Harga Daging Ayam Ras dan Telur Masih Tinggi di Atas Acuan, Pemerintah Bantah Imbas Program MBG
Kamis, 19 Februari 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Harga daging ayam ras dan telur ayam ras di pasar domestik masih bertahan di level tinggi, melebihi Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada pekan kedua Februari 2026, rata-rata nasional daging ayam ras mencapai Rp40.471 per kilogram, sementara telur ayam ras berada di Rp31.757 per kilogram.
Angka tersebut berada di atas HAP masing-masing komoditas, yaitu Rp40.000 per kg untuk daging ayam ras dan Rp30.000 per kg untuk telur ayam ras. BPS mencatat peningkatan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di 155 kabupaten/kota untuk daging ayam ras dan 80 kabupaten/kota untuk telur ayam ras.
Fluktuasi regional cukup ekstrem: harga tertinggi mencapai Rp100.000 per kg di Kabupaten Intan Jaya (Papua), sedangkan harga terendah Rp25.000 per kg di beberapa wilayah lain.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa tren ini mencerminkan dinamika permintaan yang masih tinggi menjelang Ramadan 1447 H.
“Ada 155 kabupaten/kota yang daging ayam ras itu mengalami peningkatan IPH. Kalau kita lihat HAP-nya yaitu Rp30.000 [untuk telur], artinya ini sedikit di atas HAP. Dan ada 80 kabupaten/kota yang telur ayam ras itu mengalami peningkatan IPH-nya,” ujar Ateng.
Meski demikian, Kementerian Perdagangan menegaskan bahwa kenaikan harga ini bukan disebabkan oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang digulirkan pemerintah. Menteri Perdagangan Budi Santoso justru menilai program tersebut memberikan efek positif berupa kepastian permintaan yang stabil.
“Enggak, jadi kan gini ya. Ini justru saya sudah diskusi dengan teman-teman. Kalau dulu harga naik-turun karena permintaannya naik-turun. Permintaan naik turun, harga menjadi naik-turun,” kata Budi Santoso.
Menurut Mendag, sebelum adanya MBG, fluktuasi permintaan pasar membuat harga mudah bergejolak. Kini, dengan serapan rutin dari program pemerintah, produsen peternak unggas memiliki gambaran permintaan yang lebih terukur, sehingga produksi bisa disesuaikan secara linear dan harga cenderung lebih stabil.
Data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag per 13 Februari 2026 juga menunjukkan harga rata-rata daging ayam ras Rp40.259 per kg dan telur ayam ras Rp30.570 per kg—masih dalam kisaran terkendali meski ada laporan lokal yang mencapai Rp45.000 per kg untuk daging ayam di beberapa pasar.
Pemerintah terus memantau perkembangan harga pangan menjelang Ramadan, termasuk melalui operasi pasar dan koordinasi dengan pelaku usaha. Meski ada kenaikan di sejumlah daerah, rata-rata nasional dinilai belum mengkhawatirkan dan dipastikan tetap terkendali.
Harga tinggi ini menjadi perhatian masyarakat, terutama di tengah persiapan puasa dan lebaran. Pemerintah diharapkan terus menjaga ketersediaan pasokan agar tidak memberatkan daya beli konsumen.(red/toh)




























.md.jpg)


