News Ticker
  • Pelantikan PWRI Blora 2026-2031 Dibuka dengan Kirim 50 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
  • KAI Daop 8 Surabaya Tebar Diskon 17 Persen Tiket Kereta Ekonomi di Hari Kemerdekaan
  • Kebiasaan Pakai Tusuk Gigi Berisiko Melukai Gusi, Ini Pilihan Alat Pembersih Sela Gigi yang Lebih Aman
  • Hadiri Bupati Medhayoh di Cengkir, Pemkab Bojonegoro Siapkan Embung Seri untuk Petani Tembakau
  • Pamerkan Inovasi Pengabdian Desa, 175 Mahasiswa KKN UPN Veteran Jatim Gelar Expo di Purwosari
  • 13 Agustus 2026
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 13 Agustus 2026
  • Penyebab Makanan Sering Terselip di Sela Gigi dan Cara Aman Mengatasinya
  • Misi Dagang Jatim-Kalbar Tembus Rp2,5 Triliun, Gubernur Khofifah Dorong Perluasan Investasi Daerah
  • Kunker ke Semenkidul, TP PKK Bojonegoro Dorong Kemandirian Keluarga Lewat GAYATRI dan Kelola Sampah
  • Gandeng ISI Surakarta, Dekranasda Bojonegoro Susun Kajian Akademis dan Motif Pakem Batik Daerah
  • Ringankan Beban Kekeringan Warga Sumberrejo, PMI dan BPBD Bojonegoro Pasok Air Bersih
  • Mendorong Kemandirian Pemuda, Pemkab Bojonegoro Kembali Buka Bootcamp Ekonomi 2026
  • 12 Agustus dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 12 Agustus 2026
  • Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro Kunjungi Pos Komunitas ‘Mapak’ di Desa Semenkidul
  • Menjaga Rantai Pasok Industri Hulu Migas, Pengusaha Lokal Bojonegoro Didorong Naik Kelas
  • Gaungkan Pertanian Organik di Muktamar Petani Nahdliyin, Bupati Blora Dorong Setiap Desa Sediakan 1 Hektar Lahan
  • Workshop dan News Presenter Competition Warnai HUT ke-28 IJTI di Lamongan
  • Sering Kentut Apakah Sehat? Kenali Batas Wajar dan Tandanya untuk Pencernaan
  • DPRD dan Pemprov Jatim Resmi Sepakati KUA-PPAS APBD 2027, Fokus Perkuat Fondasi Pembangunan Daerah
  • Dorong Budaya Riset untuk Percepat Pembangunan Bojonegoro Bersama INSPIRA RISBO
  • Petani Tembakau Bojonegoro Sumringah, Pemkab Gelontorkan Bantuan Ribuan Kilogram Pupuk NPK
  • Berhenti Saat Ada Perbaikan Jalan, Mobil yang Ditumpangi KH Anwar Zaid Ditubruk Truk di Padangan, Bojonegoro
Tenaga Kerja Perminyakan asal Bojonegoro Diakui Perusahaan Migas

Tenaga Kerja Perminyakan asal Bojonegoro Diakui Perusahaan Migas

Oleh Vera Astanti

Kota - Kemampuan tenaga kerja perminyakan asal Bojonegoro ternyata diakui banyak perusahaan migas. Meskipun hanya berijazah SLTA, semangat dan kemampuan kerjanya tidak kalah dengan lulusan perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh 12 tenaga kerja asal Bojonegoro yang kini bekerja pada perusahaan perminyakan saat berbagi kisah bersama Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Bojonegoro di Ruang Meliwis Putih, Senin (11/01) pagi.

Jurais Al Qorni, salah sorang dari 12 tenaga kerja asal Bojonegoro yang kini jadi karyawan di PT Elnusa sebagai operator lantai bor, menuturkan,  tenaga dari Bojonegoro tidak bisa dipandang sebelah mata. Komitmen dan totalitas menjadi hal utama saat bekerja. Selain itu kemampuan mereka meski hanya lulusan SMA setara dengan lulusan perguruan tinggi.

"Mungkin kita kalah di teori, namun keterampilan di lapangan sama. Bahkan secara mental lebih lah," ungkapnya.

Jurais menceritakan, dirinya sebelum terpilih mengikuti pendidikan di Elnusa hanyalah sebagai buruh cuci motor di wilayah Kalitidu. Kemudian sempat pula merantau di Jakarta. Pada tahun 2010 memilih untuk kembali ke Bojonegoro dan bekerja di pabrik paving.

Mimpi seakan menjadi nyata ketika pemerintah membuka pelatihan dan sertifikasi yang digagas oleh Pemkab Bojonegoro dengan PT Elnusa. Dari 800-an  pendaftar dirinya termasuk beruntung terpilih untuk mengikuti diklat selama enam bulan. Lagi-lagi nasib baik menaungi, dia akhirnya berhasil direkrut bekerja di Elnusa.

"Pengalaman berharga saya adalah ketika kali pertama terjun dibidang perminyakan langsung bekerja di lepas pantai. Bagaimana harus berhadapan dengan angin berkecepatan 37 knot selama beberapa hari. Kini saya bangga karena mampu membahagiakan kedua orangtua," ujarnya.

Hal senada juga dituturkan Muhamad Nur Rokhim, alumni SMA PGRI Ngambon tahun 2009. Dia mengaku tidak pernah membayangkan bisa bekerja di sektor minyak. Sebelumnya pemuda kelahiran 1991 ini bekerja sebagai security dan tukang batu di Surabaya.

Berbekal informasi yang didengar dari siaran radio dia mencoba peruntungan mendaftar ikut pelatihan di bidang perminyakan. Ternyata dirinya sama beruntungnya dengan 20 anak Bojonegoro yang mendapat kesempatan dididik Elnusa.

Enam bulan mengeyam pendidikan dan teori di Sentul. Kemudian dia diterima bekerja di Elnusa sebagai Drilling dan Olilfield service. Pengalaman kali pertama bekerja di lepas pantai takkan dilupakannya, bagaimana tidak menghadapi ombak besar dan mabuk laut harus ditaklukkan selama dua minggu.

Dengan sedikit kelakar dia menyatakan jika orang Indonesia dikenal dengan nenek moyang seorang pelaut. Tidak bagi dirinya yang nenek moyangnya seorang petani, maka kali pertama bekerja di lepas pantai dia harus menaklukkan mabuk laut.

"Pengalaman lainnya yang lebih mengesankan adalah dua minggu tak mandi, karena pasokan air yang tidak ada saat musim el nino," tuturnya.

Sementara itu, Joko Sriwono dalam pertemuan ini mengharapkan agar pertemuan dilakukan tak hanya sekali ini saja. Dia juga berharap agar ke depan pemerintah menyediakan pendidikan di jenjang perguruan tinggi bidang perminyakan.

Sedangkan Muhammad Syahri Avriadhon, menyampaikan, tenaga-tenaga Bojonegoro banyak mendapatkan pengakuan. Tak sekedar motivasi hidupnya yang tinggi, tetapi mudah menerima pembelajaran. Dia memberi masukan kepada pemerintah, agar pelatihan tidak sekedar pelatihan. Namun ada legal formalitasnya, yakni sertifikasi yang bisa diakui dan dijadikan bekal melamar pekerjaan. (ver/tap)

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1786626127.8562 at start, 1786626128.2253 at end, 0.36918902397156 sec elapsed