News Ticker
  • Waspadai Bahaya Radiasi Layar Gawai, Jaga Mata Yuk!
  • Efektif Redam Kekeringan di 24 Daerah, OMC Jatim Pancing Hujan di 11 Titik Sasaran
  • Sasar Puluhan Toko di Tambakrejo, Tim Gabungan Bojonegoro Nihil Temuan Rokok Ilegal
  • Polres Bojonegoro Upayakan Restorative Justice Kasus Petani Suginanto, Perhutani KPH Padangan Tegas Menolak
  • Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional
  • Kasus Dua Batang Kayu Jati Petani Ngraho, Lidah Tani Dorong Penyelesaian Hukum Berkeadilan
  • 09 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 09 September 2026
  • Diduga Ambil Dua Potong Kayu Jati Perhutani, Petani Asal Ngraho Bojonegoro Ditahan Polisi
  • Awas Salah Pilih Warna! Dokter Gigi Imbau Perawatan Pemutihan Gigi Disesuaikan Warna Kulit
  • Pemkab Bojonegoro Rehabilitasi Alun-Alun Kota, Tahap I Pembangunan Menyasar Sisi Utara
  • Tekan Risiko Karhutla dan Kekeringan, Pemprov Jatim Tebar 3,2 Ton NaCl Melalui Operasi Modifikasi Cuaca
  • Pertumbuhan Ekonomi Nonmigas Bojonegoro Triwulan II 2026 Tunjukkan Kinerja Positif
  • Peringati HUT IJTI Pantura Raya, Insan Pers dan Pemda Tekankan Akselerasi Transformasi Digital
  • Mengenal Sejarah Geologi dan Minyak Bumi di Pusat Informasi Geopark Bojonegoro
  • 08 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 08 September 2026
  • Kemenhan Alokasikan Rp426 M untuk Operasional dan Gaji Personel Satuan TNI Baru di Bojonegoro
  • Bulog Bojonegoro Intensifkan Pemantauan Pasar dan Penyaluran Beras SPHP di Tiga Kabupaten
  • Karhutla Hanguskan 3.800 Hektare Lahan di Jatim, Pemprov Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca dan Penyaluran Air Bersih
  • Alternatif Olahraga Ringan Sambil Rebahan untuk Mengecilkan Perut Buncit
  • Sesosok Mayat Perempuan Warga Parengan, Tuban Ditemukan di Hutan Malo, Bojonegoro
  • 07 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 07 September 2026
10 Negara Penghasil Minyak Sawit Terbesar di Dunia

10 Negara Penghasil Minyak Sawit Terbesar di Dunia

Daftar 10 negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia menempatkan Indonesia sebagai pemimpin pasar global yang tak tergoyahkan. Berdasarkan data terbaru dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), minyak sawit atau Palm Oil tetap menjadi komoditas nabati paling vital yang digunakan sebagai bahan baku minyak goreng, produk industri, hingga bahan bakar nabati (biofuel).

Dalam laporan USDA per 2026, total produksi global sangat bergantung pada kontribusi negara-negara di kawasan Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin. Indonesia sendiri memproduksi hingga 46,7 juta metrik ton yang mencakup sekitar 58 persen dari total output dunia.

Industri kelapa sawit memiliki peran strategis secara ekonomi, tetapi sering kali menghadapi tantangan lingkungan. Melansir berbagai sumber, ekspansi lahan sawit kerap dikaitkan dengan isu deforestasi dan ancaman terhadap satwa endemik seperti gajah Sumatra dan orangutan. 

Meski demikian, ketergantungan dunia terhadap minyak sawit tetap tinggi karena efisiensi produksinya yang jauh lebih besar dibandingkan tanaman minyak nabati lainnya. Melansir data USDA, berikut adalah negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia:

Daftar 10 Negara Penghasil Minyak Sawit Terbesar di Dunia

1. Indonesia

Sebagai pemuncak dalam daftar 10 negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia mencatatkan volume produksi sebesar 46,7 juta ton. Merujuk pada data Kementerian Pertanian RI, luas perkebunan sawit di tanah air mencapai 16,83 juta hektare.

2. Malaysia

Negara tetangga, Malaysia menempati urutan kedua dengan produksi mencapai 20,2 juta ton. Mengutip informasi dari Malaysian Palm Oil Green Conservation Foundation, per Desember 2022, luas lahan sawit di Malaysia mencapai 5,67 juta hektare. 

3. Thailand

Thailand menyumbang sekitar 4% dari produksi dunia dengan total 3,38 juta ton. Sentra produksi utamanya berada di wilayah selatan seperti Surat Thani dan Krabi. 

Dilansir dari laporan industri setempat, Thailand menunjukkan komitmen keberlanjutan melalui 19 kelompok petani yang telah mengantongi sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

4. Kolombia

Di wilayah Amerika Latin, Kolombia memimpin dengan produksi 2 juta ton. Berdasarkan data dari Fedepalma, Kolombia mengelola lahan seluas 609.142 hektare. Pihak otoritas setempat menekankan bahwa perkebunan mereka dikelola dengan menjaga jarak dari kawasan hutan hujan Amazon guna menghindari isu perusakan lingkungan.

5. Nigeria

Nigeria merupakan produsen terbesar di Afrika dengan angka 1,5 juta ton. Berdasarkan catatan sejarah, Nigeria sebenarnya adalah raja sawit dunia pada era 1950-an sebesar 40%. Namun, posisinya kini merosot hingga hanya menyumbang 2% dari produksi global, bahkan harus mengeluarkan dana sekitar 600 juta dolar AS per tahun untuk mengimpor minyak sawit demi mencukupi kebutuhan domestik.

6. Guatemala

Guatemala mencatatkan produksi sebesar 995.000 ton atau sekitar 1% dari total dunia. Kendati produksinya signifikan, perkembangan industri di sini dilaporkan sering bersinggungan dengan wilayah masyarakat adat Suku Maya yang menjadi tantangan sosial tersendiri bagi pemerintah setempat.

7. Papua Nugini

Meskipun hanya memiliki luas lahan sekitar 130.000 hektare, Papua Nugini sangat efisien dengan memproduksi 830.000 ton sekitar 1% dari total dunia. Perkebunan sawit di negara ini menjadi tulang punggung ekonomi yang menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 200.000 warga dan menyumbang ratusan juta dolar AS bagi pendapatan ekspor negara.

8. Brasil

Brasil menempati peringkat ke-8 dengan estimasi produksi 650.000 ton atau sekitar 0,81%. Merujuk pada data Abrapalma, mayoritas produksi (sekitar 85%) terpusat di negara bagian Para dengan luas lahan tanam mencapai 207.000 hektare.

9. Pantai Gading (Cote d'Ivoire)

Selain dikenal sebagai eksportir kakao, Pantai Gading memproduksi 630.000 ton minyak sawit atau 0,78% dari total dunia. Angka ini menjadikan mereka produsen terbesar kedua di Benua Afrika setelah Nigeria, sekaligus memperkuat diversifikasi komoditas ekspor mereka.

10. Honduras

Menutup daftar sepuluh besar, Honduras menghasilkan sekitar 620.000 ton atau 0,77% dari total dunia. Sektor ini menyumbang hampir 4% dari total ekspor nasional dengan nilai ekonomi mencapai 334 juta dolar AS, serta 60% produksinya dikelola oleh petani skala kecil.

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1788994968.4998 at start, 1788994969.3099 at end, 0.8101270198822 sec elapsed