Bupati Setyo Wahono Dorong BUMDes Napis Jadi Off-Taker Hasil Tani dan Opsi Pemekaran Desa
Jumat, 02 Oktober 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyerap langsung aspirasi warga Desa Napis Kecamatan Tambakrejo melalui program Bupati Medhayoh pada Kamis (1/10/2026). Dalam dialog dua arah tersebut, Bupati menyoroti tantangan pembangunan Desa Napis yang memiliki luas wilayah besar dengan jumlah penduduk mencapai hampir 9.000 jiwa, sementara tanah kas desa terbilang terbatas hanya sekitar 28 hektare.
Guna mengatasi keterbatasan tersebut, Setyo Wahono mendorong optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Napis agar tidak sekadar menjadi lembaga usaha biasa, melainkan bertindak sebagai penampung sekaligus pemasar produk pertanian warga setempat.
Setyo Wahono menegaskan bahwa BUMDes bisa menjadi off-taker untuk distribusi hasil pertanian, di mana hal ini penting agar hasil pertanian masyarakat dapat terserap dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Selain sektor ekonomi, tantangan letak geografis Desa Napis yang terdiri dari kawasan berjauhan juga memicu munculnya usulan tata kelola wilayah baru.
“Pemerintah daerah telah mengusulkan pemekaran Desa Napis menjadi dua atau tiga desa,” kata Bupati.
Wilayah Desa Napis ini, kata Bupati Wahono, sangat luas dan jaraknya berjauhan, tentu ada banyak problem dan persoalan yang harus kita perhatikan bersama. Lebih lanjut, Bupati menegaskan keterbukaan pemerintah daerah dalam menerima masukan riil dari tingkat bawah demi menentukan arah kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
“Usulan itu saat ini masih dalam proses kajian dan menunggu untuk keputusan secara resmi,” kata pria asal Desa Dolokgede Kecamatan Tambakrejo ini.
Forum Bupati Medhayoh ini juga diisi dengan tanya jawab antara warga dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mulyanto
Publisher: Mohamad Tohir































