Tingkatkan Kompetensi, Guru SD-SMP di Bojonegoro Dilatih Internet of Things Digital 5.0
Jumat, 25 September 2026 07:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Perkembangan teknologi digital mendorong dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Hal itu turut menjadi perhatian Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro melalui Workshop Pelatihan Internet of Things (IoT) Digital 5.0. Kamis (24/09/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Ki Hajar Dewantara, Lantai 2, Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro tersebut diikuti guru jenjang SD dan SMP. Workshop menyediakan kuota terbatas bagi 20 guru SD dan 20 guru SMP.
Kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya pemrograman mikrokontroler, jaringan internet, dan penerapan IoT dalam pembelajaran di sekolah.
Melalui kegiatan tersebut Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro berupaya mendorong peningkatan kemampuan digital tenaga pendidik, sekaligus membuka ruang bagi guru untuk mengenal teknologi IoT secara lebih praktis dan aplikatif.
Workshop Pelatihan Internet of Things (IoT) Digital 5.0 di Bojonegoro. Kamis (24/09/2026). (Aset: Istimewa)
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo, mengatakan perkembangan teknologi perlu diikuti dengan peningkatan kompetensi para pendidik. Menurutnya, guru tidak cukup hanya mengenal teknologi, tetapi juga perlu memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.
“Guru harus terus beradaptasi. Teknologi berkembang sangat cepat, sehingga kompetensi digital menjadi bagian penting dalam menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman,” ujar Anwar Mukhtadlo.
Menurutnya, melalui pelatihan ini peserta diperkenalkan pada konsep Internet of Things sekaligus mendapatkan pengalaman praktik mengenai penerapannya.
Sejumlah materi yang diberikan meliputi pengenalan IoT dan komponennya, monitoring suhu dan kelembapan menggunakan DHT11, kontrol perangkat atau relay melalui internet, dashboard dan notifikasi IoT, hingga automasi sederhana berbasis IoT.
Anwar berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan workshop, tetapi dapat dikembangkan dan diterapkan di lingkungan sekolah.
“Kami berharap para peserta tidak berhenti pada pelatihan hari ini. Pengetahuan yang diperoleh bisa dikembangkan dan diterapkan di sekolah, sehingga anak-anak juga mendapatkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan perkembangan teknologi,” kata Anwar Mukhtadlo.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setda Pemkab Bojonegoro, Machmudin menyampaikan bahwa transformasi digital di bidang pendidikan membutuhkan kesiapan sumber daya manusia.
Menurutnya, peningkatan kapasitas guru menjadi salah satu bagian penting agar perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung proses pendidikan.
“Transformasi digital tidak cukup hanya dengan menyediakan teknologi. Yang paling penting adalah menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menggunakan dan mengembangkannya,” kata Machmudin.
Ia menilai pemanfaatan IoT juga memiliki ruang yang cukup luas untuk dikembangkan di lingkungan pendidikan. Karena itu, pelatihan semacam ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi para guru untuk semakin terbiasa dengan teknologi.
"IoT memberikan banyak peluang untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun lingkungan pendidikan. Kami berharap pelatihan ini menjadi langkah awal bagi para guru untuk semakin terbiasa dengan teknologi dan kemudian menularkan pengetahuan tersebut kepada peserta didik,” tutur Machmudin.
Machmudin juga menegaskan bahwa saat ini masuk era digital, sehingga workshop ini penting sekali karena anak-anak saat ini adalah generasi digital yang membutuhkan akses internet sebagai kebutuhan dasar dalam belajar.
“Pelatihan ini memiliki tujuan untuk membantu guru merancang ekosistem digital aman disekolah. Jangan takut pada teknologi dan memanfaatkan alat digital dalam pembelajaran,” kata Machmudin.
Pembina Yayasan Sains dan Teknologi Bojonegoro, Muhammad Yunus, menambahkan bahwa kegiatan pelatihan Internet of Things (IoT) Digital 5.0 untuk membuka jendela pendidikan dasar negeri di Bojonegoro masuk di era digital.
“Selama ini yang ikutserta dalam perlombaan robotik kebanyakan dari sekolah swasta. Dengan kegiatan ini bersama Dinas Pendidikan Bojonegoro, kita harapkan anak didik dasar memiliki tambahan ilmu robotik,” kata Muhammad Yunus.
Ia juga katakan para narasumber yang dihadirkan mengisi kegiatan workshop tersebut, telah mencetak sejumlah sekolah menggondol prestasi di ajang robotik tidak hanya nasional namun internasional.
“Kita berharap, kegiatan akan berlanjut ke para siswanya. InshaAllah akan siapkan event perlombaan nanti,” tuturnya .
Sementara Miftahul Huda, dari SD Negeri Nganti Ngraho, mengungkapkan rasa antusiasnya mengikuti pelatihan Internet of Things (IoT) Digital 5.0 dan berterimakasih kepada malawapati.com yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Bojonegoro dan Yayasan Sains dan Robotik Bojonegoro.
”Workshop Robotik ini pertama kali dilaksanakan untuk guru jenjang pendidikan sekolah dasar negeri. Ini adalah awal bagus, karena swasta sudah maju sepuluh tahun yang lalu. Dan ini diawali saat ini tidak terlambat dan bagus,” ujar Miftahul Huda.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi era saat ini sangat mudah untuk menerapkan pelatihan tersebut di sekolah masing-masing.
“Kami berharap pelatihan seperti ini semakin digalakkan dengan menggandeng berbagai lembaga. Sehingga Bojonegoro kedepan akan memiliki SDM yang lebih unggul yang bisa dibanggakan.” kata Miftahul Huda.
Workshop Pelatihan Internet of Things (IoT) Digital ini diselenggarakan berkat kerja sama Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro dan Yayasan Sains dan Teknologi Bojonegoro dengan didukung oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), PT. Pertamina EP Field Cepu, PT Asri Darma Sejahtera (ADS), PT Pertamina EP Field Sukowati, PT BPR Bank Daerah Bojonegoro (Perseroda), dan berpihak lainnya. (red/imm)
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo