Inflasi Bojonegoro Januari 2026 Terkendali, Harga Barang & Jasa Relatif Stabil
Rabu, 04 Februari 2026 16:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Kabar baik untuk masyarakat Bojonegoro di awal tahun. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro melaporkan bahwa inflasi year on year (y-on-y) pada Januari 2026 tercatat sebesar 2,88%, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 111,19. Angka ini menunjukkan inflasi masih terkendali dan harga barang serta jasa relatif stabil di awal tahun 2026.
Meski ada inflasi tahunan, secara bulanan (month to month) justru terjadi deflasi 0,33%, begitu juga year to date (y-to-d) deflasi 0,33%. Artinya, harga sejumlah komoditas turun dibanding Desember 2025, membantu menjaga daya beli masyarakat.
Faktor utama inflasi y-on-y adalah di antaranya kenaikan harga pada 9 kelompok pengeluaran, dengan kenaikan tertinggi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 10,23%, perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 12,99%, makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,88%.
Adapun komoditas penyumbang inflasi di antaranya tarif listrik, emas perhiasan, tomat, kelapa, daging ayam ras, kopi bubuk. Sementara komoditas penahan inflasi (harga turun) adalah bawang putih, cabai merah, cabai rawit, kangkung, ikan nila.
Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Kabupaten Bojonegoro, Yuliatin, menjelaskan bahwa inflasi y-on-y Januari 2026 terjadi karena adanya kenaikan harga pada sembilan kelompok pengeluaran.
“Dengan kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga,” kata Yuliatin.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat melalui sinergi dengan berbagai pihak. Data BPS ini jadi bahan penting untuk pengendalian inflasi dan perencanaan pembangunan daerah.(red/toh)




























.md.jpg)


