News Ticker
  • Masyarakat Desa Sudu, Gayam, Bojonegoro Targetkan Bisa Kelola Sampah Se-Kecamatan
  • Tingkatkan Skill Wirausaha Muda, Dinpora Bojonegoro Gelar Workshop Video Promosi Berbasis Ponsel
  • Permintaan Batik Bojonegoro Meningkat
  • Slow Jogging vs Jogging Biasa, Mana Lebih Bermanfaat?
  • 21 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca di Bojonegoro 21 Juli 2026
  • Peringati World Diabetes Day 2026, IDI Bojonegoro dan PERSADIA Edukasi Masyarakat Kendalikan Diabetes
  • 20 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 20 Juli 2026 di Bojonegoro
  • Bahas Pembangunan Pasar Kota, Komisi B DPRD Bojonegoro Desak Penuntasan Relokasi Pedagang ke Pasar Wisata
  • Diplomasi Kuliner Bupati Arief Rohman, Lontong Opor Pak Pangat Ngloram Pikat Sekjen Kementerian ESDM
  • Bahaya Mengonsumsi Mi Instan Mentah Bagi Pencernaan, Berisiko Picu Penyakit Kronis
  • Perkuat Swasembada Gula Nasional, Pemprov Jawa Timur Targetkan Pengembangan Puluhan Ribu Hektare Lahan Tebu
  • Dukung Geopark Bojonegoro, Bupati Setyo Wahono Lepas Ratusan Peserta Pembekalan Pariwisata Berkelanjutan
  • Bupati Setyo Wahono Minta Lima Kepala Desa PAW Segera Tancap Gas Bangun Desa
  • Tertimpa Pohon Tumbang, Seorang Pemotor di Balen, Bojonegoro Meninggal di Rumah Sakit
  • 19 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca di Bojonegoro 19 Juli 2026
  • Jangan Lewatkan! Nanti Malam Komunitas Dangdut Bojonegoro Siap Goyang Panggung Pantes Budal 7 di Stadion
  • Pemkab Bojonegoro Percepat Pembangunan Waduk dan Jaringan Irigasi Lintas Kecamatan
  • Fakta Kesehatan dan Tips Konsumsi MSG yang Aman
  • Kawal Kualitas Tembakau, Pemkab Bojonegoro Monitoring Dropping Pupuk NPK Non-Subsidi
  • Pengurus ICMI Bojonegoro Periode 2026-2031 Resmi Dilantik
  • 18 Juli dalam Sejarah
Mengungkap Jejak Pesantren Kuno Guyangan di Balik Mbah Kintir atau Kiai Januddin

Mengungkap Jejak Pesantren Kuno Guyangan di Balik Mbah Kintir atau Kiai Januddin

Bojonegoro — Jejak sejarah Islam di Desa Guyangan, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, perlahan kembali disibak melalui penuturan warga dan manuskrip kuno. Di balik kesederhanaan sebuah makam, tersimpan kisah panjang tentang dakwah dan kejayaan pesantren pada masa lampau.

Menurut Mbah Sadiman (60), yang membantu juru kunci makam yang selama ini merawat situs tersebut, dirinya hanya melanjutkan amanah dari para leluhur. “Saya membantu Mbah Hasim untuk merawat makam di Desa Guyangan Juru Kunci adalah Mbah Hasim,” ucapnya dengan nada rendah.

Ia menjelaskan, Dulu saya juga sering mendengar bahwa di wilayah Guyangan dikenal sebagai pusat pondok pesantren besar dengan seorang kiai yang sangat masyhur. Namun, seiring berjalannya waktu, nama kiai tersebut mulai terlupakan oleh masyarakat.

“Dulu di Guyangan ini terkenal pondok pesantren besar, kiainya juga sangat terkenal, tapi sekarang namanya sudah tidak banyak yang ingat,” imbuhnya.

Kini, masyarakat lebih mengenal sosok yang dimakamkan di lokasi tersebut dengan sebutan Mbah Kintir. Tradisi keagamaan pun masih terus dijaga. Setiap malam Jumat Pahing, warga rutin menggelar ngaji dan tahlil di area makam sebagai bentuk penghormatan sekaligus pelestarian tradisi.

Hal senada disampaikan oleh Karyono (49), warga asli Desa Guyangan. Ia menegaskan bahwa  cerita orang tua dulu disini ada pondok pesantren yang besar, namun era saat ini sudah terlupakan.

Sementara itu, penelusuran sejarah yang lebih mendalam diungkapkan oleh Wahyu Rizkiawan, periset Manuskrip Padangan sekaligus penulis sejarah Islam di media Junarba. Menurutnya, pada sekitar tahun 1700 Masehi, Guyangan merupakan salah satu pusat penting penyebaran Islam di wilayah Bengawan.

“Pada periode itu, Kiai Januddin Guyangan memimpin rombongan kabilah perahu dari Padangan menuju Rajekwesi. Bersama keluarganya, ia membangun jaringan dakwah melalui jalur Bengawan,” jelasnya.

Rombongan tersebut terdiri dari tokoh-tokoh penting, di antaranya Kiai Sadipo Sranak, Kiai Singoleksono Pengkol, Nyai Nadipah Tulung, dan Nyai Ireng Ledok. Mereka berperan dalam menyebarkan ajaran Islam di wilayah sekitar Bengawan Rajekwesi.

Kiai Januddin sendiri dikenal sebagai pendiri Pesantren Guyangan, sebuah pesantren kuno yang pada masanya memiliki pengaruh besar. Wilayah Guyangan kecamatan Trucuk kala itu menjadi pusat dakwah Islam yang strategis.

Dalam Manuskrip Padangan, Guyangan tercatat sebagai bagian dari jejaring Kasepuhan Padangan. Bahkan, nasab Kiai Januddin juga terdokumentasi dengan jelas sebagai keturunan langsung tokoh besar Padangan: Januddin bin Kiai Kedong bin Kiai Saban bin Kiai Sabil Menak Anggrung.

Meski nama Kiai Januddin Guyangan kini mulai tenggelam dalam ingatan kolektif masyarakat, jejak perjuangannya tetap abadi dalam catatan sejarah. Keberislaman masyarakat Rajekwesi meliputi Trucuk, Ledok, hingga Kauman Bojonegoro menjadi bukti nyata dari besarnya peran dakwah yang pernah ia lakukan.

Di tengah perubahan zaman, tradisi yang masih bertahan di Guyangan seakan menjadi pengingat bahwa sejarah tidak benar-benar hilang, ia hanya menunggu untuk ditemukan kembali.(red/Mul)

Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mulyanto
Publisher: Mohamad Tohir

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1784670218.9323 at start, 1784670219.2914 at end, 0.3591148853302 sec elapsed