas dan Berakhlak, Pemkab Bojonegoro Wacanakan Hafalan Juz Amma Syarat Lulus SD
Jumat, 16 Oktober 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berupaya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki ketahanan spiritual yang kuat. Salah satu langkah konkret yang tengah dirancang adalah pembuatan regulasi hafalan Juz Amma bagi siswa Sekolah Dasar (SD) sebagai syarat kelulusan.
Wacana tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono saat membuka ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026 di Pendopo Malowopati Bojonegoro pada Kamis (15/10/2026).
“Pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan infrastruktur semata, tetapi juga pada pembinaan rohani, penguatan spiritual, dan pembentukan karakter akhlakul karimah. Sebab, adab dan akhlak adalah yang utama mendampingi penguasaan ilmu pengetahuan,” tegas Bupati Setyo Wahono.
Menurut Bupati, kebijakan ini dihadirkan untuk menanamkan budaya mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an sejak dini, sekaligus membentengi generasi muda dari dampak negatif kemajuan teknologi digital melalui sinergi antara pemerintah, kiai, ustadz, LPTQ, dan orang tua.
Dalam perhelatan MTQ 2026 kali ini, Pemkab Bojonegoro bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) menerapkan sistem seleksi transparan dan berjenjang. Langkah ini menjadi strategi untuk mengembalikan era kejayaan Bojonegoro yang pernah melahirkan Qari Terbaik Asia pada tahun 1996 silam.
Ketua LPTQ Bojonegoro, Nurul Azizah, menjelaskan bahwa tahap awal seleksi telah menjaring 889 peserta dari tiga zona wilayah:
- Zona Timur (Kampus IAI Attanwir Sumberrejo): 273 peserta
- Zona Tengah (Ponpes Abu Darrin): 321 peserta
- Zona Barat (Ponpes Al-Bahroin Pengkok Padangan): 289 peserta
Dari audisi tersebut, sebanyak 270 finalis berhasil melaju ke tingkat kabupaten untuk mengikuti pembinaan intensif menuju MTQ Tingkat Provinsi Jawa Timur. Selain itu, LPTQ juga menyiapkan ujian munaqosyah atau sertifikasi resmi bagi lebih dari 900 penghafal Al-Qur'an di Kabupaten Bojonegoro.
“Sertifikat ini nantinya dapat dijadikan jalur prestasi legal bagi santri dan pelajar untuk masuk ke jenjang pendidikan sekolah hingga perguruan tinggi tanpa tes,” jelas Nurul Azizah.
Geliat positif seleksi berjenjang ini dirasakan langsung oleh para peserta di tingkat tapak, salah satunya tim Syahril Qur'an dari MTs SA Darul Istiqomah Woro Kepohbaru yang beranggotakan Alvina Suprayitno Putri, Syifa Naura Salsabila, dan Zakkiya Maulidia Az-Zahra.
Setelah meraih Juara 1 Zona Timur, mereka tampil optimistis bertanding di tingkat kabupaten demi memperebutkan tiket mewakili Bojonegoro ke ajang MTQ tingkat Jawa Timur.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir