Pentol Legend Depan BRI Bojonegoro, Kuliner Ndaging dan Empuk Tepi Jalan
Rabu, 01 April 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Di tengah hiruk pikuk aktivitas perkotaan Bojonegoro, tepatnya di depan kantor BRI Cabang Jalan AKBP M Soeroko, terdapat sebuah gerobak motor yang hampir setiap hari dikerumuni pembeli. Pemiliknya adalah Mardi (61), seorang pria asal Desa Sumurcinde, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, yang telah mendedikasikan dua dekade hidupnya untuk berjualan pentol yang dikenal pelanggan setianya sebagai Pentol Legend.
"Nggak punya nama Mas. Tapi orang-orang ngasih nama pentol legend gitu," kata Mardi kepada awak media ini, Rabu (01/04/2026).
Mardi mengatakan, karena tidak punya nama pasti pelangganya punya beberapa penyebutan. Misalnya pentol handuk, karena Mardi selalu membawa handuk kecil yang menjadi ciri khasnya, yang dia jadikan sebagai penutup kepala dibawa topi yang dipakainya. Ada juga yang menyebutnya pentol BRI karena dia berjualan di depan Bank BRI. Akan tetapi penyebutan pentol BRI justeru jadi kurang tepat karena ada penjual lain di area itu yang menjadikan nama Pentol BRI sebagai identitas jualannya. Mardi tak mempermasalahkan nama.
Setiap pagi sekitar pukul delapan, Mardi sudah mulai melayani pembeli yang datang silih berganti. Usaha yang dijalankannya ini bukan sekadar jualan keliling biasa, melainkan buah dari ketekunan yang luar biasa. Bagaimana tidak, setiap harinya Mardi harus menempuh perjalanan sejauh 30 kilometer dari rumahnya di Tuban menuju jantung Kota Bojonegoro hanya untuk menyapa para pelanggannya.
Mardi jualan di depan Kantor Cabang BRI Bojonegoro setiap hari dan hanya libur kalau sedang tidak enak badan ada acara keluarga.
"Sebulan puasa kemarin libur Mas. Ini tadi banyak yang nanyakan, pelangan-pelanggan itu pada kangen," katanya.
Menu utama yang menjadi primadona di gerobak motornya adalah pentol urat dan pentol daging. Berbeda dengan pentol pada umumnya yang didominasi tepung, racikan Mardi ini sangat menonjolkan cita rasa daging yang kuat dengan tekstur yang empuk. Keunikan lain yang membuat pelanggan ketagihan adalah kuahnya yang dicampur dengan irisan daun jeruk, sehingga memberikan aroma segar yang membangkitkan selera.
Kualitas rasa yang konsisten selama kurang lebih 20 tahun membuat pelanggan Pentol Legend berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari para pegawai negeri yang sedang beristirahat, pelajar sekolah, hingga masyarakat umum yang kebetulan melintasi kawasan Jalan AKBP M Soeroko. Mereka rela mengantre demi menikmati seporsi pentol hangat dengan kuah segar di sela rutinitas harian.
Mardi mengaku tetap setia melakoni pekerjaan ini meskipun jarak tempuh rumah ke lokasi jualan cukup jauh. Baginya, melihat pelanggan merasa puas dengan rasa pentol buatannya menjadi penyemangat tersendiri untuk terus mempertahankan kualitas bahan dan rasa yang sudah menjadi ciri khas karya tangannya.
Lugiono, salah seorang pembeli, mengaku menyukai pentol legend karena terasa khas. Dia selalu beli Rp5 ribu dengan tambahan kuah sedikit dicampur remah tetelan dengan saus pedas.
"Ini luar biasa enak Mas. Seperti bukan pentol pinggir jalan. Selalu suka aku dengan pentol ini," kata Lugiono.




























.md.jpg)


