News Ticker
  • Jembatan Akses Desa Wotan dan Sambongrejo di Bojonegoro Ambrol Tergerus Aliran Sungai
  • Viral! Unggahan Medsos di Bojonegoro Ini Minta Pengkritik Program MBG Pindah Negara
  • Pemprov Jatim Mulai Terapkan Pembatasan Penggunaan Gadget di Sekolah
  • Okupansi Penumpang Kereta Api di Stasiun Bojonegoro Melonjak Drastis Sepanjang Awal Tahun 2026
  • Tersengat Listrik saat Potong Ranting Pohon, Warga Temayang, Bojonegoro Meninggal Dunia
  • Wakil Bupati Blora Dorong Pembangunan Embung di Cepu untuk Atasi Banjir Tahunan
  • Sumari, Kuli Panggul di Blora Naik Haji Tahun Ini Setelah 20 Tahun Sisihkan Uang Receh
  • Respons Cepat Laporan Warga, Satpol PP Bojonegoro Amankan ODGJ yang Resahkan Pengguna Jalan
  • Bawa Senjata Tajam, Penderita Gangguan Mental di Bubulan, Bojonegoro Diamankan Polisi
  • Pemkab Bojonegoro Gelar Gerakan Pangan Murah Edisi ke-18 di Kalitidu
  • 15 April dalam Sejarah
  • Dinas Perhubungan Bojonegoro Gembok Mobil Siaga Desa yang Parkir Sembarangan
  • Hilang Kendali, Truk Tangki di Kapas, Bojonegoro Tabrak Pohon Penghijauan
  • Tenggelam di Sawah, Seorang Balita di Gayam, Bojonegoro Meninggal Dunia
  • Dapur SPPG di Kedungadem, Bojonegoro Roboh Diterjang Angin
  • Diterjang Angin, Atap Bangunan Gudang Pupuk di Gayam, Bojonegoro Rusak
  • Pentingnya Peran Keluarga dan Lingkungan Pendidikan dalam Memberantas Angka Anak Tidak Sekolah
  • Waspada Penularan Campak pada Anak, Tenaga Medis Ingatkan Risiko Komplikasi Hingga Peradangan Otak
  • Pemkab Bojonegoro Kucurkan Insentif RT dan RW Senilai 23 Miliar
  • Kalender Jawa Hari Ini, Kamis 9 April 2026, Detail Weton Kamis Legi dan Jumlah Neptu 13
  • Kabel Listrik Tersangkut Truk, Papan Reklame dan Tiang PLN di Jembatan Glendeng, Bojonegoro Roboh
  • Pertagas Hijaukan Enam Wilayah Operasi Melalui Penanaman 4.300 Pohon
  • Bayi Baru Lahir Belum Otomatis Aktif BPJS Kesehatan: Masih Wajib Daftar
  • Kemenhaj Bojonegoro Bekali Ratusan Karu dan Karom Jelang Keberangkatan Haji 2026
Cara Warga Bojonegoro Bangun Ekonomi Mandiri Berbekal Dana Desa dan Pendampingan dari ExxonMobil

Cara Warga Bojonegoro Bangun Ekonomi Mandiri Berbekal Dana Desa dan Pendampingan dari ExxonMobil

Bojonegoro - Semangat kemandirian tengah tumbuh di 12 desa di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang areanya berada di sekitar wilayah operasi minyak dan gas Blok Cepu.
 
Warga desa ini bertekad mengoptimalkan Dana Desa (DD) untuk membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
 
 
Selama ini, pemanfaatan Dana Desa cenderung dominan pada pembangunan infrastruktur fisik. Namun, kesadaran untuk mengalihkannya ke sektor ekonomi produktif kini semakin meningkat.
 
Inilah yang menjadi landasan program fasilitasi penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) yang diprakarsai operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
 
 
"Kami sangat terbantu dengan adanya pendampingan ini," ujar Kepala Urusan Perencanaan Desa Gayam, Siti Patonah. Minggu (21/09/2025).
 
Menurutnya, warga dan Pemerintah Desa bisa menyusun program yang lebih terarah dan inovatif. Potensi yang dimiliki desanya antara lain wisata Kali Glonggong, sebuah situs sumber air di ladang migas.
 
“Angan-angan kami kini memiliki rancangan yang lebih jelas untuk dimasukkan ke dalam RKPDesa," tuturnya.
 
 

Suasana penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) di Kabupaten Bojonegoro yang diprakarsai operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). (Aset: Istimewa)

 
Hal senada juga disampaikan Sekretaris Desa Mojodelik, Adi Yusuf. Ia melihat program ini sebagai awal yang baik untuk membangun konektivitas ekonomi antar desa.
 
Ia mengaku sudah mengukur jarak antar desa yang lumayan dekat. Sehingga ketika satu desa berhasil mengembangkan potensi wisata, desa lainnya bisa ikut terangkat dengan menawarkan produk atau destinasi pelengkap.
 
“Sinergi ini akan memperkuat ekonomi kawasan," kata Yusuf penuh optimisme.
 
 
 
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Bojonegoro (Unigoro), Mochamad Tofa, menilai langkah ini sebagai sinyal positif. Kata dia, transisi dari fokus infrastruktur ke ekonomi produktif adalah langkah besar.
 
Kolaborasi antara perusahaan seperti EMCL dan pemerintah desa sangat krusial untuk memastikan bahwa program yang disusun bisa berjalan efektif.
 
“Pendampingan ini membantu desa berpikir strategis tentang alokasi Dana Desa,” kata Mochamad Tofa.
 
 
 
Sementara itu, Manager Program Lestari Muda Indonesia, Edi Prayitno, meyakini bahwa upaya pendampingan ini akan membuahkan hasil. Ia menegaskan bahwa tugas tim Lestari Muda adalah memberikan pengetahuan dan alat perencanaan yang matang. Menurutnya, tim penyusun RKPDesa di Kecamatan Gayam sangat antusias dan memiliki visi kuat untuk desa mereka.
 
“Ini adalah modal terbesar untuk mewujudkan kemandirian," ujarnya.
 
 
 
Pihak EMCL, melalui Ali Mahmud, menegaskan komitmen mereka untuk mendukung upaya pemerintah dalam membangun ekonomi masyarakat. Menurut Ali, pembangunan ekonomi produktif berbasis potensi lokal memang harus terus didorong. Ia mengakui, selama ini sering kali upaya tersebut hanya sekadar jargon karena belum ada kajian serius dan komitmen multipihak yang masih lemah.
 
"Kita bergerak bersama, menguatkan komitmen, dan menegaskan kembali pembangunan berkelanjutan," ucap pria asal Kasiman ini.
 
Meskipun tantangan modal dan implementasi masih membayangi, semangat kolaborasi yang terjalin antara warga desa, pemerintah desa, dan EMCL menciptakan iklim yang kondusif. Warga Bojonegoro kini melihat potensi besar di depan mata, bukan lagi sekadar bergantung pada proyek migas, melainkan menjadi motor penggerak ekonomi mereka sendiri. (ads/red/imm)
 
 
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1776281364.1013 at start, 1776281366.3233 at end, 2.2219820022583 sec elapsed